{"id":34711,"date":"2014-05-12T17:02:37","date_gmt":"2014-05-12T10:02:37","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=34711"},"modified":"2014-05-21T10:07:50","modified_gmt":"2014-05-21T03:07:50","slug":"alasan-hrd-menjadi-musuh-karyawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/05\/12\/alasan-hrd-menjadi-musuh-karyawan\/","title":{"rendered":"Alasan HRD Menjadi &#8220;musuh&#8221; Karyawan"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Infog-22.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35045\" alt=\"Infog-22\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Infog-22.jpg\" width=\"750\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Infog-22.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Infog-22-300x160.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; HR) &#8211; Baik buruknya seorang HR, biasanya dikaitkan dengan mampu atau tidaknya ia membuat karyawan merasa nyaman di lingkungannya bekerja. Juga bagaimana HR itu berperan aktif dalam membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan motivasi para karyawan. HRD yang dirasa kurang kompeten akan berdampak kurangnya respek para karyawan pada HRD tsb. Dan jika hal tersebut dibiarkan\u00a0 terjadi, bukan tidak mungkin para karyawan akan tidak menyukai HRD nya secara personal.Demikian juga jika HRD yang suka melakukan perubahan-perubahan aturan tanpa ada pemberitahuan untuk mencoba-coba, dan jika menimbulkan reaksi maka aturan tersebut dianulir sehingga karyawan merasa tidak nyaman.Sebagai seorang HRD berikut adalah hal yang harus dihindari:1. Tidak punya program bagi para karyawan.<br \/>\nSehingga karyawan merasa HRD nya kurang kompeten. Sebab seharus seorang HRD memberikan program yang mendukung visi dan misi perusahaan. Sehingga semua karyawan memiliki visi dan misi yang sama untuk mendukung kemajuan perusahaan.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">2. Kurang menghargai karyawan.<br \/>\nMeremehkan ide-ide yang diberikan karyawan dan mengkritik dengan kurang bijak. Bahkan kadang menolak memberikan cuti dengan berbagai alasan.3. Melakukan peneguran di depan umum dan kurang menganggap karyawan sebagai aset perusahaan.<br \/>\nTerlebih lagi jika menemukan kesalahan karyawan maka akan berusaha \u2018mengorek\u2019nya sampai karyawan tsb merasa tertekan dengan permintaan penjelasan yang berulang-ulang. Tetapi seorang HRD sepatutnya memberi kesempatan bagi karyawan yang telah mengakui kesalahannya untuk memperbaiki kekeliruannya daripada mengulang-ulang mengingatkan karyawan tersebut terhadap kesalahan yang pernah dilakukan.4. Menceritakan kelemahan seorang karyawan kepada karyawan lain.<\/p>\n<p>5. Terlalu mengatur karyawan<br \/>\nMelakukan kontrol kepada karyawan memang perlu, apalagi untuk karyawan yang memang sudah lama bekerja dan berpengalaman. Adalah lebih baik jika karyawan diberikan pengertian sehingga memiliki kesadaran sendiri untuk menjalankan aturan perusahaan. tidak perlu memata-matai segala hal yang dilakukan karyawan.<\/p>\n<p>6. Tidak mengerti apa yang dikerjakan di tiap bagian.<br \/>\nHR adalah partner management untuk mendukung kemajuan perusahaan karena itu diharapkan sebagai seorang HRD harus tahu proses kerja yang ada di tiap bagian sehingga dapat juga memberi masukan jika didapati penyimpangan dalam proses kerja tersebut.<\/p>\n<p>7. Bersikap seolah-olah para karyawan tidak memiliki kehidupan pribadi.<br \/>\nMisalnya saja cuti yang sudah menjadi hak karyawan tetapi jika karyawan akan mengambil cuti selalu diberikan pertanyaan yang mendetail apa tujuan cuti tsb diambil, utnuk apa, mau kemana dll.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">8. Tidak memberikan penghargaan atas prestasi yang dilakukan karyawan dan tidak mampu memberi motivasi pada yang belum berprestasi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Karakter lain yang harus dimiliki seorang HRD adalah ketulusan, HRD juga seorang manusia yang dapat melakukan kesalahan dan jika memang menyadari melakukan kesalahan seorang HRD yang baik pun harus meminta maaf atas kekeliruan yang dibuatnya sebab jika tidak maka HRD itu dianggap egois dan mau menang sendiri, hal tersebut memberi contoh yang kurang baik bagi karyawan lainnya. Apalagi berusaha menutup-nutupi kesalahan itu dan apalagi jika sampai diketahui oleh karyawan lainnya maka akan berakibat HRD tsb bisa tidak dipercayai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sonya.N\/Kontributor Business Lounge<br \/>\nEditor: Iin Caratri<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; HR) &#8211; Baik buruknya seorang HR, biasanya dikaitkan dengan mampu atau tidaknya ia membuat karyawan merasa nyaman di lingkungannya bekerja. Juga bagaimana HR itu berperan aktif dalam membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan motivasi para karyawan. HRD yang dirasa kurang kompeten akan berdampak kurangnya respek para karyawan pada HRD tsb. Dan jika hal tersebut dibiarkan\u00a0 terjadi, bukan tidak mungkin para karyawan akan tidak menyukai HRD nya secara personal.Demikian juga jika HRD yang suka melakukan perubahan-perubahan aturan tanpa ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":35041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34711"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34711"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35212,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34711\/revisions\/35212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}