{"id":3557,"date":"2013-03-06T00:00:20","date_gmt":"2013-03-05T17:00:20","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=3557"},"modified":"2014-03-08T11:03:20","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:20","slug":"metode-pencatatan-persediaan-barang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/03\/06\/metode-pencatatan-persediaan-barang\/","title":{"rendered":"Metode Pencatatan Persediaan Barang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager\u2019s Lounge \u2013 Finance),\u00a0Persediaan adalah barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual kembali atau diproses kembali.\u00a0 Persediaan adalah aset dan bagian dari unsur aktiva lancar dalam neraca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Macam-macam persediaan barang adalah sebagai berikut:<br \/>\nBarang yang tersedia untuk dijual ( barang dagang\/barang jadi)<br \/>\nBarang yang masih dalam proses produksi untuk diselesaikan, setelah itu dijual.<br \/>\nBarang yang akan digunakan untuk produksi barang-barang jadi yang akan dijual ( bahan baku dan bahan pembantu ) dalam kegiatan normal perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jikalau pencatatan persediaan barang tidak benar dan mengakibatkan tidak adanya persediaan barang, maka perusahaan akan menghadapi suatu resiko atau kendala dimana tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan yang sangat membutuhkan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu persediaan yang ada juga dapat menimbulkan banyak biaya penyimpanan seperti biasa pegawai, biaya operasional pabrik, biaya\u00a0 gedung dll. Jadi persediaan hanya diadakan apabila keuntungan yang diharapkan dari persediaan tersebut lebih besar daripada biaya-biaya yang ditimbulkan, jadi penting sekali metode pencatatan yang benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penilaian Persediaan<br \/>\nMasalah-masalah yang timbul dalam penilaian persediaan dalam satu periode adalah :<br \/>\nMenetapkan jumlah dan nilai persediaan yang sudah terjual \/ sudah menjadi biaya.<br \/>\nMenentukan jumlah dan nilai persediaan yang belum terjual (yang harus dilaporkan dineraca)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhir periode akuntansi selalu dilakukan pemeriksaan persediaan,\u00a0 Tujuannya adalah mencocokkan pencatatan dengan jumlah barang yang ada digudang, kegiatan ini biasa di kenal dengan istilah STOCK OPNAME.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode pencatatan persediaan dibedakan menjadi dua, yaitu metode periodik (sistem fisik) dan metode perpetual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0 Metode Fisik (sistem periodik)<br \/>\nDisediakan satu akun yang disebut Persediaan Barang Dagang dalam buku besar perusahaan.\u00a0 Akun ini digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang yang ada di awal dan akhir periode.\u00a0 Persediaan barang dagang yang ada di awal dan akhir periode itu sendiri ditentukan dengan jalan melakukan perhitungan fisik terhadapnya.\u00a0 Pencatatan untuk persediaan awal dan akhir dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian.\u00a0 Akun lawan untuk jurnal penyesuaian persediaan adalah Ikhtisar Laba Rugi.<br \/>\nDisediakan satu set akun yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian barang dagang serta transaksi-transaksi lain\u00a0 Saldo dari set akun ini bila digabungkan akan merupakan pembelian bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Metode saldo\u00a0 permanen (perpetual method)<br \/>\nPembelian barang dagang langsung dicatat ke akun persediaan.\u00a0 Harga pokok penjualan tidak dihitung secara periodik, tetapi dihitung dan dicatat setiap kali terjadi transaksi.\u00a0 Untuk ini, dibuat satu akun tersendiri yaitu: Harga pokok penjualan.\u00a0 Akun persediaan barang dagang dalam metode saldo permanen digunakan untuk mencatat persediaan yang ada di awal periode, pembelian yang dilakukan selama periode,penjualan yang dilakukan semala periode dan persediaan yang ada di akhir periode.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kartu stok<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam metode saldo permanen setiap jenis barang dibuatkan satu catatan tersendiri yang disebut kartu stok atau kartu persediaan (stock card).\u00a0 Kumpulan dari kartu stok, untuk semua jenis barang yang ada, disebut buku stok atau buku persediaan.\u00a0 Ada tiga hal yang dicatat dalam kartu stok, yaitu penambahan, pengurangan dan saldo yang ada setelah terjadinya suatu transaksi.\u00a0 Penambahan dalam kartu stok, biasanya berasal dari pembelian barang dagang.\u00a0 Di samping pembelian, penambahan dalam kartu stok juga dapat berasal dari penjualan retur.\u00a0 Pengurangan dalam kartu stok, pada umumnya berasal dari penjualan barang dagang.\u00a0 Pengurangan dapat juga terjadi dari pembelian retur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menentukan kuantitas persediaan &amp; Biaya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh barang-barang yang dimiliki oleh perusahaan (baik secara fisik ada atau tidak di perusahaan ), termasuk dalam persediaan ketika suatu persediaan diambil. Ini memerlukan pemeriksaan seluruh dokumen-dokumen pengiriman dan mengidentifikasi seluruh pengiriman barang dagangan yang keluar. Menentukan kuantitas barang di tangan harus dilakukan sedikitnya oleh dua orang, dan orang ketiga harus memeriksa ketepatan dari perhitungan tersebut. Ketika menentukan harga pokok penjualan, seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya dimasukkan dalam harga pembelian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Margie Retha\/IC\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager\u2019s Lounge \u2013 Finance),\u00a0Persediaan adalah barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual kembali atau diproses kembali.\u00a0 Persediaan adalah aset dan bagian dari unsur aktiva lancar dalam neraca. Macam-macam persediaan barang adalah sebagai berikut: Barang yang tersedia untuk dijual ( barang dagang\/barang jadi) Barang yang masih dalam proses produksi untuk diselesaikan, setelah itu dijual. Barang yang akan digunakan untuk produksi barang-barang jadi yang akan dijual ( bahan baku dan bahan pembantu ) dalam kegiatan normal perusahaan. Jikalau pencatatan persediaan barang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3558,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3557"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3557"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27077,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3557\/revisions\/27077"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}