{"id":3321,"date":"2013-03-04T03:14:24","date_gmt":"2013-03-03T20:14:24","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=3321"},"modified":"2014-03-08T11:03:20","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:20","slug":"setor-uang-harus-ngantri-kini-sudah-tidak-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/03\/04\/setor-uang-harus-ngantri-kini-sudah-tidak-lagi\/","title":{"rendered":"Setor Uang Harus Ngantri ? Kini Sudah Tidak Lagi&#8230;&#8230;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Risk) &#8211; Kebutuhan <strong>nasabah<\/strong> perbankan\u00a0 untuk melakukan banyak transaksi dengan bank sangat banyak. Apalagi pada tanggal dan jam tertentu, akan menimbulkan antrian yang panjang. Untuk beberapa transaksi bisa menghindari antrian di depan teller\u00a0 dengan menggunakan mesin <strong>ATM (Automatic Teller Machine \/<\/strong> Anjungan Tunai Mandiri), seperti pengambilan uang, transfer antar bank \/ rekening, pembayaran tagihan, pembelian voucher atau mengecek saldo. Namun untuk menyetor uang, maka tidak bisa menghindar dari antrian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebutuhan <strong>nasabah<\/strong> perbankan yang membutuhkan efisiensi, kehandalan dan kemudahan dalam melakukan penyetoran uang tunai secara cepat dan aman telah diwujudkan pada pertengahan September 2002. Dimana IBM Indonesia memperkenalkan <strong>ATM<\/strong> deposit atau mesin setoran otomatis yang dapat digunakan oleh bank-bank di Indonesia, seperti halnya <strong>ATM<\/strong> untuk penarikan. <strong>ATM<\/strong> jenis ini sebelumnya telah digunakan di tiga negara di ASEAN pada pertengahan tahun 2000, yaitu sepuluh bank di Thailand, satu bank di Filipina dan dua bank di Singapura. ATM Setor tunai ini, sudah cukup banyak kita lihat berdampingan dengan jenis <strong>ATM<\/strong> lain,\u00a0 seperti<strong> ATM<\/strong> untuk cetak buku, <strong>ATM<\/strong> tunai dan <strong>ATM<\/strong> non tunai. Dengan ATM setor tunai, kita tidak lagi menyetor uang melalui berbagai prosedur administrasi yang menyita waktu dan tidak terikat dengan jam operasi buka bank.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsinya tentu saja untuk membantu lembaga keuangan seperti bank dalam memenuhi kebutuhan akan <strong>nasabah<\/strong>\/pelanggannya, yang makin lama semakin meningkat serta menuntut pelayanan yang prima. Dan juga secara tak langsung mesin ini mengatasi masalah keamanan yang berkenaan dengan sistem swalayan perbankan di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ATM Setoran Tunai <\/strong>(CDM \u2013 Cash Deposit Machine) adalah <strong>ATM<\/strong> yang dapat menerima setoran tunai dan inquiry saldo rekening. Nilai mata uang tunai yang diterima adalah dalam mata uang tertentu saja, yaitu pecahan Rp. 20 ribu, Rp. 50 ribu, dan Rp. 100 ribu. Secara fisik bentuk <strong>ATM<\/strong> Setoran Tunai hampir sama dengan <strong>ATM<\/strong> biasa, namun pada sisi depan terdapat lubang \/ laci yang digunakan untuk meletakkan uang yang akan disetor.<\/p>\n<p><strong>Tips untuk setor tunai :<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ingat nomer rekening dam nomor PIN yang sama dengan yang digunakan pada mesin ATM biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Hitung jumlah uang yang akan disetor secara cermat dan teliti. Pastikan bahwa jumlahnya tidak melebihi 50 lembar.<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pastikan kondisi uang masih bagus, tidak lusuh, tidak robek,\u00a0 terlipat ataupun yang dapat mengganggu proses perhitungan oleh mesin.<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Lepaskan steples, karet atau klip pengikat uang sebelum dimasukkan ke dalam mesin.<\/p>\n<p>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Simpanlah struk tanda terima.<\/p>\n<p>6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jika terjadi kemacetan pada mesin secara tiba-tiba, segera lapor kepada pihak bank dan isilah data-data yang diminta *termasuk jumlah setoran yang dianggap gagal oleh mesin ATM tersebut*<\/p>\n<p>Mitigasi :<\/p>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Dari pihak bank :<\/span><\/strong><\/p>\n<p>\u00d8\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mesin setoran ini diperlengkapi dengan fitur keamanan biometric yang dapat mengidentifikasi sidik jari dan mendeteksi uang palsu<\/p>\n<p>\u00d8\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mesin diperlengkapi dengan kemampuan memilah uang berdasarkan jumlah nominalnya dan untuk menyortir uang. Terlebih, mesin ini juga memiliki kemampuan untuk mengenali tujuh lembar uang perdetik<\/p>\n<p>\u00d8\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mesin melakukan konfirmasi jumlah yang disetorkan oleh nasabah. Proses selanjutnya, mesin akan mengajukan opsi, apakah nasabah memutuskan untuk terus melakukan transaksi atau membatalkannya<\/p>\n<p>\u00d8\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Software yang terdapat dalam mesin, berdasarkan database bank yang bersangkutan yang dihubungkan dengan server pada mesin akan mencatat transaksi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Syanti Dewi\/IK\/MD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Risk) &#8211; Kebutuhan nasabah perbankan\u00a0 untuk melakukan banyak transaksi dengan bank sangat banyak. Apalagi pada tanggal dan jam tertentu, akan menimbulkan antrian yang panjang. Untuk beberapa transaksi bisa menghindari antrian di depan teller\u00a0 dengan menggunakan mesin ATM (Automatic Teller Machine \/ Anjungan Tunai Mandiri), seperti pengambilan uang, transfer antar bank \/ rekening, pembayaran tagihan, pembelian voucher atau mengecek saldo. Namun untuk menyetor uang, maka tidak bisa menghindar dari antrian. Kebutuhan nasabah perbankan yang membutuhkan efisiensi, kehandalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3329,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[7937],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3321"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27101,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321\/revisions\/27101"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}