{"id":220057,"date":"2026-09-15T06:25:55","date_gmt":"2026-09-14T23:25:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220057"},"modified":"2026-09-15T07:29:42","modified_gmt":"2026-09-15T00:29:42","slug":"airbnb-dorong-pasokan-rumah-lewat-dana-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/15\/airbnb-dorong-pasokan-rumah-lewat-dana-baru\/","title":{"rendered":"Airbnb Dorong Pasokan Rumah Lewat Dana Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business &#8211; Global News) Airbnb mengambil langkah yang cukup berani untuk mengubah posisi perusahaan dalam persoalan perumahan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kritik. Platform penyewaan jangka pendek tersebut menyiapkan dana sebesar US$250 juta melalui program Housing Accelerator, yang ditujukan untuk membantu pembangunan perumahan yang terhambat kekurangan pembiayaan. Langkah ini menarik karena Airbnb selama ini justru kerap dituding ikut memperburuk keterjangkauan rumah di sejumlah kota dengan mengalihkan sebagian unit hunian ke pasar sewa jangka pendek. Kini, perusahaan mencoba masuk dari sisi yang berbeda: bukan hanya memanfaatkan stok rumah yang sudah tersedia, tetapi ikut membantu menambah pasokan rumah baru. <em>The Wall Street Journal<\/em> melaporkan bahwa dana tersebut akan digunakan terutama sebagai pembiayaan tahap akhir bagi proyek perumahan terjangkau dan hunian dengan komposisi pendapatan beragam yang sebenarnya sudah siap dikembangkan tetapi masih kekurangan modal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Skema yang ditawarkan Airbnb memiliki karakter yang cukup berbeda dari investasi properti konvensional. Perusahaan menyebut pembiayaan tersebut sebagai last-dollar financing, yaitu modal yang diberikan untuk menutup kekurangan terakhir sebelum sebuah proyek dapat benar-benar berjalan. Dengan kata lain, dana Airbnb bukan dimaksudkan untuk mengambil alih seluruh kebutuhan pembiayaan pembangunan, melainkan menjadi bagian yang memungkinkan proyek yang hampir layak secara finansial akhirnya memperoleh lampu hijau. Airbnb juga menyatakan bersedia menerima tingkat pengembalian yang lebih rendah dibandingkan standar pasar. Pendekatan tersebut menjadi penting karena biaya pembangunan dan pembiayaan yang tinggi telah membuat semakin banyak proyek perumahan sulit mencapai titik kelayakan ekonomi. <em>Brookings Institution<\/em> mencatat bahwa pembangunan multifamily di Amerika Serikat turun dari sekitar 547.000 unit mulai dibangun pada 2022 menjadi 355.000 pada 2024, sementara tingginya biaya pembiayaan menjadi salah satu hambatan utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proyek pertama program tersebut berada di Austin, Texas, dengan komitmen investasi Airbnb sebesar US$6,4 juta untuk mendukung pembangunan sekitar 200 unit rumah terjangkau. Proyek di kawasan St. John tersebut sebelumnya telah lama menghadapi hambatan untuk direalisasikan. Menurut <em>Axios<\/em>, pengembangan di lokasi bekas Home Depot itu merupakan bagian dari proyek yang secara keseluruhan akan mencakup lebih dari 500 unit hunian, ruang ritel, perluasan taman, dan fasilitas publik. Unit yang didukung oleh dana Airbnb tidak akan diperbolehkan digunakan sebagai properti sewa jangka pendek melalui Airbnb. Ketentuan tersebut penting secara simbolis karena memperlihatkan bahwa perusahaan memang ingin menunjukkan perbedaan yang jelas antara program baru ini dengan bisnis inti mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ambisi Airbnb bahkan jauh lebih besar daripada nilai dana awal US$250 juta tersebut. Perusahaan memperkirakan modal awal itu dapat membantu membuka lebih dari US$5 miliar investasi perumahan selama satu dekade melalui efek pengganda. Logikanya, dana Airbnb menjadi modal pelengkap yang membuat sumber pembiayaan lain\u2014mulai dari pengembang, lembaga keuangan, pemerintah daerah hingga investor institusional\u2014bersedia masuk. <em>Airbnb<\/em> sendiri menyebut program tersebut dirancang untuk membuka modal bagi pembangunan baru sekaligus mendukung perubahan kebijakan yang dapat mempercepat pembangunan rumah. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya bertindak sebagai investor, tetapi juga berusaha memengaruhi lingkungan regulasi yang menentukan seberapa cepat dan murah rumah dapat dibangun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimensi kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari strategi baru Airbnb. Perusahaan berencana mendukung perubahan aturan zonasi, proses perizinan, dan ketentuan pembangunan yang selama ini dianggap menghambat penambahan pasokan rumah. <em>HousingWire<\/em> melaporkan bahwa Airbnb akan bekerja sama dengan organisasi lokal dalam sejumlah wilayah yang secara keseluruhan mencakup sekitar 100 juta penduduk Amerika Serikat. Fokusnya antara lain mempercepat proses perizinan, meningkatkan kepadatan pembangunan yang diperbolehkan, serta mengurangi biaya awal yang harus ditanggung proyek. Strategi ini menunjukkan bahwa perusahaan melihat persoalan perumahan bukan hanya sebagai masalah kekurangan modal, tetapi juga sebagai persoalan produktivitas pembangunan dan regulasi di tingkat lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Airbnb juga menyediakan dana US$5 juta untuk program inovasi pembangunan rumah. Dana tersebut akan diberikan kepada perusahaan maupun organisasi yang mengembangkan teknologi untuk menurunkan biaya dan mempercepat proses pembangunan, termasuk konstruksi modular atau off-site, peningkatan produktivitas proyek, serta teknologi yang mempercepat desain dan perizinan. Langkah ini relevan dengan persoalan yang lebih luas di industri konstruksi Amerika Serikat. <em>Reuters<\/em> menyoroti bahwa sektor konstruksi menghadapi kekurangan tenaga kerja yang signifikan, sementara kebutuhan pembangunan terus meningkat karena persaingan penggunaan sumber daya antara perumahan, infrastruktur, dan pusat data. Kondisi tersebut membuat teknologi konstruksi menjadi semakin penting untuk meningkatkan jumlah rumah yang dapat dibangun dengan tenaga dan modal yang terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, program ini tidak otomatis menghapus kontroversi yang melekat pada Airbnb. Perusahaan masih berhadapan dengan kritik dari berbagai kota yang mengaitkan pertumbuhan sewa jangka pendek dengan berkurangnya ketersediaan hunian jangka panjang. Di Eropa, <em>Reuters<\/em> melaporkan bahwa Komisi Eropa tengah mendorong kerangka aturan baru untuk merespons persoalan keterjangkauan rumah di kawasan wisata populer, termasuk kota-kota yang menghadapi tekanan dari aktivitas sewa jangka pendek. Airbnb sendiri berpendapat bahwa akar persoalan perumahan lebih kompleks dan mencakup minimnya pembangunan baru, tingginya biaya konstruksi, keterbatasan lahan, serta biaya pembiayaan yang meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, dana US$250 juta tersebut sebenarnya bukan sekadar program investasi properti. Airbnb sedang mencoba mengubah narasi bisnisnya dari perusahaan yang dianggap hanya memanfaatkan kelangkaan hunian menjadi salah satu pihak yang ikut membantu memperbesar pasokan. Tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa modal tersebut benar-benar dapat menghasilkan rumah baru dalam skala besar. Jika target membuka lebih dari US$5 miliar investasi selama sepuluh tahun dapat tercapai, program ini berpotensi menjadi model baru keterlibatan perusahaan teknologi dalam persoalan perumahan. Tetapi jika proyek yang berhasil dibuka hanya sedikit dibandingkan kebutuhan, dana tersebut akan lebih mudah dipandang sebagai strategi reputasi. Bagi Airbnb, keberhasilan program ini akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya dana yang dikeluarkan, tetapi dari berapa banyak rumah yang benar-benar berdiri dan dapat dihuni oleh masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business &#8211; Global News) Airbnb mengambil langkah yang cukup berani untuk mengubah posisi perusahaan dalam persoalan perumahan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kritik. Platform penyewaan jangka pendek tersebut menyiapkan dana sebesar US$250 juta melalui program Housing Accelerator, yang ditujukan untuk membantu pembangunan perumahan yang terhambat kekurangan pembiayaan. Langkah ini menarik karena Airbnb selama ini justru kerap dituding ikut memperburuk keterjangkauan rumah di sejumlah kota dengan mengalihkan sebagian unit hunian ke pasar sewa jangka pendek. Kini, perusahaan mencoba masuk dari sisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":204791,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[8473],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220057"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220058,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220057\/revisions\/220058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}