{"id":3245,"date":"2013-02-14T08:30:36","date_gmt":"2013-02-14T01:30:36","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=3245"},"modified":"2014-03-08T11:03:48","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:48","slug":"solusi-win-win-dalam-negosiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/14\/solusi-win-win-dalam-negosiasi\/","title":{"rendered":"Solusi Win-Win dalam Negosiasi"},"content":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Strategic) , Setiap pihak yang melakukan negosiasi bisnis tentunya perlu win-win solution. Mengapa? Karena win-win solution akan menghasilkan manfaat bagi kedua pihak dan memuaskan bagi keduanya, alias kompromi.<\/p>\n<p>Menurut Anda, mengapa Yahoo! menolak penawaran Microsot? Ya, tentu saja karena mereka berpikir bahwa tawaran itu bukan merupakan win-win solution. Yahoo! berpikir bahwa tawaran tersebut undervalued nilai Yahoo! sendiri.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana Anda bisa menerapkan win-win solution dengan baik?<\/p>\n<p>Bagaimana win-wn solution bisa diterapkan?<br \/>\nSeandainya dalam suatu kesepakatan, di masa depan Anda tidak akan bertemu dengan pihak lawan lagi, maka tentunya Anda akan memaksakan win-lose negotiation. Inilah yang terjadi ketika misalnya Anda membeli mobil atau rumah, misalnya. Atau yang paling mudah, ketika menawar barang belanjaan di pasar, contohnya.<\/p>\n<p>Namun, jika Anda dan pihak lawan punya hubungan yang baik, jelas win-lose tidaklah mungkin. Anda dan pihak lawan tentunya akan berusaha supaya kesepakatan yang diambil sama-sama bermanfaat dan tidak mencederai kepentingan kedua belah pihak.<br \/>\nAda beberapa langkah yang harus Anda persiapkan dalam memperoleh solusi win-win antara lain:<\/p>\n<p>\u2022 Mengetahui tujuan apa yang ingin Anda peroleh, serta tujuan apa yang diinginkan oleh pihak lawan. Tujuan pihak lawan dapat Anda selidiki melalui pembicaraan dalam negosiasi.<\/p>\n<p>\u2022 Pertukaran apa saja yang dapat Anda lakukan? Apakah masing-masing memiliki yang diinginkan oleh pihak lainnya?<\/p>\n<p>\u2022 Kembangkan alternative-alternatif yang ada, seandainya jika Anda atau pihak lawan tidak memperoleh apa yang diinginkan. Atau mungkin ada kesempatan dalam kesepakatan lainnya?<\/p>\n<p>\u2022 Bagaimana hubungan Anda dan pihak lawan sebelumnya? Apakah ini akan berpengaruh dalam negosiasi? Lalu bagaimana langkah Anda berkaitan dengan ini?<\/p>\n<p>\u2022 Apa saja konsekuensi yang diperoleh dari hasil kesepakatan ini bagi masing-masing pihak? Seandainya win-win ataupun win-lose?<\/p>\n<p>\u2022 Anda harus tahu dimana power atau kekuatan berada. Siapa yang mengontrol negosiasi dan keputusan akhir? Ini adalah salah satu yang paling penting.<\/p>\n<p>Hal-hal diatas penting dalam rangka mencapai win-win solution. Intinya adalah informasi yang lengkap akan membawa Anda ke dalam strategi yang tepat dan tujuan yang tercapai<\/p>\n<p>(Rinella Putri\/RF\/TML)<\/p>\n<p>pic: careerealism.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Strategic) , Setiap pihak yang melakukan negosiasi bisnis tentunya perlu win-win solution. Mengapa? Karena win-win solution akan menghasilkan manfaat bagi kedua pihak dan memuaskan bagi keduanya, alias kompromi. Menurut Anda, mengapa Yahoo! menolak penawaran Microsot? Ya, tentu saja karena mereka berpikir bahwa tawaran itu bukan merupakan win-win solution. Yahoo! berpikir bahwa tawaran tersebut undervalued nilai Yahoo! sendiri. Lalu bagaimana Anda bisa menerapkan win-win solution dengan baik? Bagaimana win-wn solution bisa diterapkan? Seandainya dalam suatu kesepakatan, di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":18159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[194],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3245"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3245"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3245\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27361,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3245\/revisions\/27361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3245"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3245"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3245"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}