{"id":220403,"date":"2026-10-01T13:10:43","date_gmt":"2026-10-01T06:10:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220403"},"modified":"2026-10-01T15:21:46","modified_gmt":"2026-10-01T08:21:46","slug":"boots-menjadi-aset-strategis-baru-bagi-weston","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/10\/01\/boots-menjadi-aset-strategis-baru-bagi-weston\/","title":{"rendered":"Boots Menjadi Aset Strategis Baru Bagi Weston"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge-Global News) Boots sedang mendekati babak baru dalam sejarah panjangnya. Jaringan apotek dan ritel kesehatan Inggris itu dikabarkan semakin dekat untuk berpindah tangan dari Sycamore Partners kepada cabang Kanada keluarga Weston dengan nilai transaksi sekitar US$9 miliar, termasuk utang. Jika kesepakatan tersebut selesai, Boots akan kembali berada di bawah kelompok pemilik yang memiliki pengalaman panjang dalam bisnis ritel makanan, kesehatan dan farmasi. Bagi Sycamore, transaksi ini sekaligus menjadi bagian penting dari strategi membongkar Walgreens menjadi beberapa bisnis yang lebih fokus setelah perusahaan private equity tersebut mengambil alih Walgreens Boots Alliance pada 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesepakatan ini memperlihatkan bagaimana private equity sering melihat perusahaan ritel bukan sebagai satu kesatuan permanen, melainkan sebagai kumpulan aset yang masing-masing dapat memiliki pemilik dan strategi berbeda. Sycamore mengakuisisi Walgreens Boots Alliance dengan nilai sekitar US$23,7 miliar, lalu memisahkan grup tersebut menjadi lima unit yang berdiri sendiri. Boots menjadi salah satu aset yang segera diposisikan untuk dijual. Strategi semacam ini memungkinkan pemilik baru memusatkan perhatian pada bisnis yang dianggap memiliki prospek berbeda, sekaligus membuka kemungkinan bahwa setiap unit dapat memperoleh pemilik yang lebih sesuai dengan karakter bisnisnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menariknya, Boots bukan perusahaan yang sedang kehilangan seluruh daya tarik komersialnya. Justru dalam beberapa tahun terakhir bisnis tersebut mulai menunjukkan pemulihan. <em>Financial Times<\/em> melaporkan bahwa pendapatan Boots meningkat 3,2% menjadi \u00a37,5 miliar untuk tahun yang berakhir pada Agustus 2025, sementara laba sebelum pajak meningkat sekitar seperempat menjadi \u00a3337 juta. Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan terhadap produk kecantikan baru serta meningkatnya penggunaan obat penurunan berat badan. Artinya, di balik label sebagai jaringan apotek tradisional, Boots memiliki kombinasi bisnis farmasi, kesehatan dan kecantikan yang dapat menjadi mesin pertumbuhan dengan karakter konsumen yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah yang membuat Boots berbeda dari sekadar jaringan toko obat. Lebih dari 1.800 gerai Boots tersebar di Inggris, menjadikannya salah satu jaringan ritel dengan kehadiran fisik yang kuat di kawasan tersebut. Perusahaan juga menyediakan layanan farmasi yang didanai oleh National Health Service. Kombinasi antara toko, apotek dan layanan kesehatan menciptakan hubungan yang relatif rutin dengan konsumen. Seseorang mungkin datang ke Boots untuk resep dokter, tetapi pada saat yang sama membeli produk perawatan kulit, kosmetik, vitamin atau kebutuhan kesehatan lainnya. Model tersebut memberi Boots beberapa sumber pendapatan sekaligus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi keluarga Weston, aset semacam itu memiliki hubungan yang cukup logis dengan bisnis yang sudah mereka miliki. Cabang keluarga Weston di Kanada mengendalikan Loblaws, salah satu kelompok supermarket terbesar Kanada, serta Shoppers Drug Mart, jaringan farmasi besar di negara tersebut, melalui Wittington Investments. Dengan demikian, Boots bukan sekadar akuisisi terhadap merek Inggris yang terkenal. Ia dapat menjadi tambahan bagi pengalaman keluarga Weston dalam mengelola bisnis yang menggabungkan ritel skala besar, kesehatan, farmasi dan produk konsumen. Pengalaman tersebut berpotensi relevan ketika Boots menghadapi perubahan perilaku konsumen dan persaingan digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan kepemilikan juga memperlihatkan betapa kompleksnya perjalanan Boots dalam beberapa tahun terakhir. Walgreens sebelumnya telah mengeksplorasi penjualan Boots pada 2022, tetapi proses tersebut tidak menghasilkan transaksi karena kondisi pasar. Setelah Sycamore mengambil alih Walgreens, masa depan Boots kembali menjadi bahan spekulasi. Pada April 2026, Reuters melaporkan bahwa pemilik Boots sedang bekerja dengan konsultan untuk mengevaluasi perubahan strategi, termasuk kemungkinan penawaran saham