{"id":23515,"date":"2014-01-29T20:31:17","date_gmt":"2014-01-29T13:31:17","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=23515"},"modified":"2014-03-10T08:05:38","modified_gmt":"2014-03-10T01:05:38","slug":"barisan-ponsel-lokal-cina-mulai-tantang-smartphone-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/01\/29\/barisan-ponsel-lokal-cina-mulai-tantang-smartphone-global\/","title":{"rendered":"Barisan Ponsel Lokal Cina Mulai Tantang Smartphone Global"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Tech &amp; Gadget) &#8211; Bisa dikatakan, mendominasi pasar smartphone di China bukanlah hal yang mudah. Kita semua tahu bahwa bukan rahasia umu lagi kalau Apple Inc dan Samsung Electronics Co memang menguasai pasar Amerika Serikat (AS) dan pelbagai negara lainnya. Tetapi sepertinya hal tersebut tidak berlaku di Cina. Pada kenyataannya, belum ada merek smartphone yang benar-benar dominan di negara Cina.<\/p>\n<p>Meski nyaris tidak terdengar di luar kampung halamannya, barisan merek ponsel lokal Cina menjadi populer dan mulai menantang dominasi raksasa teknologi. Strategi yang menguntungkan mereka: ponsel canggih pada harga lebih rendah, hubungan yang kuat dengan operator seluler Cina, serta cara-cara kreatif guna membentuk basis penggemar. Cara yang terakhir ditempuh lewat bantuan media sosial serta forum <em>online<\/em>.<\/p>\n<p>Ratusan juta pengguna jaringan seluler Cina masih belum beralih dari ponsel sederhana. Kondisi ini menjadikan Cina sebagai lahan pertempuran penting bagi merek <em>smartphone<\/em> global. Ditambah lagi, pertumbuhan <em>smartphone<\/em> melambat di AS dan beberapa pasar maju.<\/p>\n<p>Lembaga riset ekonomi Canalys memperkirakan volume pengiriman produk <em>smartphone<\/em> di Cina sejumlah 354 juta unit tahun lalu\u2014dibanding 139 juta unit di AS. Canalys memperkirakan volume pengiriman <em>smartphone<\/em> Cina naik menjadi 422 juta unit tahun ini.<\/p>\n<p>Zhou Cheng, 25 tahun, seorang manajer toko di Provinsi Hunan, baru-baru ini membeli <em>smartphone<\/em> pertamanya. Ponsel anyar itu menggantikan telepon lamanya yang bermerek Nokia. Ia menghabiskan nyaris $500 (sekitar Rp6 juta) untuk membeli <em>smartphone<\/em> Oppo Find 5. Produk ini dikeluarkan Oppo Mobile Telecommunications Corp yang berbasis Dongguan.<\/p>\n<p>Oppo Find 5 beroperasi lewat sistem Android kepunyaan Google Inc. <em>Smartphone<\/em> ini dilengkapi kamera 13 megapiksel serta layar 5 inci beresolusi tinggi. Layar Oppo Find 5 memiliki lebih banyak piksel per inci ketimbang iPhone 5S\u2014produk terbaru Apple.<\/p>\n<p>\u201c<em>Smartphone<\/em> ini kelihatan bagus dan beroperasi dengan baik,\u201d papar Zhou. Ia menyebut Oppo lebih keren dibandingkan merek lain keluaran Cina, seperti Lenovo Group Ltd dan Huawei Technologies Co. \u201cOppo sesuai untuk anak muda. Ponsel ini lebih bergaya dibanding yang lain.\u201d Oppo Find 5, seharga 30% lebih murah ketimbang iPhone 5C di Cina, juga sesuai dengan kemampuan kantungnya.<\/p>\n<div>\n<dl>\n<dt><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/s.wsj.net\/public\/resources\/images\/EM-AY797_CSMART_G_20140128144150.jpg\" width=\"553\" height=\"369\" \/><\/dt>\n<dd>REUTERS<\/dd>\n<dd>Menguji iPhone 5C baru di Beijing.<\/dd>\n<\/dl>\n<\/div>\n<p>Zhou hanyalah satu dari begitu banyak konsumen Cina yang disasar Oppo, Coolpad, dan Xiaomi Inc. Merek-merek yang tengah naik daun ini menciptakan tantangan lebih besar bagi merek asing, termasuk Apple dan Samsung.<\/p>\n<p>Cina memiliki pasar seluler yang besar. Begitu besarnya, produsen ponsel lokal yang umumnya fokus di pasar domestik sudah menjual lebih banyak <em>smartphone<\/em> ketimbang pesaing kelas global. Dalam kuartal III tahun lalu, Coolpad\u2014merek <em>smartphone<\/em> buatan Yulong Computer Telecommunication Scientific (Shenzhen) Co\u2014menjadi penjual merek <em>smartphone<\/em> terbesar keenam sedunia berdasarkan jumlah unit terjual. Posisinya melampaui Nokia Corp dan Sony Corp, demikian data Canalys.<\/p>\n<p>Di Cina sendiri, Coolpad menempati peringkat ketiga, dengan pangsa pasar 11%. Posisi Coolpad berada di belakang Samsung\u2014sebesar 21%\u2014dan Lenovo dengan 13%. Apple berada pada peringkat keenam dengan pangsa 6%.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(FJ\/FJ\/BL-WSJ)<\/p>\n<p>Foto : WSJ,sitesgadget.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Tech &amp; Gadget) &#8211; Bisa dikatakan, mendominasi pasar smartphone di China bukanlah hal yang mudah. Kita semua tahu bahwa bukan rahasia umu lagi kalau Apple Inc dan Samsung Electronics Co memang menguasai pasar Amerika Serikat (AS) dan pelbagai negara lainnya. Tetapi sepertinya hal tersebut tidak berlaku di Cina. Pada kenyataannya, belum ada merek smartphone yang benar-benar dominan di negara Cina. Meski nyaris tidak terdengar di luar kampung halamannya, barisan merek ponsel lokal Cina menjadi populer dan mulai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":23519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120,7941],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23515"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23515"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23515\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28522,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23515\/revisions\/28522"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}