{"id":2660,"date":"2008-04-09T10:02:34","date_gmt":"2008-04-09T03:02:34","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=2660"},"modified":"2014-03-08T11:05:29","modified_gmt":"2014-03-08T04:05:29","slug":"survei-service-xrg-situs-belum-memuat-informasi-lengkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2008\/04\/09\/survei-service-xrg-situs-belum-memuat-informasi-lengkap\/","title":{"rendered":"Survei Service XRG: Situs Belum Memuat Informasi Lengkap"},"content":{"rendered":"<p>(The Manager\u2019s Lounge \u2013 Service) \u2013 Penelitian yang dilakukan baru-baru ini oleh Service Excellence Group (Service XRG), yakni badan riset yang berfokus pada industri pelayanan, mengindikasikan bahwa nyaris \u00be konsumen atau lebih tepatnya 74.5% menggunakan situs perusahaan untuk mencari informasi mengenai barang atau jasa tertentu. Namun, yang mengejutkan, hanya 44% dari konsumen tersebut yang merasa bahwa informasi tersebut dapat memenuhi kebutuhannya.<\/p>\n<p>Tom Sweeney, yang mengepalai Service XRG, mengungkapkan bahwa informasi yang kurang pada situs-situs kebanyakan ada pada detail harga. Menurutnya, kebanyakan orang berpikir bahwa kualitas informasi terbaik berasal dari situs perusahaan, namun nyatanya mereka malah menemukan gap yang signifikan antara ekspektasi dengan kenyataan.<\/p>\n<p>Seiring dengan perpindahan bisnis berbasis ke web, maka teknologi menjadi bagian dari pengalaman pelanggan, sehingga perusahaan seharusnya menjadikannya semakin baik. Sweeney mengatakan bahwa jika perusahaan tidak memperbaiki situsnya dengan menyediakan detail harga dan informasi lainnya yang diinginkan orang, maka pelanggan bisa beralih kepada pesaing yang menyediakan detail-detail tersebut.<\/p>\n<p>Survei tersebut juga menemukan bahwa dibandingkan dengan pelanggan yang melaporkan pengalaman netral atau negative pada situs tertentu, maka pelanggan yang mengalami pengalaman positif kemungkinannya tiga kali lebih besar untuk membeli produk dari perusahaan tersebut. Responden yang memperoleh pengalaman positif menyatakan bahwa mereka empat kali lebih mungkin dalam merekomendasikan perusahaan atau memperbarui hubungan yang sudah ada, serta lima kali lebih mungkin akan melaporkan kepuasan.<\/p>\n<p>Selanjutnya, dalam laporan tersebut juga merekomendasikan langkah-langkah kunci untuk meningkatkan pengalaman pelanggan secara online:<br \/>\n\u2022 Memahami pengalaman yang diharapkan oleh pelanggan<br \/>\n\u2022 Definisikan elemen pengalaman yang ingin Anda berikan<br \/>\n\u2022 Identifikasi perangkat yang Anda butuhkan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan<br \/>\n\u2022 Tentukan kriteria kesuksesan untuk memonitor kemampuan Anda dalam memberikan pengalaman pelanggan yang positif.<br \/>\n\u2022 Identifikasi apa yang menjadi hambatan Anda<br \/>\n\u2022 Berusahalah untuk mempertahankan pengalaman yang Anda berikan<br \/>\n\u2022 Berinvestasilah untuk meningkatkan pengalaman pelanggan<br \/>\n\u2022 Rasakan pengalaman yang Anda berikan, intinya posisikan diri Anda dalam kacamata pelanggan<\/p>\n<p>(RP\/DH\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager\u2019s Lounge \u2013 Service) \u2013 Penelitian yang dilakukan baru-baru ini oleh Service Excellence Group (Service XRG), yakni badan riset yang berfokus pada industri pelayanan, mengindikasikan bahwa nyaris \u00be konsumen atau lebih tepatnya 74.5% menggunakan situs perusahaan untuk mencari informasi mengenai barang atau jasa tertentu. Namun, yang mengejutkan, hanya 44% dari konsumen tersebut yang merasa bahwa informasi tersebut dapat memenuhi kebutuhannya. Tom Sweeney, yang mengepalai Service XRG, mengungkapkan bahwa informasi yang kurang pada situs-situs kebanyakan ada pada detail harga. Menurutnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2660"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27970,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2660\/revisions\/27970"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}