{"id":219766,"date":"2026-09-01T20:05:07","date_gmt":"2026-09-01T13:05:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219766"},"modified":"2026-09-01T20:05:07","modified_gmt":"2026-09-01T13:05:07","slug":"saat-ai-mulai-memburu-ancaman-siber-ntt-data-siapkan-pertahanan-generasi-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/09\/01\/saat-ai-mulai-memburu-ancaman-siber-ntt-data-siapkan-pertahanan-generasi-baru\/","title":{"rendered":"Saat AI Mulai Memburu Ancaman Siber, NTT DATA Siapkan Pertahanan Generasi Baru"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p>Dunia keamanan siber memasuki babak baru. Kecerdasan buatan (AI) tidak lagi hanya digunakan untuk membantu manusia membaca data atau mengenali pola serangan. Teknologi ini mulai diberi kemampuan untuk mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara otomatis ketika ancaman terdeteksi.<\/p>\n<p>Perubahan tersebut menjadi fokus NTT DATA dalam mengembangkan layanan keamanan siber generasi baru bersama mitra teknologi asal Amerika Serikat. Perusahaan Jepang itu mengembangkan solusi yang memanfaatkan agentic AI, yakni sistem AI yang dapat menjalankan rangkaian tugas secara mandiri untuk membantu perusahaan menghadapi serangan siber.<\/p>\n<p>Konsep tersebut berbeda dari chatbot AI biasa. AI agent dapat menerima informasi mengenai sebuah ancaman, menganalisisnya, menentukan prioritas, kemudian membantu melakukan tindakan respons tanpa harus menunggu setiap langkah diperintahkan oleh manusia.<\/p>\n<p>Bagi pusat operasi keamanan atau Security Operations Center (SOC), kemampuan tersebut berpotensi memangkas waktu yang selama ini banyak dihabiskan analis untuk memeriksa peringatan keamanan satu per satu.<\/p>\n<p>NTT DATA sendiri telah mengembangkan layanan Autonomous SOC yang menggabungkan AI generatif dan autonomous agent models untuk mendeteksi, memprioritaskan, menyelidiki, serta merespons ancaman. Menurut perusahaan, penerapan agentic AI pada lingkungan SOC dalam sejumlah proyek dengan klien dapat membuat lebih dari 80% proses investigasi ditangani oleh AI agent dan mempercepat waktu deteksi maupun respons.<\/p>\n<p>Langkah ini menjadi semakin relevan karena serangan siber juga berkembang dengan bantuan AI. Pelaku kejahatan siber dapat menggunakan AI untuk mempercepat pencarian celah keamanan, menyusun serangan, hingga mengotomatisasi aktivitas yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga manusia.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, perusahaan menghadapi ancaman yang dapat bergerak dengan kecepatan mesin. Sistem pertahanan yang sepenuhnya bergantung pada manusia berisiko tertinggal.<\/p>\n<p>NTT DATA mencoba menjawab masalah tersebut dengan menggabungkan kemampuan AI dan tenaga ahli keamanan. Perusahaan sebelumnya telah membangun jaringan Cyber Defense Center yang menggunakan agentic AI untuk melakukan triase peringatan, menganalisis potensi insiden, melakukan threat hunting dan mempercepat respons. NTT DATA menyebut teknologi tersebut dapat mempercepat investigasi hingga 60% dan mengurangi jumlah alert hingga 90% dalam penerapan tertentu.<\/p>\n<p>Namun, otomatisasi bukan berarti manusia akan sepenuhnya keluar dari proses keamanan. Justru semakin besar kewenangan yang diberikan kepada AI, semakin penting mekanisme pengawasan dan tata kelola.<\/p>\n<p>AI agent yang memiliki akses ke sistem perusahaan harus memiliki identitas, batas kewenangan dan aturan yang jelas. Kesalahan keputusan atau akses yang terlalu luas dapat menciptakan risiko baru\u2014terutama ketika AI memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan secara otomatis.<\/p>\n<p>Karena itu, kerja sama NTT DATA dengan mitra AS tersebut tidak hanya diarahkan pada deteksi ancaman. Pengembangan layanan juga mencakup aspek seperti tata kelola AI, keamanan identitas, termasuk identitas agen AI, serta perlindungan infrastruktur cloud dan lingkungan perusahaan.<\/p>\n<p>Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan di dunia keamanan siber mulai bergeser. Pertanyaannya bukan lagi sekadar siapa yang memiliki sistem deteksi terbaik, tetapi siapa yang mampu membangun AI yang dapat mengenali ancaman, mengambil tindakan dengan cepat, dan tetap berada dalam batas kendali manusia.<\/p>\n<p>Bagi perusahaan, era baru keamanan siber tampaknya akan menjadi pertarungan antara mesin yang menyerang dan mesin yang mempertahankan. NTT DATA ingin memastikan bahwa di sisi pertahanan, AI tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga menjadi pemain aktif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Dunia keamanan siber memasuki babak baru. Kecerdasan buatan (AI) tidak lagi hanya digunakan untuk membantu manusia membaca data atau mengenali pola serangan. Teknologi ini mulai diberi kemampuan untuk mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara otomatis ketika ancaman terdeteksi. Perubahan tersebut menjadi fokus NTT DATA dalam mengembangkan layanan keamanan siber generasi baru bersama mitra teknologi asal Amerika Serikat. Perusahaan Jepang itu mengembangkan solusi yang memanfaatkan agentic AI, yakni sistem AI yang dapat menjalankan rangkaian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":219767,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1050],"tags":[13700],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219766"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219766"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219766\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219768,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219766\/revisions\/219768"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}