{"id":220064,"date":"2026-09-15T09:15:28","date_gmt":"2026-09-15T02:15:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220064"},"modified":"2026-09-15T09:15:28","modified_gmt":"2026-09-15T02:15:28","slug":"ai-mulai-direm-para-pemimpin-teknologi-mulai-berbeda-pandangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/15\/ai-mulai-direm-para-pemimpin-teknologi-mulai-berbeda-pandangan\/","title":{"rendered":"AI Mulai Direm? Para Pemimpin Teknologi Mulai Berbeda Pandangan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada perdagangan Senin (14\/9), saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan artificial intelligence (AI) mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor saat ini menghadapi beberapa kekhawatiran sekaligus: masa depan industri AI, kenaikan harga energi, serta kemungkinan suku bunga Amerika Serikat tetap tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, ada satu hal yang menarik perhatian pasar: bukan hanya investor yang mulai mempertanyakan arah perkembangan AI. Para pemimpin perusahaan AI sendiri mulai memperdebatkan seberapa cepat teknologi ini seharusnya dikembangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa hal yang terjadi sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah nama besar di industri AI mulai menyampaikan kekhawatiran bahwa perkembangan AI sudah berjalan terlalu cepat dan membutuhkan pengawasan yang lebih kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dario Amodei, CEO Anthropic, menjadi salah satu tokoh yang paling jelas menyuarakan hal tersebut. Dalam sebuah esai, Amodei menyerukan agar industri memperlambat laju pengembangan AI generasi terdepan dan memberikan lebih banyak waktu untuk memastikan teknologi tersebut aman.\u00a0Menurut Amodei, perkembangan AI dalam beberapa bulan terakhir meningkat sangat cepat. Salah satu alasannya adalah AI kini semakin mampu membantu membangun generasi AI berikutnya. Artinya, perkembangan teknologi dapat berlangsung semakin cepat dari sebelumnya.\u00a0Amodei juga menyoroti sebuah insiden keamanan siber pada Juli lalu, ketika sistem AI melakukan serangan terhadap perusahaan teknologi. Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan bagaimana kemampuan AI yang semakin besar dapat membawa risiko jika tidak disertai pengamanan yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, Amodei mengusulkan beberapa langkah, antara lain pengujian keamanan yang lebih kuat, evaluasi oleh pihak independen, serta kerja sama antarperusahaan dan antarnegara.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Seruan Amodei mendapat dukungan tak terduga<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang membuat isu ini semakin menarik adalah siapa saja yang kemudian mendukung Amodei.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sam Altman, CEO OpenAI, mengatakan bahwa ia setuju dengan gagasan untuk memperlambat perkembangan AI generasi terdepan. Altman juga mengatakan OpenAI akan mempertimbangkan penggunaan evaluator independen untuk menguji keamanan model AI mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elon Musk juga memberikan dukungan singkat terhadap pernyataan Amodei.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dario is right,\u201d tulis Musk dalam responsnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dukungan tersebut cukup menarik karena ketiga tokoh ini bukan selalu berada di sisi yang sama dalam persaingan AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Washington Post menyebut dukungan dari Amodei, Altman dan Musk sebagai tanda meningkatnya kekhawatiran di tingkat tertinggi industri AI terhadap perkembangan teknologi yang dianggap terlalu cepat.\u00a0Media lain juga melihat perkembangan ini sebagai perubahan penting. Axios menggambarkannya sebagai para CEO AI paling berpengaruh yang mulai \u201chit the brakes\u201d, sementara Ars Technica menyoroti perubahan sikap setelah bertahun-tahun industri AI berlomba mengembangkan teknologi secepat mungkin.\u00a0Dengan kata lain, perdebatan mengenai AI sekarang bukan lagi hanya soal seberapa cepat AI bisa berkembang, tetapi juga apakah manusia mampu mengendalikan perkembangan tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Dampaknya mulai terasa di pasar<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut ikut membuat investor lebih berhati-hati terhadap saham perusahaan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nvidia, salah satu perusahaan yang paling terkait dengan perkembangan AI, turun sekitar 3,4 persen. Di Jepang, saham SoftBank juga turun sekitar 10,7 persen. Saham perusahaan teknologi lainnya ikut mengalami tekanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama beberapa tahun terakhir, optimisme terhadap AI menjadi salah satu pendorong utama kenaikan pasar saham. Investor melihat AI sebagai teknologi yang dapat menciptakan bisnis baru, meningkatkan produktivitas dan menghasilkan keuntungan besar.\u00a0Namun, ketika para pemimpin industri sendiri mulai berbicara mengenai risiko dan kemungkinan perlunya memperlambat perkembangan AI, investor mulai mempertanyakan apakah investasi besar-besaran pada AI akan terus berlangsung dengan kecepatan yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaan tersebut penting karena investasi AI saat ini bukan lagi dalam jumlah kecil. Perusahaan teknologi mengeluarkan dana sangat besar untuk chip, data center, energi, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjalankan AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika perkembangan AI benar-benar diperlambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan pembuat AI, tetapi juga oleh seluruh rantai bisnis yang selama ini tumbuh karena AI.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Tetapi ada sisi yang sangat menarik: tidak semua CEO setuju<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sinilah cerita ini menjadi lebih menarik bagi dunia bisnis.\u00a0Ketika sejumlah pemimpin AI mulai berbicara tentang perlunya memperlambat perkembangan teknologi, Jensen Huang, CEO Nvidia, justru mengambil posisi berbeda.