{"id":219616,"date":"2026-08-27T06:09:54","date_gmt":"2026-08-26T23:09:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219616"},"modified":"2026-08-27T09:00:45","modified_gmt":"2026-08-27T02:00:45","slug":"walmart-tertekan-konsumen-amerika-mulai-menahan-belanja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/08\/27\/walmart-tertekan-konsumen-amerika-mulai-menahan-belanja\/","title":{"rendered":"Walmart Tertekan, Konsumen Amerika Mulai Menahan Belanja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Perlambatan penjualan di Amerika Serikat menekan saham Walmart, meski e-commerce, keanggotaan, dan bisnis iklan terus menjadi sumber pertumbuhan baru. Walmart menghadapi respons pasar yang keras setelah melaporkan pertumbuhan penjualan Amerika Serikat yang menjadi yang terlemah dalam lebih dari enam tahun. Penjualan sebanding Walmart U.S. hanya meningkat 2,6% pada kuartal kedua, jauh di bawah ekspektasi analis sekitar 3,8%. <em>The Wall Street Journal melaporkan<\/em> saham Walmart langsung merosot lebih dari 9% setelah hasil tersebut diumumkan, meskipun pendapatan dan laba perusahaan masih berhasil melampaui perkiraan pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara keseluruhan, kinerja Walmart sebenarnya tidak buruk. Pendapatan kuartal kedua mencapai sekitar US$187,9 miliar, naik 5,9% secara tahunan, sementara laba bersih mencapai US$6,37 miliar. Namun, laba bersih turun 9,4% karena sejumlah faktor termasuk perubahan harga obat dan biaya terkait. <em>Laporan resmi Walmart menunjukkan<\/em> pertumbuhan pendapatan global masih ditopang kuat oleh bisnis digital, dengan e-commerce global meningkat sekitar 23% dan pendapatan operasional yang tetap tumbuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Konsumen Amerika Mulai Lebih Berhati-hati<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Angka penjualan Amerika Serikat menjadi perhatian terbesar karena Walmart sering dianggap sebagai salah satu indikator kondisi konsumen Amerika. Pertumbuhan 2,6% tersebut turun dari 4,1% pada kuartal pertama dan menjadi yang terlemah sejak 2020. <em>Associated Press mencatat<\/em> bahwa kenaikan harga bahan bakar dan tekanan biaya hidup membuat sebagian konsumen, terutama rumah tangga berpendapatan lebih rendah, semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan tersebut tidak berarti konsumen berhenti berbelanja. Mereka masih membeli kebutuhan pokok, makanan, fesyen, dan berbagai barang rumah tangga, tetapi keputusan pembelian menjadi lebih sensitif terhadap harga. Walmart sendiri merespons dengan menurunkan harga pada sejumlah kebutuhan, termasuk daging sapi, setelah menerima pengembalian dana tarif yang cukup besar. <em>The New York Post melaporkan<\/em> perusahaan menggunakan sebagian manfaat tersebut untuk membantu menekan harga sekitar 11.000 produk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>E-Commerce Menjadi Penyelamat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah perlambatan toko fisik, bisnis e-commerce justru terus melaju. Penjualan e-commerce Walmart U.S. meningkat 24%, dan kanal digital kini menyumbang sekitar 23% dari penjualan Walmart di Amerika Serikat. <em>The Wall Street Journal mencatat<\/em> sekitar 80% pesanan e-commerce Walmart dipenuhi melalui toko-toko yang sudah dimiliki perusahaan, sehingga jaringan fisik yang sangat besar justru menjadi aset penting dalam ekspansi digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model tersebut membuat Walmart memiliki keunggulan yang sulit ditiru oleh perusahaan e-commerce murni. Ribuan toko dapat berfungsi sebagai titik pengambilan barang sekaligus pusat pemenuhan pesanan. Dengan demikian, Walmart tidak harus membangun jaringan gudang digital yang sepenuhnya terpisah untuk memenuhi pertumbuhan belanja online. Strategi omnichannel tersebut semakin penting karena konsumen menginginkan pengiriman yang cepat sekaligus harga yang kompetitif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Iklan Menjadi Mesin Bisnis Baru<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan Walmart juga semakin bergeser dari sekadar menjual barang menuju monetisasi ekosistem pelanggan. Bisnis iklan Walmart menjadi salah satu sumber pertumbuhan dengan margin yang lebih menarik. <em>Laporan Walmart menunjukkan<\/em> bahwa bisnis periklanan global telah menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan di luar perdagangan barang. Pada kuartal pertama tahun fiskal ini, bisnis iklan global tumbuh 37%, sementara Walmart Connect di Amerika Serikat meningkat 44%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bisnis iklan memiliki arti strategis karena Walmart memiliki data mengenai perilaku belanja jutaan konsumen. Produsen dan merek dapat membayar untuk menempatkan produk mereka di hadapan konsumen yang kemungkinan besar akan melakukan pembelian. Dengan demikian, Walmart tidak hanya memperoleh margin dari transaksi barang, tetapi juga pendapatan dari perusahaan yang ingin mendapatkan akses terhadap konsumen tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Walmart+ Terus