{"id":33787,"date":"2014-05-01T17:40:34","date_gmt":"2014-05-01T10:40:34","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=33787"},"modified":"2014-05-01T17:40:34","modified_gmt":"2014-05-01T10:40:34","slug":"jatuhnya-keuntungan-maskapai-penerbangan-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/05\/01\/jatuhnya-keuntungan-maskapai-penerbangan-jepang\/","title":{"rendered":"Jatuhnya Keuntungan Maskapai Penerbangan Jepang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Today)\u00a0 Dua maskapai penerbangan terbesar di Jepang melaporkan bahwa laba setahun penuh bersih mereka telah jatuh meskipun permintaan penerbangan meningkat. Hal ini terjadi sebagai akibat tingginya biaya bahan bakar yang disebabkan pelemahan nilai tukar Yen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">All Nippon Airways ( ANA ) yang mencatat penerbangan terbanyak melaporkan\u00a0 bahwa laba bersih terpuruk 56% menjadi \u00a5 18,890 miliar pada tahun fiskal 2014 hingga Maret. Namun perusahaan ini mencatat pendapatan rekor 1,60 triliun yen , naik dari \u00a5 1,48 triliun\u00a0 dalam 12 bulan sebelumnya.<\/p>\n<p>Sedangkan saingan domestik terbesar ANA , Japan Airlines melaporkan\u00a0 laba bersih turun 3,2 %, perusahaan ini membukukan membukukan laba bersih \u00a5 166,250 miliar hingga Maret, turun dari \u00a5 171,670 miliar dari tahun sebelumnya, sedangkan pendapatan naik \u00a0 \u00a5 1,31 triliun dari \u00a5 1,24 triliun.<\/p>\n<p>Jika dilihat dari proyeksi perusahaan akan keuntungan hingga tahun depan ANA memperkirakan laba tahun ini juga akan tersandung demikian juga dengan\u00a0 JAL yang memperkirakan bahwa keuntungan bersih akan datang lebih rendah pada 115 miliar yen.<\/p>\n<p>Mengenai biaya bahan bakar yang menjadi penyebab berkurangnya laba, ANA menyatakan biaya bahan bakar melonjak 22 % dari tahun sebelumnya. Turunnya Yen memberikan dorongan untuk eksportir Jepang , namun telah merugikan industri penerbangan negara yang\u00a0 mendorong tingginya biaya bahan bakar.<\/p>\n<p>Yen telah kehilangan sekitar seperempat dari nilainya terhadap dolar sejak akhir 2012 setelah kebijakan diluncurkan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang bertujuan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengalahkan deflasi.Salah satu alasan berikutnya yang menurunkan laba yaitu rute penerbangan ke China yang tersandung permasalahan geopolitik antara Jepang dan China yang dari dulu sering meletus. Dan tahun 2012 konflik tersebut meletus lagi yang memicu boikot konsumen dari merek Jepang dan akibatnya\u00a0 menyakiti kedua maskapai selama berbulan-bulan.<br \/>\nDari semua proyeksi keuntungan tahun ini sampai tahun 2015 kedua maskapai tersebut sudah terbaca dari kondisi ekonomi negara itu sekarang yang sedang proses perbaikan pasca lumpuhnya ekonomi awal tahun saat musim dingin dan juga naiknya pajak penjualan yang baru pada tahun ini.<br \/>\n<em>Joel\/Journalist\/VM\/BL-japantoday<\/em><br \/>\n<em>Editor: Jul Allens<\/em><br \/>\n<em>image: wikipedia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today)\u00a0 Dua maskapai penerbangan terbesar di Jepang melaporkan bahwa laba setahun penuh bersih mereka telah jatuh meskipun permintaan penerbangan meningkat. Hal ini terjadi sebagai akibat tingginya biaya bahan bakar yang disebabkan pelemahan nilai tukar Yen. All Nippon Airways ( ANA ) yang mencatat penerbangan terbanyak melaporkan\u00a0 bahwa laba bersih terpuruk 56% menjadi \u00a5 18,890 miliar pada tahun fiskal 2014 hingga Maret. Namun perusahaan ini mencatat pendapatan rekor 1,60 triliun yen , naik dari \u00a5 1,48 triliun\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":33798,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120,1049],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33787"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33787"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33787\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33799,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33787\/revisions\/33799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}