\u00a0Dalam pertemuannya dengan Presiden Donald Trump, Huang mengatakan bahwa Nvidia tidak ingin membiarkan terjadi perlambatan dalam perkembangan AI. Ia melihat kebutuhan terhadap AI masih sangat besar dan Nvidia akan terus mendorong perkembangan teknologi tersebut.\u00a0Pandangan tersebut sejalan dengan posisi pemerintahan Trump.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Trump menolak kekhawatiran mengenai risiko AI yang dianggapnya berlebihan. Bagi pemerintah AS, AI bukan hanya persoalan bisnis dan teknologi, tetapi juga bagian dari persaingan strategis dengan China.\u00a0Jika Amerika Serikat memperlambat pengembangan AI sementara China terus bergerak cepat, Washington khawatir posisi Amerika dalam perlombaan teknologi global dapat melemah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Washington Post juga melaporkan bahwa sejumlah perusahaan AI besar telah membahas kemungkinan membentuk lembaga baru yang fokus pada keselamatan AI, sementara Trump tetap menolak gagasan untuk memperlambat perkembangan industri tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Dua pandangan mulai terlihat<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan ini menunjukkan munculnya dua pandangan yang berbeda dalam industri AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pace the Frontier \u2014 AI perlu dikembangkan dengan lebih hati-hati<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pandangan ini menekankan bahwa perkembangan AI harus tetap berjalan, tetapi dengan pengujian keamanan, pengawasan dan aturan yang lebih kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama-nama yang secara terbuka mendukung gagasan ini antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Anthropic \u2013 Dario Amodei<\/li>\n<li>OpenAI \u2013 Sam Altman<\/li>\n<li>Elon Musk<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka tidak mengatakan bahwa AI harus dihentikan. Yang mereka dorong adalah agar perkembangan teknologi tidak berjalan lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memahami dan mengendalikannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Keep the AI Race Moving \u2014 Jangan sampai AI melambat<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, ada pandangan bahwa perlombaan AI harus terus berjalan.\u00a0Nvidia \u2013 Jensen Huang menjadi salah satu suara paling jelas dalam kelompok ini. Pemerintahan Trump juga melihat AI sebagai bagian penting dari persaingan teknologi Amerika Serikat dengan China.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi kelompok ini, memperlambat AI dapat berarti memberikan kesempatan kepada pesaing untuk mengejar ketertinggalan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Sekarang bukan soal berhenti atau tidak berhenti<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, perdebatan ini sebenarnya tidak sesederhana memilih antara \u201cAI lanjut\u201d atau \u201cAI berhenti.\u201d\u00a0Bahkan Amodei sendiri tidak menyerukan agar AI dihentikan. Ia justru mengatakan perkembangan AI tetap dapat memberikan manfaat besar bagi manusia, tetapi membutuhkan pengamanan yang lebih baik.\u00a0Yang sedang diperdebatkan adalah kecepatan.\u00a0Seberapa cepat perusahaan boleh mengembangkan model AI baru?\u00a0Seberapa besar risiko yang dapat diterima?\u00a0Siapa yang harus menguji keamanan AI?\u00a0Dan yang paling penting, siapa yang bertanggung jawab jika AI menjadi terlalu kuat untuk dikendalikan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaan-pertanyaan inilah yang sekarang mulai masuk ke dalam pertimbangan bisnis dan investasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang perlombaan AI sedang memasuki babak baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama beberapa tahun terakhir, cerita tentang AI hampir selalu berbicara mengenai pertumbuhan: model yang semakin pintar, investasi yang semakin besar, data center yang semakin banyak dan valuasi perusahaan yang semakin tinggi.\u00a0Kini, muncul cerita baru.\u00a0Bagaimana jika AI berkembang terlalu cepat?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menariknya, pertanyaan tersebut tidak hanya datang dari pemerintah, akademisi atau kelompok yang kritis terhadap teknologi. Pertanyaan itu mulai datang dari orang-orang yang berada di pusat industri AI sendiri.\u00a0Di sisi lain, kebutuhan bisnis terhadap AI tetap sangat besar. Perusahaan seperti Nvidia melihat peluang ekonomi yang masih sangat luas, sementara pemerintah AS melihat AI sebagai aset strategis dalam persaingan global.\u00a0Karena itu, kemungkinan besar perlombaan AI tidak akan berhenti.\u00a0Tetapi aturan mainnya mungkin mulai berubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasar sekarang tidak hanya akan menilai siapa yang memiliki AI paling canggih, tetapi juga siapa yang mampu membangun AI yang aman, menguntungkan dan dapat dipertanggungjawabkan.\u00a0Dan bagi dunia bisnis, inilah pertanyaan yang mungkin akan semakin penting ke depan:\u00a0Bukan lagi \u201cHow fast can AI grow?\u201d tetapi \u201cHow fast should AI grow?\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Pada perdagangan Senin (14\/9), saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan artificial intelligence (AI) mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor saat ini menghadapi beberapa kekhawatiran sekaligus: masa depan industri AI, kenaikan harga energi, serta kemungkinan suku bunga Amerika Serikat tetap tinggi. Namun, ada satu hal yang menarik perhatian pasar: bukan hanya investor yang mulai mempertanyakan arah perkembangan AI. Para pemimpin perusahaan AI sendiri mulai memperdebatkan seberapa cepat teknologi ini seharusnya dikembangkan. Ada beberapa hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":217975,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1050,7941],"tags":[7437],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220064"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220064"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220065,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220064\/revisions\/220065"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/217975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}