Bertumbuh<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keanggotaan juga menjadi sumber pendapatan yang semakin penting. Walmart+ memberikan pelanggan berbagai manfaat, termasuk pengiriman dan layanan tambahan, sekaligus menciptakan hubungan yang lebih rutin antara konsumen dan platform Walmart. <em>Laporan resmi perusahaan menunjukkan<\/em> pendapatan keanggotaan global tumbuh dua digit dan menjadi salah satu pendorong bisnis baru di luar penjualan toko tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model keanggotaan memberikan Walmart sesuatu yang lebih bernilai daripada transaksi satu kali. Pelanggan yang membayar biaya keanggotaan memiliki insentif untuk semakin sering menggunakan ekosistem Walmart agar manfaat tersebut terasa sepadan. Semakin sering mereka berbelanja, semakin besar pula peluang Walmart memperoleh pendapatan dari barang, iklan, marketplace, dan layanan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tarif Menghasilkan Uang, Tetapi Juga Tekanan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu elemen yang membuat laporan Walmart terlihat lebih rumit adalah pengembalian tarif sekitar US$2,9 miliar. <em>Associated Press melaporkan<\/em> bahwa dana tersebut berasal dari keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan tarif impor era pemerintahan Trump dan memberikan Walmart tambahan ruang untuk menurunkan harga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengembalian tersebut membantu Walmart dalam jangka pendek, tetapi juga menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan telah menjadi faktor penting dalam struktur biaya ritel. Walmart merupakan salah satu importir terbesar di dunia, sehingga perubahan tarif dapat memengaruhi harga produk, margin, dan keputusan pembelian. Karena itu, kemampuan perusahaan mengelola harga menjadi semakin penting ketika konsumen juga menghadapi biaya hidup yang tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Rumah Tangga Berpendapatan Tinggi Masih Kuat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada sisi lain yang menarik dari laporan Walmart. Walaupun konsumen berpendapatan rendah menghadapi tekanan lebih besar, perusahaan justru terus mendapatkan pangsa pasar dari rumah tangga berpendapatan lebih tinggi. <em>The Wall Street Journal melaporkan<\/em> pertumbuhan tersebut terlihat pada berbagai kategori, termasuk bahan makanan, fesyen, mainan, dan produk bermerek sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan ini memperluas basis pelanggan Walmart. Perusahaan yang secara historis sangat kuat di kalangan konsumen berorientasi harga kini semakin mampu menarik konsumen berpendapatan lebih tinggi yang juga mencari kombinasi harga dan kenyamanan. Strategi tersebut penting karena memberikan Walmart sumber pertumbuhan yang lebih luas daripada hanya mengandalkan konsumen yang sedang melakukan penghematan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Toko Fisik Tidak Hilang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski e-commerce tumbuh jauh lebih cepat, laporan Walmart tidak berarti toko fisik kehilangan relevansinya. Justru sebagian besar pesanan online dipenuhi melalui toko. <em>The Wall Street Journal mencatat<\/em> sekitar 80% pesanan e-commerce Walmart dipenuhi menggunakan jaringan toko, menunjukkan bahwa toko fisik telah berubah fungsi menjadi bagian dari infrastruktur digital perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan ritel tidak lagi sederhana antara toko fisik dan internet. Walmart menggabungkan keduanya menjadi satu jaringan. Konsumen dapat memesan secara online, mengambil barang di toko, meminta barang dikirim dari toko terdekat, atau berbelanja langsung. Semakin terintegrasi jaringan tersebut, semakin besar pula keuntungan yang dapat diperoleh Walmart dari skala operasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pasar Melihat Risiko yang Berbeda<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jatuhnya saham lebih dari 9% menunjukkan bahwa investor tidak hanya menilai hasil kuartal yang baru selesai, tetapi juga mempertanyakan arah pertumbuhan Walmart ke depan. <em>MarketWatch melaporkan<\/em> bahwa investor lebih memperhatikan tekanan terhadap konsumen Amerika dan proyeksi kuartal berikutnya yang dianggap kurang meyakinkan, meskipun Walmart menaikkan proyeksi setahun penuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reaksi tersebut juga memperlihatkan tingginya ekspektasi terhadap Walmart. Perusahaan telah menjadi salah satu pemenang besar dalam transformasi ritel beberapa tahun terakhir. Ketika pertumbuhan mulai melambat, pasar dapat memberikan respons yang tajam meskipun angka absolut perusahaan masih sangat besar. Bagi Walmart, tantangannya bukan hanya terus tumbuh, tetapi mempertahankan laju pertumbuhan yang cukup tinggi untuk memenuhi ekspektasi investor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Panduan Tahunan Tetap Dinaikkan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menariknya, Walmart tidak memberikan sinyal bahwa manajemen melihat perlambatan tersebut sebagai perubahan fundamental yang permanen. Perusahaan justru