{"id":220002,"date":"2026-09-10T06:18:56","date_gmt":"2026-09-09T23:18:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=220002"},"modified":"2026-09-10T08:26:42","modified_gmt":"2026-09-10T01:26:42","slug":"belanja-hewan-peliharaan-mulai-tertekan-chewy-bertahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/10\/belanja-hewan-peliharaan-mulai-tertekan-chewy-bertahan\/","title":{"rendered":"Belanja Hewan Peliharaan Mulai Tertekan, Chewy Bertahan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Chewy menghadapi perubahan perilaku konsumen yang mulai terlihat semakin jelas di pasar kebutuhan hewan peliharaan Amerika Serikat. Perusahaan e-commerce yang menjual makanan, obat-obatan, perlengkapan, hingga produk kesehatan hewan tersebut masih mampu mencatat pertumbuhan penjualan dan jumlah pelanggan pada kuartal kedua 2026. Namun, investor justru merespons negatif karena manajemen memperkirakan tekanan terhadap belanja produk yang bersifat tidak wajib akan berlanjut hingga akhir tahun. <em>The Wall Street Journal<\/em> melaporkan bahwa konsumen yang menghadapi inflasi dan biaya bahan bakar yang lebih tinggi mulai mengurangi pembelian seperti camilan hewan peliharaan, meskipun mereka tetap mempertahankan pengeluaran untuk makanan utama dan obat-obatan. Saham Chewy pun merosot tajam setelah perusahaan menyampaikan prospek tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara fundamental, kinerja kuartal kedua sebenarnya belum menunjukkan kemunduran yang besar. Chewy membukukan pendapatan US$3,33 miliar, meningkat 7,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai US$80,5 juta, naik dari US$62 juta setahun sebelumnya, sementara adjusted EBITDA mencapai US$226,7 juta dengan margin 6,8%, meningkat 90 basis poin. Jumlah pelanggan aktif juga bertambah 3,8% menjadi 21,7 juta dan penjualan per pelanggan aktif meningkat 1,9%. Data tersebut menunjukkan bahwa bisnis inti Chewy masih berkembang, tetapi pasar mulai mempertanyakan seberapa kuat pertumbuhan itu dapat dipertahankan apabila konsumen semakin selektif dalam menentukan produk mana yang dianggap penting dan mana yang dapat ditunda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan perilaku konsumen menjadi persoalan penting karena bisnis kebutuhan hewan peliharaan selama bertahun-tahun mendapat keuntungan dari meningkatnya anggapan bahwa hewan peliharaan merupakan bagian dari keluarga. Tren tersebut mendorong pemilik hewan untuk membelanjakan lebih banyak uang untuk makanan premium, camilan, suplemen, kesehatan, dan berbagai produk tambahan. Namun, ketika tekanan terhadap anggaran rumah tangga meningkat, konsumen tidak serta-merta berhenti membeli kebutuhan hewan. Mereka justru melakukan prioritisasi. Menurut CEO Chewy Sumit Singh, makanan utama dan obat-obatan tetap menjadi prioritas, sementara produk seperti treats lebih mudah dikurangi. Pola ini memperlihatkan bahwa ketahanan pasar pet care tidak berarti semua kategori di dalamnya memiliki daya tahan yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi tersebut juga menjelaskan mengapa pasar memberikan respons yang lebih keras daripada angka laba dan pendapatan kuartalan. Chewy memang menaikkan proyeksi penjualan setahun penuh menjadi US$13,46 miliar hingga US$13,57 miliar, dibandingkan kisaran sebelumnya US$13,4 miliar hingga US$13,55 miliar. Namun, perusahaan masih belum kembali ke proyeksi awal yang diberikan pada Maret. Untuk kuartal ketiga, Chewy memperkirakan penjualan sekitar US$3,32 miliar hingga US$3,36 miliar, sejalan dengan ekspektasi analis. <em>Barron&#8217;s<\/em> mencatat bahwa kenaikan panduan tersebut belum menunjukkan perubahan berarti dalam kondisi industri maupun pemulihan konsumen. Karena itu, investor lebih memperhatikan pernyataan manajemen mengenai lemahnya permintaan diskresioner daripada sekadar kenaikan kecil dalam proyeksi penjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Chewy memiliki sejumlah penyangga yang membuat bisnisnya relatif lebih tahan dibandingkan pengecer yang sepenuhnya bergantung pada pembelian sesekali. Salah satunya adalah layanan Autoship, yang memungkinkan pelanggan menerima produk secara berulang dan otomatis. Pada kuartal kedua, penjualan dari pelanggan Autoship