{"id":220366,"date":"2026-09-30T10:11:14","date_gmt":"2026-09-30T03:11:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220366"},"modified":"2026-09-30T13:14:29","modified_gmt":"2026-09-30T06:14:29","slug":"legrand-menunggangi-ledakan-data-center-berbasis-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/30\/legrand-menunggangi-ledakan-data-center-berbasis-ai\/","title":{"rendered":"Legrand Menunggangi Ledakan Data Center Berbasis AI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Ledakan pembangunan pusat data yang dipicu oleh kecerdasan buatan mulai menciptakan pemenang di luar perusahaan teknologi yang selama ini menjadi sorotan utama. Salah satunya adalah Legrand, perusahaan Prancis yang memasok berbagai peralatan kelistrikan dan infrastruktur digital untuk bangunan serta pusat data. Saham Legrand naik sekitar 6,2% setelah perusahaan menaikkan target jangka menengahnya, dengan alasan kuatnya pertumbuhan bisnis data center. Kenaikan tersebut membuat saham Legrand telah meningkat sekitar 12% sejak awal 2026. <em>The Wall Street Journal<\/em> melaporkan bahwa perusahaan kini memperkirakan pertumbuhan penjualan organik tahunan sebesar 6% hingga 8% pada 2027\u20132030, lebih tinggi dibandingkan target sebelumnya 3% hingga 5%. Legrand juga menaikkan target margin operasi yang disesuaikan menjadi 21%\u201322%, dari sekitar 20% sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan target tersebut memperlihatkan bagaimana revolusi AI memiliki rantai ekonomi yang jauh lebih panjang daripada sekadar pembuatan chip atau pengembangan model kecerdasan buatan. Setiap pusat data membutuhkan listrik dalam jumlah sangat besar, distribusi daya yang stabil, sistem pendinginan, konektivitas, pengawasan infrastruktur, serta berbagai perlengkapan yang memungkinkan server bekerja tanpa gangguan. Legrand berada tepat di lapisan infrastruktur tersebut. Dalam Capital Markets Day pada September 2026, perusahaan mengatakan bisnis data center diperkirakan menghasilkan lebih dari \u20ac3 miliar penjualan pada tahun ini. Portofolionya mencakup sistem kelistrikan kritis, infrastruktur fisik untuk komputasi, sistem pemantauan dan pengendalian, pendinginan serta layanan pengujian dan siklus hidup fasilitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan ini sudah terlihat dalam laporan keuangan sebelum target baru diumumkan. Pada semester pertama 2026, penjualan Legrand meningkat 17% jika tidak memperhitungkan pengaruh nilai tukar, dengan pertumbuhan organik sebesar 9,8% dan tambahan 6,9% dari akuisisi. Margin operasi yang disesuaikan mencapai 20,8%, sedangkan laba bersih yang menjadi bagian pemegang saham meningkat 11,2%. Perusahaan menyebut pusat data, transisi energi dan akuisisi sebagai pendorong utama kinerja tersebut. Bahkan pada Juli, Legrand telah menaikkan proyeksi pertumbuhan penjualan 2026 menjadi 16%\u201319%, dari perkiraan sebelumnya 10%\u201315%. <em>Reuters<\/em> mencatat bahwa Amerika Serikat menjadi mesin pertumbuhan utama karena investasi infrastruktur pusat data terus meningkat; negara tersebut menyumbang 44,4% pendapatan Legrand.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada perubahan struktural yang lebih besar di balik angka-angka tersebut. AI membuat kebutuhan terhadap pusat data meningkat bukan hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam kepadatan komputasi. Server yang menjalankan model AI membutuhkan daya dan sistem pendinginan yang jauh lebih besar dibandingkan sebagian beban komputasi tradisional. Legrand memperkirakan kapasitas IT pusat data global yang terpasang sekitar 80 gigawatt saat ini dapat meningkat menjadi 180 gigawatt pada 2030. Jika perkiraan tersebut terealisasi, kebutuhan terhadap infrastruktur kelistrikan, distribusi daya dan pendinginan akan ikut meningkat secara signifikan. <em>Reuters<\/em> melaporkan bahwa CEO Beno\u00eet Coquart melihat investasi AI pelanggan tetap kuat meskipun sejumlah perusahaan teknologi mulai membicarakan kebutuhan untuk lebih berhati-hati dalam mengembangkan model AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legrand juga tidak sekadar menunggu pertumbuhan pasar tersebut datang dengan sendirinya. Perusahaan aktif melakukan akuisisi untuk memperkuat posisinya di bidang data center dan transisi energi. Pada semester pertama saja, Legrand menyelesaikan tujuh akuisisi yang seluruhnya diarahkan ke pasar dengan pertumbuhan tinggi. Salah satu contohnya adalah akuisisi Girtz Industries di Amerika Serikat, perusahaan yang mengembangkan solusi integrasi daya modular dan layanan pengujian yang banyak digunakan pusat data. Girtz memiliki sekitar 300 karyawan dan pendapatan tahunan hampir US$80 juta. Strategi tersebut menunjukkan bahwa Legrand