{"id":220785,"date":"2026-10-28T06:14:50","date_gmt":"2026-10-27T23:14:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220785"},"modified":"2026-10-28T08:36:53","modified_gmt":"2026-10-28T01:36:53","slug":"paypal-menata-strategi-untuk-mengembalikan-pertumbuhan-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/paypal-menata-strategi-untuk-mengembalikan-pertumbuhan-bisnis\/","title":{"rendered":"PayPal Menata Strategi untuk Mengembalikan Pertumbuhan Bisnis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) PayPal mulai menunjukkan hasil awal dari upaya transformasi bisnis yang dirancang untuk mengembalikan pertumbuhan dan meningkatkan profitabilitas. Perusahaan teknologi keuangan asal Amerika Serikat tersebut menaikkan proyeksi laba setahun penuh 2026 setelah membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba per saham yang disesuaikan pada kuartal ketiga. Pendapatan bersih mencapai US$8,58 miliar, meningkat 2% dibandingkan setahun sebelumnya, sementara laba per saham non-GAAP naik 8% menjadi US$1,45. PayPal kini memperkirakan laba per saham yang disesuaikan untuk sepanjang 2026 mencapai sekitar US$5,60, naik dari proyeksi sebelumnya US$5,38. Perubahan tersebut memberikan sinyal bahwa program efisiensi dan pembaruan strategi mulai berkontribusi terhadap hasil keuangan, meskipun perusahaan masih menghadapi persaingan ketat di pasar pembayaran digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi PayPal, tantangan yang dihadapi bukan sekadar meningkatkan jumlah transaksi. Perusahaan harus meyakinkan investor bahwa bisnisnya masih mampu tumbuh secara berkelanjutan sebagai perusahaan independen, di tengah persaingan dari Apple, Google, dan berbagai perusahaan teknologi keuangan lainnya. Pada masa pandemi, PayPal mendapatkan keuntungan dari lonjakan perdagangan elektronik dan perubahan kebiasaan pembayaran konsumen. Namun, setelah pertumbuhan luar biasa tersebut mereda, perusahaan menghadapi tuntutan baru untuk meningkatkan inovasi, memperkuat hubungan dengan pelanggan, dan menghasilkan keuntungan yang lebih konsisten. CEO Enrique Lores kini mendorong transformasi yang berfokus pada disiplin operasional, pengembangan bisnis konsumen, serta pemanfaatan aset perusahaan yang telah memiliki jaringan pengguna luas.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Kenaikan Proyeksi Belum Menghapus Seluruh Tantangan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peningkatan panduan laba menjadi salah satu perkembangan terpenting dari laporan kuartal ketiga PayPal. Perusahaan menaikkan proyeksi laba per saham non-GAAP setahun penuh menjadi sekitar US$5,60, sementara proyeksi nilai margin transaksi atau <em>transaction margin dollars<\/em> dinaikkan menjadi sekitar US$15,7 miliar. Untuk kuartal keempat, PayPal memperkirakan laba per saham non-GAAP sekitar US$1,43, lebih tinggi daripada US$1,23 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Proyeksi tersebut menunjukkan keyakinan manajemen bahwa perbaikan margin dan pengendalian biaya dapat berlanjut memasuki musim belanja akhir tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, gambaran kinerja PayPal tidak sepenuhnya positif. Pendapatan kuartal ketiga sebesar US$8,58 miliar masih berada di bawah perkiraan analis yang dikutip <em>The Wall Street Journal<\/em>, yakni sekitar US$8,71 miliar. Laba bersih berdasarkan standar akuntansi GAAP turun 14% menjadi US$1,07 miliar, sedangkan laba per saham GAAP turun 4% menjadi US$1,25. Perbedaan antara pertumbuhan laba yang disesuaikan dan penurunan laba GAAP memperlihatkan pentingnya melihat kualitas keuntungan, bukan hanya angka yang digunakan perusahaan untuk menggambarkan kinerja operasionalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Margin operasional non-GAAP PayPal meningkat 16 basis poin menjadi 18,8%, sedangkan margin operasional GAAP justru turun menjadi 16,3%. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi pada sejumlah komponen biaya belum sepenuhnya tercermin dalam semua ukuran profitabilitas. Investor karena itu akan menilai apakah kenaikan panduan laba didukung oleh pertumbuhan bisnis yang kuat atau terutama berasal dari penghematan biaya. Dalam jangka panjang, perusahaan membutuhkan keduanya: operasi yang lebih efisien dan pendapatan yang tumbuh dari penggunaan layanan yang semakin luas.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Enrique Lores Mempercepat Pembenahan Organisasi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepemimpinan Enrique Lores menjadi bagian penting dari perubahan arah PayPal. Ia mengambil alih posisi CEO pada awal 2026 setelah dewan perusahaan mengganti Alex Chriss karena menginginkan percepatan perubahan dan pelaksanaan strategi yang lebih efektif. Lores kini mendorong transformasi multi-tahun yang bertujuan menyederhanakan organisasi, memperbaiki produktivitas, dan memusatkan sumber daya pada bidang yang memiliki peluang pertumbuhan lebih besar. Pendekatan ini menempatkan disiplin pelaksanaan sebagai faktor utama untuk memulihkan kepercayaan investor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu target efisiensi yang diumumkan perusahaan adalah mencapai penghematan biaya kotor tahunan dengan tingkat berjalan atau <em>gross run-rate savings<\/em> sebesar US$700 juta pada akhir 2026. Upaya tersebut didukung pengurangan lebih dari 2.000 posisi pekerjaan dan pemangkasan lebih dari 25% jumlah posisi manajerial. PayPal juga menargetkan penghematan kotor tahunan dengan tingkat berjalan setidaknya US$1,5 miliar dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Angka <em>run-rate<\/em> menggambarkan potensi penghematan tahunan berdasarkan tingkat biaya setelah perubahan diterapkan, bukan berarti seluruh nilai tersebut sudah menjadi penghematan kas yang terealisasi dalam tahun berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengurangan biaya dapat membantu PayPal menghilangkan lapisan birokrasi dan mempercepat pengambilan keputusan. Dalam industri pembayaran digital yang bergerak cepat, struktur organisasi yang lebih sederhana berpotensi membantu perusahaan merespons kebutuhan pedagang dan konsumen dengan lebih efektif. Namun, efisiensi juga memiliki batas. Jika pemangkasan mengurangi kemampuan pengembangan produk, keamanan sistem, atau dukungan pelanggan, penghematan jangka pendek dapat berujung pada penurunan daya saing. Keberhasilan transformasi karena itu perlu diukur dari dampak terhadap produktivitas dan pertumbuhan, bukan hanya jumlah pekerjaan yang dihilangkan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Venmo dan Braintree Memperluas Sumber Pertumbuhan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">PayPal juga berusaha mengurangi ketergantungan pada bisnis pembayaran bermerek yang selama ini menjadi identitas utamanya. Perusahaan memiliki beberapa aset yang dapat mendukung diversifikasi, termasuk Venmo, aplikasi pembayaran antarpengguna yang populer di Amerika Serikat, serta Braintree, platform pemrosesan pembayaran yang melayani berbagai pedagang dan perusahaan digital. Keduanya memberikan akses ke segmen pasar yang berbeda dan dapat membantu PayPal memperluas sumber pendapatan di luar layanan pembayaran saat konsumen berbelanja daring.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Venmo memiliki peluang untuk berkembang dari layanan transfer uang antarpengguna menjadi ekosistem pembayaran dan layanan keuangan yang lebih luas. Dengan memperkuat penggunaan kartu debit, layanan keuangan konsumen, dan transaksi di kalangan pedagang, PayPal dapat meningkatkan frekuensi penggunaan serta nilai ekonomi setiap pengguna. Dalam kuartal ketiga, volume transaksi Venmo tumbuh pada tingkat pertengahan belasan persen, sementara jumlah akun aktif bulanan yang menggunakan kartu debit meningkat lebih dari 55% menjadi 6,7 juta. Perkembangan ini menunjukkan bahwa Venmo dapat menjadi sumber pertumbuhan penting apabila perusahaan berhasil mengubah aktivitas pengguna menjadi pendapatan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Braintree, di sisi lain, memberi PayPal akses ke bisnis pemrosesan pembayaran untuk pedagang dan platform digital. Bisnis semacam ini