{"id":2632,"date":"2013-02-25T16:59:46","date_gmt":"2013-02-25T09:59:46","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=2632"},"modified":"2014-03-08T11:03:22","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:22","slug":"audit-manajemen-dan-karakteristiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/25\/audit-manajemen-dan-karakteristiknya\/","title":{"rendered":"Audit Manajemen dan Karakteristiknya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager\u2019s Lounge \u2013 Finance) \u2013\u00a0Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan \u2013 pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk memetapkaan tingkat kesesuaian antara pernyataan \u2013 pernyataan tersebut dengan kinerja yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil &#8211;\u00a0 hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan kalau ditinjau dari pemeriksa (auditor) yang melaksanakan audit, pada dasarnya audit digolongkan menjadi dua jenis, yaitu audit eksternal dan audit internal. Audit manajemen sendiri dapat dikatakan merupakan bagian dari audit internal. Pengertian sederhana dari audit manajemen adalah investigasi dari suatu organisasi dalam semua aspek kegiatan manajemen dari yang paling tinggi sampai dengan ke bawah dan pembuatan laporan audit mengenai efektifitasnya atau dari segi profitabilitas dan efisiensi kegiatan bisnisnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Definisi menurut Holmes dan Overmyer (1975) : \u201cThe management audit means the examination and evaluation of all information gathering functions and all phases of management functions and activities, in order to ascertain if operating are conducted in a effective and efficient manner.\u201d Atau kalau diterjemahkan\u00a0 manajemen audit mencakup penelitian dan evaluasi atas semua fungsi dari Manajemen, untuk memastikan bahwa pelaksanaan operasi perusahaan telah dijalankan dengan cara yang efektif dan efisien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Definisi menurut\u00a0 American Institute of Certified Public Accountant \/ AICPA: \u201cManagement audit is a systematic review of an organization\u2019s activities or of a stipulated segment of them, in relation to specified objectives for the purpose of :<br \/>\n\u2022 assesing performance<br \/>\n\u2022 identifying opportunities for improvement<br \/>\n\u2022 developing recommendations for improvement or further action\u201d<br \/>\nKalau diterjemahkan artinya audit manajemen adalah suatu penelaahan yang sistematis terhadap aktivitas suatu organisasi, atau suatu segmen tertentu daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan tertentu, dengan maksud untuk :<br \/>\n\u2022 Menilai kegiatan<br \/>\n\u2022 Mengidentifikasikan berbagai kesempatan untuk perbaikan<br \/>\n\u2022 Mengembangkan rekomendasi bagi perbaikan atau tindakan lebih lanjut<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehingga berdaasrkan definisi yang kita kumpulkan di atas, audit manajemen mempunyai beberapa karakteristik penting. Karakter tersebut meliputi :<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Tujuan Pemeriksaan. Tujuan pemeriksaan manajemen adalah membantu semua peringkat manajemen dalam meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen dengan cara mengidentifikasikan aspek \u2013 aspek system dan prosedur serta rekomendasi kepada manajemen untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kehematan.<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Independensi. Agar manfaat pemeriksaan manajemen dapat dicapai, maka pemeriksaan tersebut harus bersifat independent.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Pendekatan Sistematis. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit manajemen perlu digunakan pendekatan yang sistematis dan metode \u2013 metode yang konsisten.<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0 Kriteria Prestasi. Dengan kriteria prestasi pelaksanaan dapat dibandingkan dan dievaluasi.<br \/>\n5.\u00a0\u00a0\u00a0 Bukti Pemeriksaan. Auditor harus dapat merencanakan dan melaksanakan prosedur yang dirancang untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung temuan \u2013 temuan dan kesimpulan \u2013 kesimpulan serta rekomendasi yang dibuatnya.<br \/>\n6.\u00a0\u00a0\u00a0 Pelaporan dan Rekomendasi. Karakteristik yang membedakan antara audit manajemen dengan jenis audit lainnya adalah terletak pada laporan audit. Dalam audit manajemen , laporan audit menekankan pada temuan \u2013 temuan selama pemeriksaan, pembuatan kesimpulan, dan rekomendasi untuk meningkatkan system perencanaan dan pengendalian manajemen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu audit manajemen juga\u00a0 mempunyai beberapa karakteristik penting, yaitu\u00a0\u00a0\u00a0 meliputi :<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Menjamin\/memastikan pengendalian intern yang memadai.<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Menelaah keadaan catatan.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Mencegah dan mendeteksi kecurangan.<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0 Memenuhi kewajiban hukum apabila ada.<br \/>\n5.\u00a0\u00a0\u00a0 Memonitor prosedur pelaporan.<br \/>\n6.\u00a0\u00a0\u00a0 Memperkuat keputusan manajemen.<br \/>\n7.\u00a0\u00a0\u00a0 Melakukan pelaksanaan \u201cvalue \u2013 of \u2013 money Appraisal\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(ic\/IC\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager\u2019s Lounge \u2013 Finance) \u2013\u00a0Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan \u2013 pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk memetapkaan tingkat kesesuaian antara pernyataan \u2013 pernyataan tersebut dengan kinerja yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil &#8211;\u00a0 hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Sedangkan kalau ditinjau dari pemeriksa (auditor) yang melaksanakan audit, pada dasarnya audit digolongkan menjadi dua jenis, yaitu audit eksternal dan audit internal. Audit manajemen sendiri dapat dikatakan merupakan bagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2914,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2632"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27178,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2632\/revisions\/27178"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}