{"id":22477,"date":"2014-01-09T10:01:32","date_gmt":"2014-01-09T03:01:32","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=22477"},"modified":"2014-03-10T07:58:58","modified_gmt":"2014-03-10T00:58:58","slug":"handling-objection","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/01\/09\/handling-objection\/","title":{"rendered":"Handling Objection"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/mkt-image.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-22478 aligncenter\" alt=\"mkt image\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/mkt-image.jpg\" width=\"388\" height=\"282\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/mkt-image.jpg 388w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/mkt-image-300x218.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 388px) 100vw, 388px\" \/><\/a>(Business Lounge &#8211; Marketing) &#8211; Untuk menjadi seorang Salesman memang bukan hal yang mudah. Karena itu tingkat turn over yang terjadi juga cukup tinggi, banyak yang menyerah, berhenti dan merasa gagal. Tapi mari kita coba kembali mempelajari baik-baik tahapan sederhana dalam penjualan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu keterampilan yang wajib dimiliki adalah keterampilan berkomunikasi dan bernegosiasi kepada prospek. Keterampilan tersebut akan membantu salesman dalam menjalankan tahapan handling objection dalam siklus penjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Handling objection merupakan kegiatan mengatasi keberatan yang diajukan oleh prospek sehingga terjadi kesepakatan. Tujuan utama dari tahapan ini adalah untuk memberikan solusi atas keberatan yang diajukan prospek dan menjawab keraguan prospek dari kata \u201cTidak\u201d menjadi \u201cMungkin\u201d atau menjadi \u201cYa\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar rekan-rekan salesman menjadi mahir dalam menguasai tahapan handling objection, berikut ini kami berikan kunci agar sukses handling objection!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci sukses handling objection:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/mkt-3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-22479 aligncenter\" alt=\"mkt 3\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/mkt-3.jpg\" width=\"485\" height=\"287\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/mkt-3.jpg 485w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/mkt-3-300x177.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 485px) 100vw, 485px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mendengarkan Lebih Dulu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengarkan menjadi kunci utama. Dengarkan keberatan dan masukan dari prospek dengan empati. Posisikan diri Anda sebagai pendengar yang baik. Hal ini bisa ditunjukkan dengan mempersilakan prospek menyampaikan keberatannya. Tunjukkan sikap tubuh dan mimik wajah sebagai seorang pendengar yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ulangi<\/strong><br \/>\nSaat prospek mengajukan keberatan, seorang Salesman wajib mengulangi keberatan tersebut untuk memastikan agar penangkapannya sama dengan yang dimaksud prospek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Batasi dengan Fokus pada Inti Persoalan yang Dihadapi Prospek<br \/>\n<\/strong><br \/>\nBatasi apa yang diceritakan prospek, tetap fokus dan hindari pembicaraan yang melebar ke hal-hal lain (curhat). Setelah itu, pastikan bahwa kita paham tentang keberatan prospek dan ajukan pertanyaan ke prospek untuk memastikan pengertian Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jawab Keberatan dan Berikan Solusi yang Terbaik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tunjukkan keseriusan dan komitmen Anda untuk membantu memecahkan persoalan ataupun kebutuhan yang dihadapi prospek. Berikan solusi terbaik untuk prospek<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Bersikap Empati<br \/>\n<\/strong><br \/>\nDalam melakukan langkah nomor 1 hingga 4, seorang Salesman wajib melakukannya dengan didasari rasa empati. Dengan empati, prospek akan merasa diperhatikan sehingga akan menimbulkan keterikatan emosi antara prospek dan Salesman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Semakin kuat penjelasan Anda pada tahap presenting, semakin kuat penanganan prospect Anda saat melakukan handling objection<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Selamat mencoba, tahap demi tahap akan menghasilkan sukses !!!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(rf\/ic\/bl)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Foto: thestaffingstream.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Marketing) &#8211; Untuk menjadi seorang Salesman memang bukan hal yang mudah. Karena itu tingkat turn over yang terjadi juga cukup tinggi, banyak yang menyerah, berhenti dan merasa gagal. Tapi mari kita coba kembali mempelajari baik-baik tahapan sederhana dalam penjualan ini. Salah satu keterampilan yang wajib dimiliki adalah keterampilan berkomunikasi dan bernegosiasi kepada prospek. Keterampilan tersebut akan membantu salesman dalam menjalankan tahapan handling objection dalam siklus penjualan. Handling objection merupakan kegiatan mengatasi keberatan yang diajukan oleh prospek sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":24990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22477"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22477"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29011,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22477\/revisions\/29011"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}