{"id":220956,"date":"2026-11-06T23:47:22","date_gmt":"2026-11-06T16:47:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220956"},"modified":"2026-11-06T23:47:22","modified_gmt":"2026-11-06T16:47:22","slug":"dubes-norwegia-kaja-glomm-ingin-tingkatkan-kemitraan-maritim-dan-kerja-sama-global-dengan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/11\/06\/dubes-norwegia-kaja-glomm-ingin-tingkatkan-kemitraan-maritim-dan-kerja-sama-global-dengan-indonesia\/","title":{"rendered":"Dubes Norwegia Kaja Glomm Ingin Tingkatkan Kemitraan Maritim dan Kerja Sama Global dengan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia dan Norwegia memiliki hubungan kemitraan yang telah terjalin lebih dari 75 tahun. Berlandaskan kepercayaan, saling menghormati, serta komitmen terhadap hukum internasional dan kerja sama multilateral, kedua negara memiliki peluang untuk terus memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Penguatan kemitraan tersebut menjadi salah satu prioritas Kaja Glomm, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident Kerajaan Norwegia untuk Republik Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kaja Glomm secara resmi memulai penugasan diplomatiknya setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam upacara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6\/11\/2026). Pada kesempatan tersebut, Presiden menerima surat kepercayaan dari total 11 Duta Besar LBBP Designate Resident negara sahabat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam wawancara di Istana Merdeka, Dubes Glomm menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Norwegia memiliki fondasi kuat yang dibangun selama lebih dari tujuh dekade. Menurutnya, kemitraan kedua negara tidak hanya didasarkan pada kepentingan ekonomi, tetapi juga kesamaan pandangan mengenai pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan kerja sama multilateral.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Norway and Indonesia have a partnership that spans more than 75 years. And it&#8217;s based on mutual trust, respect, and a shared commitment to international law and multilateral cooperation,&#8221; ujar Dubes Glomm.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu bidang yang dinilai memiliki potensi besar adalah kerja sama maritim. Sebagai dua negara yang memiliki karakteristik sebagai negara maritim, Indonesia dan Norwegia mempunyai keterkaitan erat dengan laut, baik dari sisi tanggung jawab maupun peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dubes Glomm menilai kesamaan tersebut menjadi landasan penting untuk memperkuat hubungan kedua negara, terutama dalam memanfaatkan potensi sektor kelautan secara berkelanjutan.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">As maritime nations, we share connections through the obligations but also opportunities that stem from the ocean,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain sektor maritim, Dubes Glomm juga menyoroti sejumlah bidang lain yang menjadi perhatian dalam pengembangan hubungan bilateral, antara lain perdagangan, investasi, dan pendidikan. Ketiga sektor tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah konkret untuk membawa kemitraan Indonesia-Norwegia ke tingkat yang lebih kuat.\u00a0Dalam waktu dekat, kerja sama kedua negara juga akan bergerak melalui agenda internasional, termasuk Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP). Menurut Dubes Glomm, momentum tersebut akan menjadi salah satu langkah penting untuk membawa kemitraan kedua negara ke tahap berikutnya.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Next week, we will bring our partnership one step forward at COP, as well as in trade, investment, and education,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Norwegia memandang Indonesia sebagai mitra penting dalam berbagai agenda global. Kerja sama di bidang perubahan iklim dan kelautan menjadi relevan bagi kedua negara, sejalan dengan kepentingan bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat tata kelola internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyerahan surat kepercayaan H.E. Kaja Glomm berlangsung dalam upacara kenegaraan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan pemberitaan resmi Kementerian Sekretariat Negara, terdapat 11 Duta Besar LBBP Designate Resident yang menyerahkan surat kepercayaan pada hari yang sama. Kesebelas duta besar tersebut berasal dari Austria, Bangladesh, Belgia, Norwegia, Jepang, Swiss, Malaysia, Finlandia, Takhta Suci Vatikan, Suriname, dan Uni Eropa. Penerimaan surat kepercayaan secara langsung oleh Presiden menandai dimulainya tugas diplomatik para duta besar tersebut di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan fondasi hubungan yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, penugasan H.E. Kaja Glomm di Indonesia diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pengembangan kerja sama kedua negara. Penguatan sektor maritim, perdagangan, investasi, pendidikan, serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan global menjadi agenda penting dalam perjalanan kemitraan Indonesia dan Norwegia ke depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Indonesia dan Norwegia memiliki hubungan kemitraan yang telah terjalin lebih dari 75 tahun. Berlandaskan kepercayaan, saling menghormati, serta komitmen terhadap hukum internasional dan kerja sama multilateral, kedua negara memiliki peluang untuk terus memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Penguatan kemitraan tersebut menjadi salah satu prioritas Kaja Glomm, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident Kerajaan Norwegia untuk Republik Indonesia. Kaja Glomm secara resmi memulai penugasan diplomatiknya setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":220957,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1050],"tags":[13943,13942,13941],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220956"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220956"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220958,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220956\/revisions\/220958"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}