{"id":33722,"date":"2014-04-30T18:20:13","date_gmt":"2014-04-30T11:20:13","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=33722"},"modified":"2014-04-30T18:20:13","modified_gmt":"2014-04-30T11:20:13","slug":"setelah-merugi-2-tahun-bisnis-panasonic-untung-pada-kuartal-pertama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/04\/30\/setelah-merugi-2-tahun-bisnis-panasonic-untung-pada-kuartal-pertama\/","title":{"rendered":"Setelah Merugi 2 Tahun, Bisnis Panasonic Untung Pada Kuartal Pertama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Today)\u00a0 Bisnis Panasonic kembali untung setelah periode-periode sebelumnya dalam\u00a0 2 tahun terakhir merugi, yang disebabkan oleh melemahnya nilai tukar yen dan juga usaha-usaha restrukturisasi yang membantu bertahap pemulihan kinerja perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perusahaan yang berpusat di Osaka-Jepang ini melaporkan pencapaian laba sebesar 120.4 miliar yen untuk tahun fiskal 2014 hingga akhir maret, raihan ini membalikkan 754.3 miliar yen dari sebuah kerugian tahun fiskal sebelumnya tahun 2013. Sedangkan tahun 2012 telah merugi 772 miliar yen, yang menjadikan Panasonic menderita\u00a0 kerugian terbesar untuk perusahaan Jepang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembuat\u00a0 kamera lumix dan baterai evolta ini juga mencatat penjualan kuartalan naik 10 persen menjadi\u00a0 2.06 triliun yen, sedangkan penjualan untuk tahun fiskal yang berakhir maret 2014 memperoleh 6 %\u00a0 menjadi\u00a0 7.737 triliun yen, seperti penjualan ditingkatkan dalam berbagai sektor, termasuk peralatan, auto bagian dan ekologi produk seperti pencahayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lemahnya yen adalah sebuah keuntungan besar bagi eksportir jepang dengan meningkatkan nilai laba di luar negeri. Kabar buruknya adalah bahwa dampak positif dari sebuah nilai tukar tidak mungkin untuk menjaga momentum di bulan-bulan berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti perusahaan elektronik lainnya\u00a0 di Jepang, Panasonic telah berjuang di tengah persaingan ketat dari Apple inc dan Samsung Electronics co dari Korea Selatan. Sehingga membuat harga dari gadget\u00a0 jatuh dan menambah kesengsaraan bagi bisnis Panasonic\u00a0 sendiri.<\/p>\n<p>Elektronik merek Jepang yang telah lama saingan dengan Sony Corp ini\u00a0 juga menderita karena kalah dalam bidang smartphone. Tetapi perusahaan ini\u00a0 sudah bekerja dengan ambisi untuk tumbuh di sektor baru di kawasan auto dan bisnis perumahan. Sehingga untuk tahun fiskal 2015 Panasonic menargetkan\u00a0 penjualan untuk tetap datar namun dengan\u00a0 peningkatan keuntungan sebesar 16%.<\/p>\n<p><em>Joel\/Journalist\/VM\/BL-japantoday<\/em><br \/>\n<em>Editor: Jul Allens<\/em><br \/>\n<em>pic:wikipedia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today)\u00a0 Bisnis Panasonic kembali untung setelah periode-periode sebelumnya dalam\u00a0 2 tahun terakhir merugi, yang disebabkan oleh melemahnya nilai tukar yen dan juga usaha-usaha restrukturisasi yang membantu bertahap pemulihan kinerja perusahaan. Perusahaan yang berpusat di Osaka-Jepang ini melaporkan pencapaian laba sebesar 120.4 miliar yen untuk tahun fiskal 2014 hingga akhir maret, raihan ini membalikkan 754.3 miliar yen dari sebuah kerugian tahun fiskal sebelumnya tahun 2013. Sedangkan tahun 2012 telah merugi 772 miliar yen, yang menjadikan Panasonic menderita\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":24533,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120,1049],"tags":[591,327,548,1534],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33722"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33722"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33727,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33722\/revisions\/33727"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24533"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}