{"id":25987,"date":"2014-03-03T10:16:07","date_gmt":"2014-03-03T03:16:07","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=25987"},"modified":"2014-03-09T18:29:32","modified_gmt":"2014-03-09T11:29:32","slug":"penyerangan-di-stasiun-china","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/03\/03\/penyerangan-di-stasiun-china\/","title":{"rendered":"Penyerangan di Stasiun China"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; World Today) &#8211; Terlihat dalam foto di atas polisi berdiri di dekat barang bawaan penumpang yang ditinggalkan di loket tiket setelah sekelompok pria bersenjata melakukan serangan di stasiun kereta api Kunming, provinsi Yunnan, China, Minggu kemarin.\u00a0 Sepuluh orang penyerang yang tidak diketahui identitasnya berpakaian hitam melangsungkan serangan itu di sebuah stasiun kereta di Kunming, China selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangan itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.20 waktu setempat. Semula dikabarkan sebanyak 29 orang tewas, 130 lainnya terluka. Namun kantor berita\u00a0 Reuters memberitakan jumlah korban tewas terus bertambah. Hingga saat ini korban tewas berjumlah 33 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bukti di lokasi menunjukkan serangan teroris di Stasiun Kunming dilakukan oleh pasukan separatis Xinjiang,&#8221; demikian pernyataan pemerintah kota setempat\u00a0 yang dikutip dari Kantor Berita China Xinhua, pada hari Minggu kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Xinjiang merupakan wilayah yang banyak dihuni masyarakat Muslim Uighur. Banyak orang Uighur yang marah pada pemerintah China karena larangan ketat terhadap praktik agama dan budaya mereka. China menuding serangan itu dilangsungkan kelompok separatis Muslim dari propinsi Xinjiang, ujung barat China.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">China sebelumnya telah meningkatkan keamanan di Xinjiang setelah kendaraan menabrak turis di pinggir Lapangan Tiananmen yang menewaskan 3 orang di dalam bus dan 2 lainnya di luar bus. China menuduh insiden itu dilakukan militan Xinjiang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi mengatakan telah\u00a0 menembak mati 4 penyerang dan menahan 1 lainnya. Sementara, 5 penyerang masih buron.\u00a0 Pencarian masih berlangsung terhadap para penyerang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu seorang wartawan Xinhua di tempat, melaporkan beberapa tersangka telah dikendalikan, sementara polisi masih menanyai orang-orang di stasiun dan melakukan pengepungan. Begitu juga dengan petugas pemadam kebakaran dan petugas medis, mereka sudah berada di lokasi kekerasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden China Xi Jinping memerintahkan melacak otak penyerangan ini. China, kata dia, merupakan negara yang serius memerangi aksi terorisme.\u00a0 Dia sampaikan bahwa hukum yang berat sesuai dengan hukuman bagi pelaku kekerasan teroris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(rt\/ic\/bl)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor : Iin Caratri<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Foto: Antara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; World Today) &#8211; Terlihat dalam foto di atas polisi berdiri di dekat barang bawaan penumpang yang ditinggalkan di loket tiket setelah sekelompok pria bersenjata melakukan serangan di stasiun kereta api Kunming, provinsi Yunnan, China, Minggu kemarin.\u00a0 Sepuluh orang penyerang yang tidak diketahui identitasnya berpakaian hitam melangsungkan serangan itu di sebuah stasiun kereta di Kunming, China selatan. Serangan itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.20 waktu setempat. Semula dikabarkan sebanyak 29 orang tewas, 130 lainnya terluka. Namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":25989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1050],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25987"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25987"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25987\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28341,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25987\/revisions\/28341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}