{"id":220167,"date":"2026-09-21T10:47:08","date_gmt":"2026-09-21T03:47:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220167"},"modified":"2026-09-21T10:48:22","modified_gmt":"2026-09-21T03:48:22","slug":"womens-international-club-76-tahun-membangun-persahabatan-melalui-perbedaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/21\/womens-international-club-76-tahun-membangun-persahabatan-melalui-perbedaan\/","title":{"rendered":"Women&#8217;s International Club: 76 Tahun Membangun Persahabatan melalui Perbedaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Special Talk)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama 76 tahun, Women&#8217;s International Club (WIC) terus menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan yang mempertemukan anggota dari berbagai negara dan latar belakang. Organisasi yang tidak berafiliasi dengan politik maupun agama ini menjalankan berbagai kegiatan sosial secara non-profit, dengan seluruh anggota yang aktif di dalamnya bekerja secara sukarela.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Women&#8217;s International Club, Tari Arsita Boestami, mengatakan WIC saat ini memiliki sekitar 300 anggota. Sekitar 40% di antaranya merupakan warga negara asing dan 60% merupakan warga negara Indonesia. Keberagaman tersebut menjadi bagian penting dari identitas WIC yang selama ini mengedepankan hubungan baik antaranggota dan antarbangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan motto \u201cFriendship Through Understanding\u201d, WIC berusaha membangun persahabatan melalui proses saling mengenal dan memahami perbedaan. Menurut Tari, hubungan yang dibangun bukan hanya untuk kegiatan organisasi, tetapi juga diharapkan dapat berlangsung dalam jangka panjang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Dari Beasiswa hingga Bantuan Sosial<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan WIC tidak hanya berfokus pada hubungan antaranggota, tetapi juga memiliki misi sosial melalui berbagai program bantuan. Salah satunya adalah penggalangan dana untuk beasiswa bagi mahasiswa dan mahasiswi berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tari menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut memiliki ketentuan tertentu. Bantuan tidak diberikan sejak tahun pertama perkuliahan, tetapi mulai dapat diberikan pada tahun ketiga masa studi. Selain itu, penerima juga harus menunjukkan prestasi akademik yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain beasiswa, WIC juga menjalankan kegiatan <em>social welfare<\/em> dengan memberikan bantuan kepada berbagai lembaga sosial. Bantuan tersebut antara lain ditujukan kepada panti-panti, <em>senior home<\/em>, serta anak-anak berkebutuhan khusus. Untuk penerima bantuan berkebutuhan khusus, WIC memberikan bantuan secara rutin setiap bulan melalui program yang mereka jalankan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, bantuan yang berasal dari hasil kegiatan sosial, termasuk <em>charity bazaar<\/em> yang menjadi salah satu kegiatan penggalangan dana terbesar WIC, diberikan dalam bentuk bantuan satu kali atau <em>one-time assistance<\/em>. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara program beasiswa dan bantuan sosial yang disalurkan WIC.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua-duanya pasti meaningful banget untuk ibu bapak mereka,\u201d ujar Tari, menggambarkan arti bantuan tersebut bagi keluarga penerima.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, setelah perjalanan panjang selama 75 tahun, WIC juga menghadapi tantangan untuk memastikan organisasi tetap relevan di tengah perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Tantangan Regenerasi dan Menjaga Nilai WIC<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Tari, regenerasi menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan WIC. Generasi muda saat ini tumbuh dengan teknologi yang jauh lebih maju dan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap berbagai persoalan dibandingkan generasi sebelumnya.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana kami dengan organisasi yang sudah lama seperti ini dapat menyesuaikan diri dengan generasi muda yang lebih teknologi advanced,\u201d kata Tari.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, WIC perlu menemukan titik temu antara perkembangan zaman dan nilai-nilai yang selama ini menjadi dasar organisasi. Tantangannya adalah mengikuti perubahan tanpa meninggalkan visi yang sudah dibangun selama puluhan tahun.\u00a0Karena itu, Tari berharap generasi muda tidak hanya mengenal WIC sebagai organisasi yang sudah berdiri lama, tetapi juga dapat ikut masuk dan melanjutkan berbagai misi sosial yang selama ini dijalankan.\u00a0Ia juga berharap orang-orang yang pernah menerima manfaat dari WIC suatu hari dapat kembali memberikan manfaat kepada generasi berikutnya. Salah satu contohnya adalah seorang penerima beasiswa WIC yang kini rutin hadir sebagai pembicara dan memberikan motivasi kepada para penerima beasiswa saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Tari, pengalaman berada di WIC juga memberikan pembelajaran yang lebih luas bagi para anggotanya. Selain mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi, anggota dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, hubungan dengan orang lain, serta kemampuan bekerja dalam organisasi. Mereka juga belajar untuk memiliki empati terhadap lingkungan dan sesama anggota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang tidak kalah penting, WIC menjadi ruang untuk belajar membangun hubungan dengan orang-orang dari berbagai bangsa dan budaya. Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi bagian dari proses untuk memahami satu sama lain.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan <em>friendship through understanding<\/em>, perbedaan-perbedaan antarbangsa itu hampir tidak ada sebetulnya. Kami semua <em>the same human being<\/em>,\u201d ujar Tari.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Tari, nilai tersebut menjadi bagian penting yang ingin terus dipertahankan WIC. Di tengah perubahan zaman dan perbedaan generasi, persahabatan, saling memahami, dan kepedulian terhadap sesama diharapkan tetap menjadi fondasi organisasi untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan.<\/p>\n<p><iframe title=\"Women&#039;s International Club: 76 Tahun Membangun Persahabatan melalui Perbedaan\" width=\"750\" height=\"422\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/z-PXEOndHrs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Special Talk) Selama 76 tahun, Women&#8217;s International Club (WIC) terus menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan yang mempertemukan anggota dari berbagai negara dan latar belakang. Organisasi yang tidak berafiliasi dengan politik maupun agama ini menjalankan berbagai kegiatan sosial secara non-profit, dengan seluruh anggota yang aktif di dalamnya bekerja secara sukarela. Presiden Women&#8217;s International Club, Tari Arsita Boestami, mengatakan WIC saat ini memiliki sekitar 300 anggota. Sekitar 40% di antaranya merupakan warga negara asing dan 60% merupakan warga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":220170,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,8425,8067],"tags":[7959,13784,13783],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220167"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220167"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220169,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220167\/revisions\/220169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}