dapat menghasilkan volume transaksi besar, tetapi perusahaan harus menjaga keseimbangan antara skala dan margin. Tidak semua transaksi memberikan kontribusi keuntungan yang sama setelah biaya pemrosesan dan biaya terkait diperhitungkan. Karena itu, strategi PayPal bukan sekadar mengejar pertumbuhan volume, melainkan memperbaiki komposisi transaksi agar setiap dolar pembayaran yang diproses menghasilkan kontribusi ekonomi yang lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">CEO Lores juga menyatakan bahwa perusahaan ingin mengalihkan sebagian perhatian dan investasi kembali kepada bisnis konsumen, setelah dalam beberapa tahun terakhir banyak sumber daya diarahkan pada pedagang. Langkah tersebut berpotensi memperkuat hubungan langsung dengan pengguna akhir, tetapi keberhasilannya bergantung pada kemampuan PayPal menawarkan pengalaman yang relevan, sederhana, dan kompetitif. Konsumen kini memiliki banyak pilihan pembayaran yang terintegrasi langsung dengan perangkat, aplikasi, dan layanan perdagangan digital. PayPal harus memberikan alasan yang jelas agar pengguna tetap memilih layanannya.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Volume Pembayaran Tumbuh di Tengah Persaingan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Total volume pembayaran PayPal mencapai US$487,1 miliar pada kuartal ketiga, naik sekitar 6% dibandingkan setahun sebelumnya atau 7% setelah penyesuaian nilai tukar. Jumlah transaksi pembayaran meningkat 7% menjadi 6,8 miliar, sedangkan jumlah akun aktif bertambah 0,6% menjadi sekitar 440 juta. Angka tersebut memperlihatkan bahwa jaringan pembayaran PayPal masih memiliki skala besar dan aktivitas transaksi tetap tumbuh, meskipun penambahan jumlah akun berlangsung lebih lambat dibandingkan pertumbuhan volume pembayaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesenjangan antara pertumbuhan akun dan volume transaksi memiliki arti strategis. PayPal dapat meningkatkan nilai bisnisnya jika pengguna yang sudah ada semakin sering bertransaksi atau menggunakan lebih banyak layanan. Pendekatan ini berpotensi lebih efisien daripada hanya mengandalkan akuisisi pengguna baru, yang memerlukan biaya pemasaran dan promosi. Namun, peningkatan aktivitas harus tetap menghasilkan margin yang memadai, terutama ketika persaingan harga dan biaya pemrosesan dapat menekan keuntungan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi konsumen Amerika Serikat juga menjadi faktor pendukung. Meskipun ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi masih membayangi, belanja konsumen tetap bertahan dan menopang aktivitas di industri pembayaran. Kuartal keempat akan menjadi periode penting karena mencakup musim belanja akhir tahun, termasuk Black Friday, Cyber Monday, dan Natal. Periode ini biasanya meningkatkan transaksi e-commerce dan pembayaran ritel, tetapi juga menuntut kesiapan sistem serta layanan pelanggan dalam menghadapi lonjakan aktivitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PayPal memperkirakan laba per saham non-GAAP kuartal keempat sebesar US$1,43, di atas perkiraan analis yang dikutip Reuters sekitar US$1,35. Meski demikian, perusahaan perlu memastikan bahwa peningkatan transaksi selama musim belanja tidak hanya memperbesar volume, tetapi juga memperkuat margin. Kinerja pada periode ini dapat memberikan gambaran tentang kemampuan PayPal memanfaatkan skala jaringannya sekaligus menjaga efisiensi biaya.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">AI Menjadi Alat Efisiensi Operasional<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain reorganisasi, PayPal mempercepat penggunaan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi. Salah satu penerapannya adalah penggunaan agen percakapan berbasis AI untuk membantu layanan pelanggan. Teknologi tersebut berpotensi menangani pertanyaan rutin, mempercepat pencarian informasi, dan mengurangi beban pada petugas layanan manusia. Jika diterapkan dengan baik, AI dapat membantu perusahaan melayani pelanggan dalam skala besar tanpa harus meningkatkan biaya operasional secara