{"id":22016,"date":"2014-01-01T10:42:59","date_gmt":"2014-01-01T03:42:59","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=22016"},"modified":"2014-03-10T07:59:11","modified_gmt":"2014-03-10T00:59:11","slug":"mati-ide-atau-kaya-kreativitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/01\/01\/mati-ide-atau-kaya-kreativitas\/","title":{"rendered":"Mati Ide atau Kaya Kreativitas ?"},"content":{"rendered":"<h1>Mati Ide atau Kaya Kreativitas ?<\/h1>\n<h2>&#8211; Build and Explor Your Potency<\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Business Lounge &#8211; HR) &#8211; Kreativitas atau ide secara sederhana bisa dikatakan sebagai sesuatu yang dimiliki, diperoleh seseorang untuk melakukan sesuatu yang baru dengan suatu cara yang belum pernah sekalipun dilakukan orang lain sebelumnya.<\/p>\n<p>Kapankah kreativitas itu timbul dan diperoleh ? kreativitas ini bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Seorang pencipta lagu bisa mendapatkan lirik lagu ketika dia sedang berada di tepi pantai dan memandang lautan yang luas membentang di kala senja menjelang. Seseorang bisa mendapatkan ide cemerlang ketika dia sedang mendengar cerita temannya. Bahkan seorang bisa melakukan kreativitas pada saat dia dalam posisi emergency\/terjepit.<\/p>\n<p>Apakah setiap orang memiliki kreativitas ? Semestinya iya. Kalau ada orang yang mengatakan saya mati ide, sepertinya kurang tepat kalau misalnya dia\u00a0 tidak memiliki ide sama sekali.<\/p>\n<p>Mengapa saya katakan demikian ? Karena setiap orang diberikan otak (pikiran) untuk digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang baik tentunya. Kemampuan otak manusia menurut hasil penelitian begitu luar biasa. Sayangnya banyak orang tidak menyadari benar-benar potensi yang dimilikinya dan akhirnya hanya mau men-judge bahwa dia tidak mampu. Sejauh mana otak itu mengeluarkan output sangat tergantung sejauh mana otak itu mau digunakan.<\/p>\n<p>Sebenarnya siapakah yang paling berperan untuk dapat memiliki ide (kreativitas) ini ?<\/p>\n<p>Seorang anak yang memiliki banyak kreativitas bisa dikatakan ada peran orang tuanya yang memberikan kesempatan anak ini tumbuh dengan banyak kesempatan mencoba dan mencoba banyak hal.\u00a0 Sebaliknya ketika orang tua tidak peduli atau tidak memberi kesempatan maka anak itu tidak <em>confidence<\/em> untuk berani mencoba sesuatu yang baru. Peluang, kesempatan semua datang dari luar, tidak lebih besar daripada satu keinginan, keberanian dari anak itu sendiri. Bagaimana dengan kita pribadi?<\/p>\n<p>Sejauh mana kreativitas berperan dalam mendukung kemajuan suatu perusahaan ?<br \/>\nKita melihat perkembangan gadget (elektronik) seperti handphone, blackberry, iphone, android. Semakin waktu berjalan, kita melihat banyak aneka ragam alat komunikasi yang semakin lama semakin canggih. Zaman dahulu kita hanya mengenal handphone yang sebesar kepalan tangan. Sekarang begitu banyak handphone yang begitu slim dan eksklusif. Mengapa bisa demikian? Ada orang-orang yang menggunakan otaknya semaksimal mungkin untuk menghasilkan handphone keluaran terbaru supaya konsumen tidak meninggalkan produk keluaran perusahaan tersebut.<\/p>\n<p>Apakah kreativitas hanya diperlukan dalam beberapa aspek pekerjaan tertentu ?<br \/>\nSemua pekerjaan memerlukan kreativitas karena tidak bisa semua pekerjaan dilakukan hanya dengan menunggu perintah orang lain. Tangan kalau tidak pernah digunakan akan menjadi lemah. Tangan yang terserang stroke hingga tidak bisa digunakan akan semakin mengecil. Kaki juga akan terasa lemah justru ketika tidak pernah atau jarang dipakai untuk berjalan. Begitu juga dengan otak kita yang sebenarnya luar biasa diberikan oleh Sang Pencipta. Bagaimana jika jarang digunakan? Kreativitas tidak serta merta muncul tapi harus digali dan terus digali. Pemalas, orang yang cepat berpuas diri, sudah nyaman dengan apa yang ada jarang sekali mendapatkan ide-ide baru.<\/p>\n<p>Mengapa seseorang bisa dikatakan mati ide (kreativitas)<br \/>\nItu adalah pilihan karena itu tergantung apakah seseorang mau atau tidak untuk berkreativitas. Semakin terus digali dan digali maka akan semakin terus bertambah dan bertambah ide-ide\/kreativitas yang ditemukan.<\/p>\n<p>Bagaimana memunculkan dan meningkatkan kreativitas itu ?<\/p>\n<p>Just do it. Meminjam istilah merk sebuah produk. Jangan semakin ditunda jadi teruslah dan teruslah menggali. Thomas Alfa Edison menjadi salah satu contoh seseorang yang tidak pernah mati ide. Dia pernah gagal tidak satu dua kali tapi dia terus dan terus pantang mundur. Ayo kita saling berlomba untuk berkreativitas.<\/p>\n<p>Salam sukses buat kita semua !<\/p>\n<p>(sk\/ic\/bl)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mati Ide atau Kaya Kreativitas ? &#8211; Build and Explor Your Potency &nbsp; (Business Lounge &#8211; HR) &#8211; Kreativitas atau ide secara sederhana bisa dikatakan sebagai sesuatu yang dimiliki, diperoleh seseorang untuk melakukan sesuatu yang baru dengan suatu cara yang belum pernah sekalipun dilakukan orang lain sebelumnya. Kapankah kreativitas itu timbul dan diperoleh ? kreativitas ini bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Seorang pencipta lagu bisa mendapatkan lirik lagu ketika dia sedang berada di tepi pantai dan memandang lautan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1433,1434,661],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22016"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22016"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29030,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22016\/revisions\/29030"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}