perdana di London pada 2027. Penjualan kepada investor strategis atau private equity juga berada dalam pilihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rencana IPO tersebut menarik karena Boots sempat dipandang sebagai salah satu perusahaan yang dapat membantu menghidupkan kembali pasar modal London. Dengan sejarah panjang, skala bisnis yang besar dan merek yang sangat dikenal masyarakat Inggris, pencatatan saham Boots akan menjadi transaksi penting bagi pasar domestik. Namun, jika penjualan kepada keluarga Weston terealisasi, peluang IPO dalam waktu dekat kemungkinan akan berubah. <em>Financial Times<\/em> menyebut potensi transaksi ini sebagai kehilangan bagi City of London karena sebelumnya terdapat harapan bahwa Boots dapat kembali menjadi perusahaan publik Inggris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Sycamore, logika transaksinya berbeda. Private equity biasanya membeli perusahaan dengan tujuan meningkatkan nilai bisnis sebelum melakukan pelepasan aset. Dalam kasus Walgreens, Sycamore memperoleh kendali melalui transaksi besar dan kemudian memisahkan bisnis-bisnisnya. Penjualan Boots sekitar US$9 miliar akan menjadi indikasi bahwa strategi pemisahan tersebut dapat menghasilkan nilai dari salah satu aset paling dikenal dalam portofolio Walgreens. Pada saat yang sama, Sycamore dapat mengarahkan lebih banyak energi dan modal kepada Walgreens di Amerika Serikat, yang masih memiliki sekitar 8.000 toko di seluruh 50 negara bagian dan Puerto Rico.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, nilai Boots tidak hanya terletak pada jumlah gerainya. Merek ini memiliki sejarah lebih dari 175 tahun dan posisi yang sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Inggris. Tantangannya adalah bagaimana mengubah kekuatan historis tersebut menjadi pertumbuhan baru. Industri farmasi ritel sedang menghadapi perubahan besar, sementara konsumen kecantikan semakin terbiasa membeli produk melalui platform digital. Di sisi lain, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan preventif, wellness dan obat-obatan baru menciptakan kategori pertumbuhan yang sebelumnya tidak menjadi bagian utama dari bisnis apotek tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, kemungkinan perubahan kepemilikan Boots sebenarnya merupakan bagian dari perubahan yang lebih luas dalam industri ritel kesehatan. Apotek modern tidak lagi hanya menjual obat. Ia menjadi tempat konsumen mendapatkan layanan kesehatan, membeli produk kecantikan, mencari solusi wellness dan memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Pemilik baru yang mampu menggabungkan jaringan fisik Boots dengan pengalaman digital, layanan kesehatan dan portofolio kecantikan dapat mengembangkan model bisnis yang jauh lebih luas daripada konsep apotek konvensional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kisah Boots juga memperlihatkan bahwa merek ritel tua tidak selalu kehilangan nilai ketika struktur industrinya berubah. Sebaliknya, jaringan fisik, kepercayaan konsumen dan sejarah merek dapat menjadi aset strategis ketika dipadukan dengan modal serta strategi baru. Setelah berpindah dari Walgreens ke Sycamore dan kini berpotensi menuju keluarga Weston, Boots kembali memasuki fase transformasi. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang memiliki jaringan apotek tersebut, tetapi bagaimana pemilik berikutnya memanfaatkan kombinasi kesehatan, kecantikan, farmasi dan ritel yang membuat Boots tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sumber internasional: The Wall Street Journal, Reuters, dan Financial Times.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge-Global News) Boots sedang mendekati babak baru dalam sejarah panjangnya. Jaringan apotek dan ritel kesehatan Inggris itu dikabarkan semakin dekat untuk berpindah tangan dari Sycamore Partners kepada cabang Kanada keluarga Weston dengan nilai transaksi sekitar US$9 miliar, termasuk utang. Jika kesepakatan tersebut selesai, Boots akan kembali berada di bawah kelompok pemilik yang memiliki pengalaman panjang dalam bisnis ritel makanan, kesehatan dan farmasi. Bagi Sycamore, transaksi ini sekaligus menjadi bagian penting dari strategi membongkar Walgreens menjadi beberapa bisnis yang lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":220404,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[3295],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220403"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220403"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220405,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220403\/revisions\/220405"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}