proporsional terhadap pertumbuhan transaksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan AI juga dapat mendukung pengelolaan risiko, deteksi penipuan, analisis pola transaksi, dan personalisasi pengalaman pengguna. Dalam bisnis pembayaran digital, kemampuan mengidentifikasi aktivitas mencurigakan secara cepat menjadi penting karena kepercayaan konsumen dan pedagang sangat bergantung pada keamanan transaksi. Namun, penerapan AI harus disertai pengawasan manusia, perlindungan data, serta pengujian yang memadai untuk mencegah keputusan keliru yang dapat merugikan pelanggan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi PayPal, teknologi akan bernilai apabila menghasilkan perbaikan yang terukur pada biaya, kecepatan layanan, tingkat keberhasilan transaksi, atau kepuasan pelanggan. Penggunaan AI tidak dengan sendirinya menjamin peningkatan keuntungan. Perusahaan harus memilih penerapan yang paling relevan dengan kebutuhan bisnis dan memastikan bahwa penghematan yang dihasilkan tidak diimbangi oleh biaya teknologi, risiko operasional, atau penurunan kualitas layanan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Status Independen PayPal Menjadi Perhatian Investor<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan strategi PayPal juga berlangsung di tengah perhatian terhadap kemungkinan transaksi pengambilalihan. Sebelumnya, Stripe dan perusahaan ekuitas swasta Advent International dilaporkan pernah mengajukan tawaran pembelian PayPal dengan nilai sekitar US$53 miliar, berdasarkan harga US$60,50 per saham. Dewan PayPal menilai tawaran tersebut tidak memadai, dan belum ada transaksi yang diumumkan sebagai kesepakatan final. Perkembangan itu menambah tekanan bagi manajemen untuk menunjukkan bahwa PayPal masih mampu menciptakan nilai sebagai perusahaan independen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi investor, pertanyaan utamanya adalah apakah PayPal dapat mempercepat pertumbuhan tanpa mengandalkan transaksi korporasi besar. Kenaikan proyeksi laba memberi manajemen ruang untuk menunjukkan bahwa penghematan biaya, pertumbuhan Venmo, dan penguatan bisnis pembayaran mulai menghasilkan dampak finansial. Namun, pasar akan terus memantau apakah pendapatan dapat tumbuh lebih cepat, margin membaik secara konsisten, dan investasi pada konsumen menghasilkan sumber keuntungan baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PayPal saat ini berada pada tahap pembuktian. Perusahaan masih memiliki jaringan pengguna besar, volume pembayaran yang terus meningkat, dan merek yang dikenal luas. Akan tetapi, keunggulan tersebut harus diterjemahkan menjadi produk yang lebih kompetitif dan model bisnis yang lebih menguntungkan. Jika transformasi berjalan sesuai rencana, PayPal dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan pembayaran dan keuangan digital. Jika pertumbuhan tetap terbatas sementara pesaing terus memperluas layanan, penghematan biaya saja tidak akan cukup untuk menjamin daya saing jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) PayPal mulai menunjukkan hasil awal dari upaya transformasi bisnis yang dirancang untuk mengembalikan pertumbuhan dan meningkatkan profitabilitas. Perusahaan teknologi keuangan asal Amerika Serikat tersebut menaikkan proyeksi laba setahun penuh 2026 setelah membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba per saham yang disesuaikan pada kuartal ketiga. Pendapatan bersih mencapai US$8,58 miliar, meningkat 2% dibandingkan setahun sebelumnya, sementara laba per saham non-GAAP naik 8% menjadi US$1,45. PayPal kini memperkirakan laba per saham yang disesuaikan untuk sepanjang 2026 mencapai sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":191059,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[6742],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220785"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220785"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220786,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220785\/revisions\/220786"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}