{"id":220198,"date":"2026-09-22T14:00:05","date_gmt":"2026-09-22T07:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220198"},"modified":"2026-09-22T20:17:53","modified_gmt":"2026-09-22T13:17:53","slug":"silver-lake-hadapi-icahn-dalam-sengketa-endeavor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/22\/silver-lake-hadapi-icahn-dalam-sengketa-endeavor\/","title":{"rendered":"Silver Lake Hadapi Icahn dalam Sengketa Endeavor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Dunia private equity dan merger arbitrage kini berhadapan dengan pertarungan hukum yang berpotensi mengubah cara investor memainkan transaksi akuisisi perusahaan publik. Silver Lake menggugat Carl Icahn dan sejumlah hedge fund di Pengadilan Chancery Delaware, dengan meminta hakim menyatakan bahwa pembelian saham Endeavor setelah pengumuman akuisisi serta koordinasi di antara sejumlah investor tidak semestinya digunakan untuk mengejar pembayaran tambahan melalui proses <em>appraisal<\/em>. Sengketa tersebut berakar pada akuisisi Endeavor senilai sekitar US$13 miliar yang diselesaikan Silver Lake pada Maret 2025 dengan harga US$27,50 per saham.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di permukaan, perkara ini terlihat seperti perselisihan mengenai harga sebuah perusahaan. Namun di baliknya terdapat mekanisme hukum yang sangat penting bagi pasar modal Amerika Serikat. Dalam hukum korporasi Delaware, pemegang saham tertentu yang tidak setuju dengan sebuah merger dapat meminta pengadilan menentukan nilai wajar saham mereka melalui proses <em>appraisal<\/em>. Nilai yang ditetapkan hakim dapat berada di atas maupun di bawah harga transaksi. Karena itu, ketika sebuah merger diumumkan tetapi terdapat alasan untuk memperkirakan nilai perusahaan sesungguhnya lebih tinggi, muncul strategi yang dikenal sebagai <em>appraisal arbitrage<\/em>. Investor membeli saham setelah transaksi diumumkan dan kemudian berusaha memperoleh nilai yang ditentukan pengadilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Endeavor menjadi sasaran menarik bagi strategi tersebut karena struktur asetnya berubah secara signifikan setelah kesepakatan dengan Silver Lake diumumkan. Salah satu aset terpenting Endeavor adalah kepemilikan mayoritas di TKO Group Holdings, perusahaan yang menaungi aset olahraga seperti UFC dan WWE. Setelah pengumuman transaksi Endeavor, saham TKO mengalami kenaikan, sehingga sebagian investor mulai melihat adanya kemungkinan bahwa nilai aset yang dimiliki Endeavor lebih tinggi daripada harga yang ditawarkan Silver Lake. Dalam perkara appraisal yang telah berjalan, sekitar 149,25 juta saham Endeavor diajukan untuk memperoleh penilaian pengadilan, dengan nilai sekitar US$4,1 miliar berdasarkan harga transaksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Silver Lake mempertahankan harga US$27,50 per saham dan kini berusaha menggagalkan upaya sejumlah investor yang menurutnya masuk ke Endeavor setelah kesepakatan diumumkan semata-mata untuk mengejar keuntungan dari proses appraisal. Dalam gugatan tersebut, Silver Lake juga menuduh Icahn berkoordinasi dengan beberapa hedge fund, termasuk Troluce Capital Advisors dan Pentwater Capital. Perusahaan menilai pola pembelian saham dan strategi hukum tersebut merupakan upaya menggunakan mekanisme appraisal untuk menghasilkan keuntungan yang tidak dimaksudkan oleh undang-undang. Icahn sendiri tidak mengajukan perkara appraisal, melainkan menempuh gugatan terpisah yang menuduh manajemen Endeavor dan Silver Lake melanggar kewajiban fidusia terhadap pemegang saham.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalannya menjadi semakin kompleks karena pengadilan Delaware sebelumnya memang telah mengakui bahwa investor yang membeli saham setelah pengumuman merger dapat memiliki hak untuk mengajukan perkara appraisal. Artinya, argumen Silver Lake bukan sekadar pertanyaan apakah investor membeli saham terlalu terlambat, tetapi apakah cara investor tersebut menggunakan hak yang diberikan hukum telah berubah menjadi strategi arbitrase yang tidak sesuai dengan tujuan aturan appraisal. Reuters melaporkan bahwa keputusan yang diminta Silver Lake dapat melindungi perusahaan dari kewajiban pembayaran tambahan yang nilainya berpotensi mencapai ratusan juta dolar atau lebih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah