{"id":219532,"date":"2026-08-24T21:35:18","date_gmt":"2026-08-24T14:35:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219532"},"modified":"2026-08-24T21:35:18","modified_gmt":"2026-08-24T14:35:18","slug":"brain-rot-pada-orang-dewasa-penyebab-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/08\/24\/brain-rot-pada-orang-dewasa-penyebab-dan-dampaknya\/","title":{"rendered":"Brain Rot pada Orang Dewasa: Penyebab dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211;\u00a0 )Istilah \u201cbrain rot\u201d semakin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi konten digital yang dangkal, berulang, dan minim stimulasi intelektual. Istilah ini memang bukan diagnosis medis resmi. Namun, kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyimak media sosial, menonton video pendek tanpa henti, atau berpindah-pindah konten dengan cepat dapat memengaruhi pola perhatian, kebiasaan berpikir, tidur, dan kesejahteraan seseorang.<\/p>\n<p>Orang dewasa. Jadi, apakah orang dewasa bisa mengalami \u201cbrain rot\u201d? Bisa dalam pengertian perilaku dan kebiasaan, tetapi bukan berarti otak benar-benar membusuk atau mengalami kerusakan permanen. Otak manusia memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kebiasaan yang dilakukan berulang kali. Jika seseorang terus terbiasa menerima rangsangan cepat dari video pendek, notifikasi, dan pergantian informasi yang konstan, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama dapat terasa semakin berat.<\/p>\n<p>Salah satu dampak yang paling terasa adalah menurunnya kemampuan mempertahankan perhatian. Membaca buku, mengikuti rapat, belajar, atau menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan waktu lama bisa terasa membosankan. Sebaliknya, seseorang mungkin terus mencari rangsangan baru dengan membuka media sosial atau memeriksa ponsel.<\/p>\n<p>Brain rot juga dapat membuat seseorang mengalami kesulitan menikmati aktivitas yang lebih lambat. Menonton video pendek selama beberapa detik memberikan rangsangan baru secara terus-menerus. Akibatnya, aktivitas seperti membaca, berjalan santai, berbincang tanpa ponsel, atau mengerjakan satu pekerjaan dalam waktu lama terasa kurang menarik.<\/p>\n<p>Dampaknya juga dapat merembet pada produktivitas dan kualitas tidur. Kebiasaan menyrol hingga larut malam dapat membuat waktu tidur berkurang. Kurang tidur kemudian dapat memperburuk konsentrasi, daya ingat, suasana hati, dan kemampuan mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Pada sebagian orang, konsumsi konten berlebihan juga dapat meningkatkan stres dan perasaan kewalahan. Informasi datang begitu cepat sehingga otak hampir tidak memiliki kesempatan untuk memprosesnya secara mendalam. Ditambah lagi, paparan berita negatif atau perbandingan kehidupan di media sosial dapat memengaruhi suasana hati dan kepercayaan diri.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, kebiasaan ini dapat diperbaiki. Tidak perlu langsung menghapus seluruh media sosial. Mulailah dengan mengurangi scrolling tanpa tujuan, mematikan notifikasi yang tidak penting, membuat waktu bebas ponsel, memperbanyak aktivitas yang membutuhkan fokus seperti membaca atau berolahraga, serta menjaga tidur yang cukup.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, \u201cbrain rot\u201d bukanlah kondisi di mana otak benar-benar rusak. Istilah ini lebih tepat dipahami sebagai peringatan bahwa cara kita menggunakan teknologi dapat membentuk kebiasaan otak dan perilaku kita. Teknologi bukan musuh, tetapi penggunaannya perlu dikendalikan agar kita tetap mampu berpikir mendalam, berkonsentrasi, beristirahat, dan menikmati kehidupan di luar layar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211;\u00a0 )Istilah \u201cbrain rot\u201d semakin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi konten digital yang dangkal, berulang, dan minim stimulasi intelektual. Istilah ini memang bukan diagnosis medis resmi. Namun, kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyimak media sosial, menonton video pendek tanpa henti, atau berpindah-pindah konten dengan cepat dapat memengaruhi pola perhatian, kebiasaan berpikir, tidur, dan kesejahteraan seseorang. Orang dewasa. Jadi, apakah orang dewasa bisa mengalami \u201cbrain rot\u201d? Bisa dalam pengertian perilaku dan kebiasaan, tetapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":203957,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[17,1055],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219532"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219532"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219532\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219533,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219532\/revisions\/219533"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}