berusaha mengisi berbagai bagian rantai nilai, bukan hanya menjual satu kategori produk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komposisi bisnis perusahaan pun mulai berubah. Pada 2025, solusi yang berkaitan dengan transisi energi dan digital menyumbang 53% penjualan Legrand, dibandingkan sekitar 47% pada 2024 dan 38% pada 2020. Di dalamnya, solusi data center sendiri menyumbang 26% penjualan, sementara solusi transisi energi mencapai 22% dan digital lifestyle 5%. Dalam strategi hingga 2030, Legrand memperkirakan porsi bisnis transisi energi dan digital tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 70% dari total pendapatan. Perubahan ini penting karena bisnis konstruksi tradisional memiliki pola pertumbuhan yang berbeda dengan kebutuhan digitalisasi dan elektrifikasi yang didorong AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Target baru juga memberikan gambaran bagaimana Legrand ingin menggunakan arus kas dari bisnis yang berkembang untuk mempercepat transformasi portofolionya. Perusahaan berencana mengalokasikan sekitar 60% <em>free cash flow<\/em> untuk akuisisi, disertai pembelian kembali saham secara selektif dan pembayaran dividen reguler. Pada saat yang sama, perusahaan memperkirakan kontribusi akuisisi dapat menambah rata-rata sekitar 5% terhadap pertumbuhan pendapatan, sementara pelepasan sejumlah bisnis dengan nilai penjualan sekitar \u20ac500 juta hingga \u20ac1 miliar dapat dilakukan untuk merampingkan portofolio. Dengan demikian, pertumbuhan Legrand tidak hanya bergantung pada ekspansi organik, tetapi juga pada keputusan mengenai bisnis mana yang ingin diperbesar dan mana yang tidak lagi menjadi prioritas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, ledakan data center juga membawa risiko tersendiri. Besarnya investasi yang diumumkan oleh perusahaan teknologi tidak otomatis berarti seluruh proyek akan selesai. Biaya konstruksi, keterbatasan listrik, ketersediaan jaringan, perubahan teknologi dan perkembangan ekonomi dapat memengaruhi jadwal pembangunan. <em>Barron&#8217;s<\/em> baru-baru ini mengutip analisis akademik yang memperkirakan sebagian besar proyek pusat data yang direncanakan di Amerika Serikat dapat tertunda atau bahkan tidak pernah dibangun. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa perusahaan infrastruktur tetap menghadapi risiko apabila ekspansi kapasitas AI ternyata berlangsung lebih lambat daripada ekspektasi pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, posisi Legrand memperlihatkan sebuah perubahan penting dalam ekonomi digital. AI memang membutuhkan chip, perangkat lunak dan model komputasi, tetapi semua itu pada akhirnya membutuhkan tempat untuk beroperasi, listrik untuk menyalakan mesin dan sistem untuk menjaga suhu serta keandalan fasilitas. Di balik setiap pusat data yang terlihat sebagai bangunan penuh server, terdapat lapisan infrastruktur yang jauh lebih luas dan tidak selalu terlihat oleh konsumen. Legrand sedang mengambil posisi di lapisan tersebut. Kenaikan target hingga 2030 menunjukkan bahwa perusahaan melihat ledakan AI bukan sebagai fenomena teknologi jangka pendek, melainkan sebagai perubahan struktural yang dapat meningkatkan kebutuhan terhadap listrik, digitalisasi dan infrastruktur data selama bertahun-tahun. Bagi Legrand, masa depan AI bukan hanya berada di dalam komputer. Sebagian peluang ekonominya justru berada di kabel, distribusi daya, pendinginan dan infrastruktur yang membuat komputer-komputer tersebut tetap menyala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber internasional: <em>The Wall Street Journal<\/em>, <em>Reuters<\/em>, <em>Barron&#8217;s<\/em>, dan <em>Legrand<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Ledakan pembangunan pusat data yang dipicu oleh kecerdasan buatan mulai menciptakan pemenang di luar perusahaan teknologi yang selama ini menjadi sorotan utama. Salah satunya adalah Legrand, perusahaan Prancis yang memasok berbagai peralatan kelistrikan dan infrastruktur digital untuk bangunan serta pusat data. Saham Legrand naik sekitar 6,2% setelah perusahaan menaikkan target jangka menengahnya, dengan alasan kuatnya pertumbuhan bisnis data center. Kenaikan tersebut membuat saham Legrand telah meningkat sekitar 12% sejak awal 2026. The Wall Street Journal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":220367,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[13811],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220366"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220366"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220368,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220366\/revisions\/220368"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}