menaikkan proyeksi setahun penuh menjadi pertumbuhan penjualan bersih sekitar 4% hingga 5% dan pertumbuhan laba operasional sekitar 7% hingga 8,5%. <em>Laporan perusahaan menunjukkan<\/em> bahwa manajemen tetap melihat momentum dari e-commerce, keanggotaan, iklan, dan peningkatan pangsa pasar sebagai penopang kinerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, optimisme tersebut harus berjalan berdampingan dengan realitas konsumen. Harga bahan bakar yang tinggi, biaya kebutuhan pokok, tarif, dan tekanan pada rumah tangga berpendapatan rendah dapat membatasi pertumbuhan penjualan di toko. Walmart harus terus menjaga harga tetap kompetitif tanpa mengorbankan margin terlalu besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Walmart Sedang Berubah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan terbesar yang terlihat dari laporan ini sebenarnya bukan hanya perlambatan penjualan. Walmart sedang berubah dari perusahaan ritel dengan jaringan toko yang sangat besar menjadi ekosistem perdagangan yang menggabungkan toko, e-commerce, marketplace, keanggotaan, logistik, dan iklan. <em>Laporan resmi Walmart menegaskan<\/em> bahwa strategi perusahaan semakin bertumpu pada kecepatan, skala, kenyamanan, dan kemampuan memanfaatkan jaringan toko untuk mendukung bisnis digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi tersebut membuat pertumbuhan penjualan toko bukan lagi satu-satunya ukuran keberhasilan. E-commerce yang tumbuh 24%, bisnis iklan yang berkembang pesat, serta pendapatan keanggotaan yang meningkat menunjukkan bahwa Walmart memiliki semakin banyak mesin pertumbuhan. Masalahnya, investor tetap membutuhkan bukti bahwa semua mesin tersebut dapat menghasilkan pertumbuhan laba yang konsisten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sinyal untuk Ekonomi Konsumen<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kinerja Walmart juga memberikan sinyal yang lebih luas mengenai konsumen Amerika. Jika perusahaan dengan jaringan ritel terbesar di dunia mengalami perlambatan penjualan sebanding, terutama di kalangan rumah tangga berpendapatan rendah, hal tersebut menunjukkan adanya tekanan nyata terhadap anggaran rumah tangga. <em>Business Insider menilai<\/em> hasil Walmart menjadi salah satu sinyal bahwa kondisi konsumen mulai menjadi perhatian yang lebih besar bagi perekonomian Amerika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, sinyal tersebut tidak sepenuhnya negatif. Konsumen masih berbelanja dan bahkan kelompok berpendapatan tinggi semakin aktif di Walmart. Perubahan perilaku lebih terlihat sebagai pergeseran menuju belanja yang lebih selektif, mencari nilai, dan memanfaatkan kanal digital. Dalam konteks ini, Walmart justru berada di posisi yang relatif kuat karena mampu menawarkan harga rendah sekaligus kenyamanan digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejatuhan saham Walmart lebih dari 9% bukan semata-mata cerita tentang perusahaan yang mengalami kinerja buruk. Angka penjualan dan e-commerce menunjukkan bahwa bisnis inti masih tumbuh, sementara bisnis iklan dan keanggotaan membuka sumber pendapatan baru. <em>The Wall Street Journal, Associated Press, MarketWatch, dan laporan resmi Walmart<\/em> memperlihatkan persoalan yang lebih kompleks: perusahaan sedang tumbuh melalui bisnis-bisnis baru, tetapi pertumbuhan toko fisiknya mulai kehilangan momentum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaan terbesar bagi Walmart sekarang adalah apakah pertumbuhan digital dapat terus mengimbangi perlambatan konsumen di toko fisik. Jika e-commerce, iklan, marketplace, dan Walmart+ terus berkembang, perusahaan memiliki peluang untuk mengubah struktur bisnisnya menjadi lebih beragam dan menguntungkan. Tetapi jika tekanan terhadap rumah tangga semakin kuat, Walmart tetap akan menghadapi tantangan mempertahankan pertumbuhan sambil menjaga harga tetap rendah. Di situlah laporan kuartal kedua menjadi penting: bukan karena Walmart kehilangan kekuatannya, melainkan karena mesin pertumbuhan perusahaan sedang bergeser.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Perlambatan penjualan di Amerika Serikat menekan saham Walmart, meski e-commerce, keanggotaan, dan bisnis iklan terus menjadi sumber pertumbuhan baru. Walmart menghadapi respons pasar yang keras setelah melaporkan pertumbuhan penjualan Amerika Serikat yang menjadi yang terlemah dalam lebih dari enam tahun. Penjualan sebanding Walmart U.S. hanya meningkat 2,6% pada kuartal kedua, jauh di bawah ekspektasi analis sekitar 3,8%. The Wall Street Journal melaporkan saham Walmart langsung merosot lebih dari 9% setelah hasil tersebut diumumkan, meskipun pendapatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":200089,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[1869],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219616"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219616"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219617,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219616\/revisions\/219617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}