{"id":3281,"date":"2013-06-21T07:00:28","date_gmt":"2013-06-21T00:00:28","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=3281"},"modified":"2013-06-21T07:00:28","modified_gmt":"2013-06-21T00:00:28","slug":"famine-in-somalia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/06\/21\/famine-in-somalia\/","title":{"rendered":"Famine in Somalia&#8230;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge \u2013 Inspiration),\u00a0<strong> Pengungsi Somalia<\/strong> menggunakan gerobak yang ditarik keledai untuk membawa kayu bakar menuju kemah pengungsi Ifo di Dadaab, perbatasan <strong>Kenya-Somalia<\/strong>.\u00a0 Daerah terdampak kelaparan telah meluas ke tiga daerah baru di negara tersebut, dengan seluruh daerah selatan sepertinya dapat dinyatakan sebagai zona kelaparan oleh <strong>PBB<\/strong>.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-Ibu-dan-dua-anak-kembarnya.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-12578\" alt=\"somalia-Ibu dan dua anak kembarnya\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-Ibu-dan-dua-anak-kembarnya.jpg\" width=\"438\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-Ibu-dan-dua-anak-kembarnya.jpg 438w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-Ibu-dan-dua-anak-kembarnya-300x205.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 438px) 100vw, 438px\" \/><\/a><br \/>\nSeorang wanita\u00a0 menunggui anak kembarnya yang terkena gizi buruk di barak anak RS Banadir di Mogadishu. Kekeringan, konflik dan kurangnya bantuan makanan mengakibatkan 3,6 juta jiwa terdampak resiko kelaparan di<strong> Somalia<\/strong> selatan. Kekeringan terburuk selama berabad-abad. <strong>PBB<\/strong> menyebutkan sekira 3,6 juta jiwa berada dalam resiko kelaparan di <strong>Somalia<\/strong> dan sekira 12 juta di wilayah sepanjang <strong>Tanduk Afrika<\/strong> termasuk Ethiopia dan Kenya.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-dua-bocah-kecil.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-12579\" alt=\"somalia-dua bocah kecil\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-dua-bocah-kecil.jpg\" width=\"521\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-dua-bocah-kecil.jpg 521w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-dua-bocah-kecil-300x172.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 521px) 100vw, 521px\" \/><\/a><br \/>\nDua orang bocah<strong>\u00a0<\/strong> Somalia yang mengalami gizi buruk menangis di dalam barak anak di RS Banadir di <strong>Mogadishu.<\/strong>\u00a0 Kelaparan yang melanda wilayah selatan Somalia telah menyebar ke tiga wilayah baru di negara itu, dengan keseluruhan daerah selatan dapat disebut sebagai zona kelaparan untuk enam minggu ke depan, ungkap PBB.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-gadis-kecil-dan-adiknya.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-12580\" alt=\"somalia-gadis kecil dan adiknya\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-gadis-kecil-dan-adiknya.jpg\" width=\"492\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-gadis-kecil-dan-adiknya.jpg 492w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-gadis-kecil-dan-adiknya-300x182.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 492px) 100vw, 492px\" \/><\/a><br \/>\nSeorang gadis kecil yang terpaksa mengungsi menggendong sang adik saat menunggu bantuan makanan dari <strong>Program Pangan Dunia (WFP)<\/strong> di sebuah pemukiman di ibukota Mogadishu.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-anak-kecil-malnutrisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-12581\" alt=\"somalia-anak kecil malnutrisi\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-anak-kecil-malnutrisi.jpg\" width=\"461\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-anak-kecil-malnutrisi.jpg 461w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-anak-kecil-malnutrisi-300x195.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 461px) 100vw, 461px\" \/><\/a><br \/>\nSeorang anak pengungsi yang menderita malnutrisi mendapatkan perawatan di dalam bangsal anak di Rumah Sakit Banadir, <strong>Mogadishu, ibukota Somalia<\/strong>,\u00a0 Uni Afrika akan menggelar konferensi tingkat tinggi untuk menggalang dana atas bencana kelaparan di daerah Tanduk Afrika. <strong>KTT<\/strong> yang dianggap sudah terlambat ini akhirnya digelar setelah kritikan yang memuncak terhadap respon mereka yang lemah terhadap bencana yang telah memakan korban ribuan jiwa itu.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-kembali-ke-mogadishu.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-12582\" alt=\"somalia-kembali ke mogadishu\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-kembali-ke-mogadishu.jpg\" width=\"451\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-kembali-ke-mogadishu.jpg 451w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-kembali-ke-mogadishu-300x199.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 451px) 100vw, 451px\" \/><\/a><br \/>\nSeorang anak berjalan di tengah kota yang hancur akibat perang di <strong>Mogadishu<\/strong>. Warga Mogadishu kembali ke rumah mereka setelah mantan anggota pemberontak kelompok al-Shabaab yang dikaitkan dengan kelompok al-Qaeda mengosongkan daerah tersebut. Para <strong>pengungsi\u00a0<\/strong> melakukan perjalanan berbahaya dari daerah-daerah yang dilanda bencana kekeringan terparah, yang sebagian besar di bawah kendali pemberontak, ke Mogadishu untuk mencari akses pangan dan layanan kesehatan.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-pemukiman-pengungsi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-12583\" alt=\"somalia-pemukiman pengungsi\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-pemukiman-pengungsi.jpg\" width=\"470\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-pemukiman-pengungsi.jpg 470w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/somalia-pemukiman-pengungsi-300x191.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 470px) 100vw, 470px\" \/><\/a><br \/>\nPemukiman Seyidka untuk pengungsi korban kelaparan di Berkulan dekat <strong>Mogadishu, Somalia.<\/strong> Bencana kelaparan telah meluas ke enam dari delapan wilayah di selatan Somalia, dengan 750.000 orang menghadapi kelaparan dalam waktu dekat, menurut keterangan PBB Senin lalu, sementara ratusan orang sekarat setiap harinya meskipun jumlah bantuan semakin meningkat.<\/p>\n<p><strong>Let us pray and cry for the hunger\u2026 They need us.. They need our hands and heart\u2026<\/strong><\/p>\n<p><strong>Somalia, God will never ever leave you alone\u2026 He will come to your land soon\u2026 Beginning from now!<\/strong><\/p>\n<p>(IC\/IC\/bl-vbm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge \u2013 Inspiration),\u00a0 Pengungsi Somalia menggunakan gerobak yang ditarik keledai untuk membawa kayu bakar menuju kemah pengungsi Ifo di Dadaab, perbatasan Kenya-Somalia.\u00a0 Daerah terdampak kelaparan telah meluas ke tiga daerah baru di negara tersebut, dengan seluruh daerah selatan sepertinya dapat dinyatakan sebagai zona kelaparan oleh PBB. Seorang wanita\u00a0 menunggui anak kembarnya yang terkena gizi buruk di barak anak RS Banadir di Mogadishu. Kekeringan, konflik dan kurangnya bantuan makanan mengakibatkan 3,6 juta jiwa terdampak resiko kelaparan di Somalia selatan. Kekeringan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3289,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3281"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3281"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3281\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}