{"id":220061,"date":"2026-09-15T07:56:18","date_gmt":"2026-09-15T00:56:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220061"},"modified":"2026-09-15T07:56:18","modified_gmt":"2026-09-15T00:56:18","slug":"familymart-memasuki-era-ai-teknologi-bantu-ciptakan-produk-manis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/15\/familymart-memasuki-era-ai-teknologi-bantu-ciptakan-produk-manis\/","title":{"rendered":"FamilyMart Memasuki Era AI, Teknologi Bantu Ciptakan Produk Manis"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News).\u00a0 FamilyMart mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pengembangan produk makanan, khususnya kategori sweets atau makanan manis yang menjadi salah satu daya tarik bisnis convenience store di Jepang.<\/p>\n<p>Bagi jaringan minimarket, kecepatan membaca selera konsumen menjadi semakin penting. Tren makanan dapat berubah dalam hitungan minggu, sementara proses menciptakan produk baru secara konvensional membutuhkan riset, pengembangan resep, pengujian, hingga produksi dalam skala besar.<\/p>\n<p>FamilyMart melihat AI dapat memangkas sebagian proses tersebut. Teknologi ini digunakan untuk membantu mengidentifikasi kecenderungan konsumen sekaligus menghasilkan ide produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh tim perusahaan.<\/p>\n<p>Strategi tersebut tidak sekadar bertujuan membuat produk baru lebih banyak. FamilyMart ingin memperpendek jarak antara munculnya sebuah tren dan kemampuan perusahaan menghadirkan produk yang sesuai di rak toko.<\/p>\n<p>Kategori sweets menjadi salah satu area yang menarik untuk pendekatan ini. Produk seperti cake, pudding, dessert, dan berbagai makanan ringan manis memiliki siklus tren yang relatif cepat. Konsumen juga cenderung tertarik mencoba sesuatu yang baru, sehingga kemampuan berinovasi menjadi faktor penting dalam mempertahankan traffic ke gerai.<\/p>\n<p>Namun, AI tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia. Teknologi lebih berfungsi sebagai alat bantu dalam tahap awal pengembangan, sementara keputusan mengenai rasa, kualitas, tampilan, harga, serta kelayakan produksi tetap membutuhkan evaluasi manusia.<\/p>\n<p>FamilyMart juga melihat pemanfaatan AI dari sisi operasional. Teknologi tersebut berpotensi mengurangi beban pekerjaan tertentu dalam proses pengembangan dan aktivitas bisnis lainnya. Perusahaan memperkirakan penggunaan teknologi dapat memangkas sekitar 20% pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga manusia.<\/p>\n<p>Efisiensi ini menjadi semakin relevan ketika perusahaan ritel Jepang menghadapi tantangan tenaga kerja. Populasi Jepang yang menua membuat perekrutan dan mempertahankan pekerja menjadi persoalan struktural bagi industri convenience store.<\/p>\n<p>Dalam situasi tersebut, otomatisasi dan AI tidak hanya dipandang sebagai teknologi untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga sebagai cara menjaga kemampuan bisnis untuk terus berkembang dengan jumlah tenaga kerja yang lebih terbatas.<\/p>\n<p>FamilyMart bukan satu-satunya perusahaan ritel Jepang yang bereksperimen dengan AI. Industri convenience store secara keseluruhan tengah bergerak menuju penggunaan teknologi yang lebih luas, mulai dari analisis permintaan hingga pengelolaan persediaan dan pengembangan produk.<\/p>\n<p>Bagi FamilyMart, eksperimen pada produk sweets menunjukkan bagaimana AI mulai bergerak dari sekadar teknologi pendukung menjadi bagian dari proses komersial.<\/p>\n<p>Jika pendekatan ini berhasil, manfaatnya bisa lebih besar daripada sekadar menghasilkan dessert baru. FamilyMart berpeluang membangun model pengembangan produk yang lebih responsif terhadap perubahan perilaku konsumen.<\/p>\n<p>Di tengah persaingan convenience store Jepang yang ketat, kecepatan bisa menjadi keunggulan tersendiri. Produk yang mampu mengikuti tren ketika tren tersebut sedang berada di puncak berpotensi lebih menarik dibandingkan dengan produk yang baru muncul setelah selera konsumen berubah.<\/p>\n<p>Dengan demikian, pertarungan berikutnya di industri convenience store bukan hanya soal siapa yang memiliki jaringan toko terbesar. Kemampuan menggabungkan data, AI, kreativitas manusia, dan kecepatan eksekusi dapat menjadi penentu baru dalam memenangkan konsumen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News).\u00a0 FamilyMart mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pengembangan produk makanan, khususnya kategori sweets atau makanan manis yang menjadi salah satu daya tarik bisnis convenience store di Jepang. Bagi jaringan minimarket, kecepatan membaca selera konsumen menjadi semakin penting. Tren makanan dapat berubah dalam hitungan minggu, sementara proses menciptakan produk baru secara konvensional membutuhkan riset, pengembangan resep, pengujian, hingga produksi dalam skala besar. FamilyMart melihat AI dapat memangkas sebagian proses tersebut. Teknologi ini digunakan untuk membantu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":220062,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1049,7941],"tags":[8259,13761],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220061"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220061"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220063,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220061\/revisions\/220063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}