{"id":220047,"date":"2026-09-14T17:30:26","date_gmt":"2026-09-14T10:30:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220047"},"modified":"2026-09-14T20:53:14","modified_gmt":"2026-09-14T13:53:14","slug":"anthropic-serukan-ai-diperlambat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/14\/anthropic-serukan-ai-diperlambat\/","title":{"rendered":"Anthropic Serukan AI Diperlambat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Perlombaan mengembangkan kecerdasan buatan memasuki fase yang semakin kompleks. Di tengah investasi besar dan persaingan ketat untuk menciptakan model AI yang lebih kuat, cepat, dan otonom, muncul seruan dari salah satu pemimpin perusahaan AI terkemuka agar laju pengembangan teknologi tersebut mulai dikendalikan. Dario Amodei, CEO Anthropic, perusahaan pengembang AI Claude, menyerukan agar pengembangan AI frontier diperlambat untuk sementara waktu. Seruan tersebut bukan berarti menghentikan inovasi, melainkan memberikan kesempatan bagi sistem keamanan dan pengawasan untuk mengejar kemampuan teknologi yang berkembang sangat cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pandangan Amodei, persoalan terbesar yang dihadapi industri AI bukan lagi sekadar apakah teknologi tersebut dapat dibuat semakin pintar, tetapi apakah manusia mampu memahami dan mengendalikan konsekuensinya. Model AI generasi terbaru tidak hanya menghasilkan tulisan, gambar atau kode berdasarkan perintah pengguna. Sistem tersebut mulai mampu menjalankan serangkaian pekerjaan secara mandiri, menggunakan perangkat lunak, mengambil keputusan dalam beberapa tahapan, bahkan berinteraksi dengan sistem digital lainnya. Perubahan ini membuat risiko yang sebelumnya dianggap sebagai skenario masa depan menjadi semakin relevan dalam perdebatan industri saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amodei menilai perkembangan kemampuan AI berjalan jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan manusia untuk menguji keselamatan sistem tersebut. Ketika sebuah model baru dirilis, perusahaan perlu memastikan bahwa model tersebut tidak hanya mampu menjalankan tugas yang diinginkan, tetapi juga tidak menemukan cara yang tidak diperkirakan untuk mencapai tujuannya. Semakin kompleks sistem AI, semakin sulit pula bagi manusia untuk mengetahui seluruh kemungkinan perilakunya. Karena itu, menurut Amodei, industri membutuhkan lebih banyak waktu untuk membangun metode evaluasi, pengawasan, dan pengamanan sebelum kemampuan AI ditingkatkan ke tingkat berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekhawatiran tersebut semakin relevan dengan perkembangan AI ag<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Perlombaan mengembangkan kecerdasan buatan memasuki fase yang semakin kompleks. Di tengah investasi besar dan persaingan ketat untuk menciptakan model AI yang lebih kuat, cepat, dan otonom, muncul seruan dari salah satu pemimpin perusahaan AI terkemuka agar laju pengembangan teknologi tersebut mulai dikendalikan. Dario Amodei, CEO Anthropic, perusahaan pengembang AI Claude, menyerukan agar pengembangan AI frontier diperlambat untuk sementara waktu. Seruan tersebut bukan berarti menghentikan inovasi, melainkan memberikan kesempatan bagi sistem keamanan dan pengawasan untuk mengejar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":218906,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[11859],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220047"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220047"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220047\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220048,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220047\/revisions\/220048"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}