{"id":220775,"date":"2026-10-27T20:27:28","date_gmt":"2026-10-27T13:27:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220775"},"modified":"2026-10-27T20:27:28","modified_gmt":"2026-10-27T13:27:28","slug":"as-dan-indonesia-bekerja-sama-melindungi-situs-bangkai-kapal-uss-houston","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/as-dan-indonesia-bekerja-sama-melindungi-situs-bangkai-kapal-uss-houston\/","title":{"rendered":"AS dan Indonesia Bekerja Sama Melindungi Situs Bangkai Kapal USS Houston"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta meluncurkan proyek selama dua tahun untuk melindungi dan melestarikan situs bangkai kapal USS Houston, kapal penjelajah berat milik AS yang tenggelam dalam Perang Dunia II. Proyek ini didukung oleh Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP) dari Departemen Luar Negeri AS sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah maritim yang dimiliki bersama oleh Indonesia dan Amerika Serikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksanaan proyek melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia serta organisasi nirlaba lokal, Organization of Sustainable Exotica Village. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat peran masyarakat setempat dalam menjaga situs tersebut dari aktivitas pengambilan barang secara ilegal dan praktik penangkapan ikan yang merusak.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Melibatkan Masyarakat dalam Pelestarian Situs<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui proyek ini, tiga kelompok pengawasan berbasis masyarakat akan dibentuk dan dilatih untuk memantau kondisi situs bangkai kapal. Kelompok tersebut diharapkan dapat membantu mencegah aktivitas pengambilan barang tanpa izin serta praktik penangkapan ikan yang berpotensi merusak situs bersejarah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan dukungan tenaga ahli dari AS, proyek ini juga mencakup penyusunan materi pelatihan dan perangkat pelaporan, pendirian pusat informasi, serta pelaksanaan kampanye kesadaran publik. Berbagai kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya melindungi situs bangkai kapal USS Houston.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar AS di Jakarta, Joy Sakurai, mengatakan bahwa perlindungan USS Houston merupakan tanggung jawab bersama kedua negara.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui proyek ini, masyarakat Indonesia, mitra pemerintah, dan para ahli AS akan bekerja berdampingan untuk melindungi tempat peristirahatan terakhir ratusan personel militer AS serta situs penting dalam sejarah Perang Dunia II,\u201d ujar Sakurai dalam sambutannya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyampaikan bahwa upaya pelestarian ini menjadi salah satu cara untuk menghormati sejarah AS, seiring dengan peringatan <em>Freedom 250<\/em>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">USS Houston dan Sejarah Perang Dunia II<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 1 Maret 1942, kapal USS Houston bersama kapal penjelajah Australia HMAS Perth terlibat dalam pertempuran melawan pasukan musuh di Selat Sunda, lepas pantai Jawa. Dalam peristiwa tersebut, lebih dari 1.200 pelaut kehilangan nyawa, termasuk sekitar 650 pelaut dan anggota Korps Marinir AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangkai kapal USS Houston kini menjadi makam perang sekaligus tempat peristirahatan terakhir bagi banyak awaknya. Namun, situs tersebut menghadapi ancaman akibat aktivitas pengambilan barang tanpa izin dan praktik penangkapan ikan yang merusak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nia Naelul Hasahan Ridwan, pemimpin proyek AFCP 2026, menekankan pentingnya komitmen bersama pemerintah Indonesia dan AS, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, untuk menjaga kelestarian situs dalam jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap proyek ini dapat menjadi model percontohan kerja sama bilateral yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan dan pelestarian warisan budaya.\u00a0Nia merupakan kandidat doktor bidang arkeologi di Flinders University sekaligus peneliti arkeologi maritim bawah air di Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program Ambassadors Fund for Cultural Preservation didirikan pada 2001 untuk mendukung pelestarian warisan budaya di berbagai negara, termasuk bangunan bersejarah, situs arkeologi, manuskrip, dan bangkai kapal. Melalui proyek ini, AS dan Indonesia berupaya menjaga situs USS Houston agar tetap terlindungi dan kisah sejarahnya dapat dikenal oleh generasi mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta meluncurkan proyek selama dua tahun untuk melindungi dan melestarikan situs bangkai kapal USS Houston, kapal penjelajah berat milik AS yang tenggelam dalam Perang Dunia II. Proyek ini didukung oleh Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP) dari Departemen Luar Negeri AS sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah maritim yang dimiliki bersama oleh Indonesia dan Amerika Serikat. Pelaksanaan proyek melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia serta organisasi nirlaba [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":220776,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1049],"tags":[13370],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220775"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220775"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220777,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220775\/revisions\/220777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}