transaksi merger dapat menciptakan pasar baru di sekeliling transaksi itu sendiri. Begitu harga akuisisi ditentukan, saham perusahaan target tidak lagi hanya menjadi instrumen taruhan terhadap kinerja bisnis. Saham tersebut dapat berubah menjadi instrumen untuk memperkirakan hasil merger, risiko pembatalan transaksi, tingkat bunga yang mungkin diterapkan dalam appraisal, dan kemungkinan hakim menetapkan nilai perusahaan lebih tinggi daripada harga kesepakatan. Dalam situasi seperti ini, investor tidak selalu harus percaya bahwa perusahaan akan tumbuh lebih cepat. Mereka hanya perlu melihat adanya perbedaan antara harga transaksi dan kemungkinan nilai yang dapat diberikan melalui mekanisme hukum. Perbedaan kecil sekalipun dapat menjadi berarti ketika jumlah saham yang terlibat mencapai miliaran dolar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejarah antara Silver Lake dan Icahn membuat sengketa ini semakin menarik. Keduanya pernah berhadapan dalam transaksi Dell pada 2013 ketika Silver Lake bekerja sama dengan Michael Dell untuk membawa Dell menjadi perusahaan privat senilai sekitar US$25 miliar. Icahn menentang transaksi tersebut dan berpendapat harga yang ditawarkan terlalu rendah. Setelah harga dinaikkan, pemegang saham akhirnya menyetujui transaksi. Beberapa tahun kemudian, perkara appraisal terkait transaksi Dell kembali membawa persoalan tersebut ke pengadilan Delaware. Hakim sempat menyatakan bahwa Silver Lake dan Dell membayar terlalu rendah, tetapi putusan itu kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung Delaware.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang membuat perkara Endeavor jauh lebih penting bagi industri adalah skalanya. Lebih dari 70% saham publik Endeavor telah mengajukan hak appraisal, menjadikannya perkara appraisal terbesar dalam sejarah Delaware menurut laporan <em>The Wall Street Journal<\/em>. Pada saat yang sama, reformasi hukum korporasi Delaware pada tahun sebelumnya membuat sejumlah jenis gugatan terhadap transaksi yang melibatkan pemegang saham pengendali menjadi lebih sulit. Reuters mencatat bahwa perubahan tersebut dapat ikut mendorong meningkatnya penggunaan appraisal sebagai jalur alternatif bagi investor yang ingin menantang nilai sebuah transaksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi pasar, hasil perkara ini akan lebih luas daripada sekadar menentukan berapa banyak uang yang harus dibayarkan Silver Lake kepada pemegang saham Endeavor. Putusan tersebut dapat membantu memperjelas batas antara pemegang saham yang benar-benar tidak setuju dengan sebuah merger dan investor yang membeli saham setelah transaksi diumumkan dengan tujuan khusus memperoleh keuntungan melalui proses appraisal. Di satu sisi terdapat hak investor untuk mencari nilai wajar melalui pengadilan. Di sisi lain terdapat kepentingan perusahaan untuk memastikan bahwa mekanisme tersebut tidak berubah menjadi strategi investasi yang menambah biaya transaksi secara tidak terduga. Perdebatan itu kini berada di tangan pengadilan Delaware, dan keputusan yang muncul akan menjadi bagian penting dari perkembangan hukum merger serta strategi <em>merger arbitrage<\/em> di Amerika Serikat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Dunia private equity dan merger arbitrage kini berhadapan dengan pertarungan hukum yang berpotensi mengubah cara investor memainkan transaksi akuisisi perusahaan publik. Silver Lake menggugat Carl Icahn dan sejumlah hedge fund di Pengadilan Chancery Delaware, dengan meminta hakim menyatakan bahwa pembelian saham Endeavor setelah pengumuman akuisisi serta koordinasi di antara sejumlah investor tidak semestinya digunakan untuk mengejar pembayaran tambahan melalui proses appraisal. Sengketa tersebut berakar pada akuisisi Endeavor senilai sekitar US$13 miliar yang diselesaikan Silver Lake [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":209995,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[12142],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220198"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220198"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220199,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220198\/revisions\/220199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/209995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}