mencapai US$2,8 miliar atau sekitar 84,6% dari total penjualan dan tumbuh 9,3% secara tahunan. Tingginya kontribusi pendapatan berulang ini memberikan tingkat visibilitas yang lebih baik terhadap arus pendapatan perusahaan karena sebagian kebutuhan seperti makanan dan obat hewan memang dibeli secara rutin. Chewy juga terus menambah pelanggan dan memperluas ekosistemnya melalui bisnis kesehatan hewan serta akuisisi SmartPak dan Modern Animal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, strategi pertumbuhan tersebut tidak menghilangkan risiko dari perubahan pola konsumsi. Chewy sendiri mengakui adanya tekanan pada discretionary attachment dan premiumization, yang berarti konsumen tidak hanya mengurangi produk tambahan tetapi juga semakin berhati-hati dalam memilih barang premium. Kondisi ini penting karena pertumbuhan nilai transaksi per pelanggan selama ini menjadi salah satu sumber ekspansi perusahaan. Jika pelanggan tetap membeli kebutuhan pokok tetapi mengurangi produk bernilai lebih tinggi, jumlah pelanggan dapat terus bertambah tanpa memberikan pertumbuhan pendapatan yang sama kuatnya. Inilah salah satu alasan mengapa pertumbuhan pelanggan Chewy perlu dibaca bersamaan dengan perubahan nilai belanja per pelanggan, bukan sebagai indikator tunggal kesehatan bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tekanan tersebut juga menunjukkan bahwa pasar pet care Amerika Serikat telah memasuki fase yang lebih matang. Ketika penetrasi belanja kebutuhan hewan sudah tinggi, pertumbuhan tidak lagi hanya berasal dari semakin banyaknya rumah tangga yang memiliki hewan peliharaan, tetapi dari frekuensi pembelian, peningkatan nilai transaksi, perpindahan pelanggan dari pesaing, serta kemampuan perusahaan menjual kategori dengan margin lebih tinggi. <em>Investors.com<\/em> mencatat bahwa sejumlah analis melihat beberapa keunggulan pertumbuhan historis Chewy, termasuk pertumbuhan kategori dan akuisisi pelanggan, mulai memberikan dorongan yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, tantangan Chewy ke depan bukan sekadar mempertahankan pertumbuhan pendapatan, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut semakin berkualitas. Perusahaan masih memiliki basis pelanggan yang besar, pendapatan berulang melalui Autoship, serta peluang dari layanan kesehatan hewan dan akuisisi baru. Tetapi ketika konsumen mulai memisahkan kebutuhan utama dari pembelian yang bersifat tambahan, perusahaan harus semakin cermat mengelola harga, promosi, produk premium, dan loyalitas pelanggan. Penurunan saham setelah laporan kuartalan menunjukkan bahwa investor sedang menilai kembali seberapa besar ruang pertumbuhan Chewy di tengah konsumen yang semakin sensitif terhadap harga. Bagi perusahaan, mempertahankan pelanggan mungkin tidak lagi cukup; tantangan berikutnya adalah membuat pelanggan tetap meningkatkan nilai belanja tanpa mengorbankan margin dan tanpa bergantung terlalu besar pada pemulihan konsumsi yang belum terlihat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Chewy menghadapi perubahan perilaku konsumen yang mulai terlihat semakin jelas di pasar kebutuhan hewan peliharaan Amerika Serikat. Perusahaan e-commerce yang menjual makanan, obat-obatan, perlengkapan, hingga produk kesehatan hewan tersebut masih mampu mencatat pertumbuhan penjualan dan jumlah pelanggan pada kuartal kedua 2026. Namun, investor justru merespons negatif karena manajemen memperkirakan tekanan terhadap belanja produk yang bersifat tidak wajib akan berlanjut hingga akhir tahun. The Wall Street Journal melaporkan bahwa konsumen yang menghadapi inflasi dan biaya bahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":199912,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[9775],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220002"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=220002"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":220004,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/220002\/revisions\/220004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=220002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=220002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=220002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}