{"id":3501,"date":"2013-03-06T02:23:36","date_gmt":"2013-03-05T19:23:36","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=3501"},"modified":"2014-03-08T11:03:19","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:19","slug":"tata-communications-meningkatkan-profil-melalui-kesepakatan-f1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/03\/06\/tata-communications-meningkatkan-profil-melalui-kesepakatan-f1\/","title":{"rendered":"Tata Communications Meningkatkan Profil Melalui Kesepakatan F1"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Tata Communications Ltd. tengah berjuang membuat citranya sendiri\u00a0 yang saat ini masih di bawah bayang \u2013 bayang induk perusahaan nya, konglomerat India Tata Group.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKami secara konsisten menghadapi situasi ini, terutama dengan pelanggan besar (perusahaan multinasional) di luar India yang berkata, \u2018Siapa Tata Communications? Kita tahu Tata tapi kita tidak tahu Tata Communications,\u2019 \u201c tutur Vinod Kumar, CEO dari penyedia jasa layanan komunikasi Mumbai dan New York.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tetapi\u00a0 perjanjian Tata company yang kurang dikenal itu dengan Formula One Group dapat membantu merubahnya. Pada Februari tahun lalu, Tata Communications menawarkan perjanjian dengan F1 untuk menyediakan dukungan teknologi untuk seitiap lomba balap dibawah hak lisensi \u2013 Karena hal ini merupakan sesuatu yang besar dan berprofil tinggi Mr. Kumar berharap akan menarik pelanggan \u2013 pelanggan baru dan membangun pengakuan brand yang lebih luas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Perusahaan ini- salah satu diantara lebih dari 100 perusahaan\u00a0 naungan Tata \u2013 dilaporkan menghasilkan 2,8 milyar dolar pada saat Maret 2012. Mr.Kumar duduk dengan Gaurav Raghuvanshi di Singapura untuk membicarakan tentang perubahan perusahaan dari hanya milik pemerintah menjadi milik perusahaan komunikasi sedunia, dan kerjasama dengan F1 adalah untuk masa depan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan wawancara dengan Wall Street Journal, Mr. Kumar mengemukakan bahwa kesepakatan dengan F1 tersebut merupakan langkah yang sangat tepat untuk meningkatkan citra dan juga memperlihatkan kemampuan teknologi perusahaannya. Tata Communications akan berkontribusi dalam menyediakan konektivitas\u00a0 di 20 lokasi balap seluruh dunia serta mengurus website F1.com, dimana publik mengakses sejumlah informasi mengenai profil pembalap dan timnya, kondisi cuaca, dan lain \u2013 lain. Mr. Kumar mengaku bahwa tantangan terberat dalam melakukan tugas ini yaitu harus berpacu dengan waktu. Pihak nya hanya bisa mengakses lintasan balap pada Selasa sore untuk merombak jaringan. Sementara pada hari Kamis, semuanya harus sudah benar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sehubungan dengan perusahaannya yang sempat dilanda krisis untuk beberapa saat, Mr. Kumar menyebutkan bahwa untuk menangani krisis tersebut perusahaannya kerap kali melakukan perubahan perencanaan penanaman modal ke arah yang lebih baik. Perusahaannya telah melakukan usaha \u2013 usaha untuk mengurangi beban hutang, dan kini perusahaannya akan segera menuju ke arah profitabilitas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat ini, 25% pendapatan Tata Communications berasal dari India. Jaringan dan layanan perusahaan iini juga telah bertumbuh secara eksponensial. Jika dahulu, mereka memiliki 1 pelanggan, yakni BSNL (Bharat Sanchar Nigam Ltd., perusahaan telekomunikasi negara di India, sekarang perusahaan ini melayani 1600 penyedia layanan di sekitar 50,000 perusahaan di seluruh dunia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">CEO Tata Communications tersebut juga menjelaskan mengenai alasan dipilihnya Singapura sebagai lokasi berpusatnya perusahaan itu. Dia berpendapat bahwa Singapura merupakan lokasi yang bagus untuk mengembangkan bisnis internasional perusahaannya. Singapura juga dinilai memiliki posisi yang bertaraf dunia. Namun, dia menambahkan bahwa perusahaannya juga memiliki kantor induk yang beroperasi di India untuk mengoptimalkan struktur biaya. Dia menyebutkan bahwa bisnis perusahaannya adalah menawarkan solusi komunikasi yang melampaui perbatasan untuk memperluas bisnis. India adalah pasar terbesar Tata tapi itu adalah 25% dari pendapatannya. U.S dan Kanada mengumpulkan 18%, maka dari itu dirinya sangat memiliki konsentrasi yang besar dengan orang \u2013 orang di luar sana.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div>(<span>Managedaily<\/span>\/AA\/TML)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Tata Communications Ltd. tengah berjuang membuat citranya sendiri\u00a0 yang saat ini masih di bawah bayang \u2013 bayang induk perusahaan nya, konglomerat India Tata Group. \u201cKami secara konsisten menghadapi situasi ini, terutama dengan pelanggan besar (perusahaan multinasional) di luar India yang berkata, \u2018Siapa Tata Communications? Kita tahu Tata tapi kita tidak tahu Tata Communications,\u2019 \u201c tutur Vinod Kumar, CEO dari penyedia jasa layanan komunikasi Mumbai dan New York. Tetapi\u00a0 perjanjian Tata company yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3502,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3501"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3501"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3501\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27074,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3501\/revisions\/27074"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}