{"id":219274,"date":"2026-08-10T09:52:29","date_gmt":"2026-08-10T02:52:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219274"},"modified":"2026-08-10T10:05:08","modified_gmt":"2026-08-10T03:05:08","slug":"apollo-menangkan-perebutan-easyjet-senilai-us77-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/08\/10\/apollo-menangkan-perebutan-easyjet-senilai-us77-miliar\/","title":{"rendered":"Apollo Menangkan Perebutan easyJet Senilai US$7,7 Miliar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Apollo Global Management berhasil mengakhiri persaingan panjang untuk menguasai easyJet setelah perusahaan investasi asal Amerika Serikat itu menyepakati akuisisi maskapai penerbangan bertarif rendah asal Inggris tersebut senilai sekitar \u00a35,7 miliar atau US$7,7 miliar. Apollo menawarkan \u00a37,15 untuk setiap saham easyJet dalam transaksi tunai yang mendapat dukungan dewan direksi maskapai. Kesepakatan tersebut sekaligus menutup persaingan dengan Castlelake, perusahaan investasi Amerika lainnya yang sebelumnya lebih dahulu mencapai kesepakatan dengan easyJet. <em>Reuters<\/em> menyebut kemenangan Apollo sebagai hasil dari persaingan yang berlangsung selama beberapa pekan dan memperlihatkan meningkatnya minat investor ekuitas privat terhadap perusahaan-perusahaan Inggris yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai transaksi menjadi semakin menarik jika dibandingkan dengan tawaran Castlelake sebelumnya. Apollo bersedia membayar \u00a37,15 per saham, sementara Castlelake terakhir menawarkan \u00a36,90. Selisih hanya 25 pence per saham terlihat kecil, tetapi jika diterapkan pada seluruh saham easyJet, perbedaannya menjadi sangat besar. Tawaran Apollo juga mencerminkan premi sekitar 81% terhadap harga saham easyJet sebelum minat Castlelake pertama kali muncul. <em>The Wall Street Journal<\/em> melihat harga tersebut sebagai indikasi bahwa investor keuangan bersedia membayar mahal untuk memperoleh kendali atas perusahaan yang memiliki jaringan penerbangan luas, merek yang kuat dan peluang meningkatkan kinerja melalui investasi jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persaingan untuk easyJet sendiri berlangsung dalam kondisi yang tidak sepenuhnya menguntungkan industri penerbangan. Harga bahan bakar pesawat mengalami tekanan setelah konflik Iran meningkatkan ketidakpastian energi, sementara permintaan perjalanan di sejumlah pasar Eropa menghadapi perubahan. easyJet juga menghadapi tekanan terhadap profitabilitasnya. Kerugian maskapai tersebut pada paruh pertama tahun fiskal 2026 meningkat 27% menjadi \u00a3377 juta. <em>CBS News<\/em>, yang mengutip perkembangan perusahaan ketika proses penawaran berlangsung, mencatat bahwa lonjakan harga bahan bakar menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi keuangan easyJet sekaligus membuat valuasinya menarik bagi investor yang melihat peluang pemulihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Justru kondisi tersebut menjadi alasan mengapa easyJet menarik bagi private equity. Investor seperti Apollo tidak harus menilai perusahaan hanya berdasarkan kinerja dalam satu atau dua kuartal. Mereka dapat melihat aset, jaringan penerbangan, kapasitas armada, posisi merek serta peluang meningkatkan efisiensi dalam jangka lebih panjang. easyJet memiliki lebih dari 300 pesawat dan sekitar 1.000 rute di lebih dari 30 negara, menurut <em>The Wall Street Journal<\/em>. Dengan jaringan sebesar itu, perusahaan memiliki infrastruktur bisnis yang sudah terbentuk dan tidak perlu membangun pasar dari awal. Tantangannya adalah bagaimana mengubah skala tersebut menjadi profitabilitas yang lebih konsisten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apollo sendiri mengatakan kepemilikan privat akan memberikan easyJet tambahan fleksibilitas untuk mengejar peluang pertumbuhan. Strateginya tidak diarahkan untuk memecah perusahaan, tetapi mendukung bisnis komersial yang sudah berjalan, termasuk layanan paket liburan. <em>The Guardian<\/em> mencatat bahwa Apollo menyatakan akan mempertahankan strategi dan manajemen easyJet serta tidak memiliki rencana untuk memecah perusahaan. Sikap tersebut penting karena model bisnis maskapai bertarif rendah sangat bergantung pada skala jaringan, frekuensi penerbangan, utilisasi pesawat dan kemampuan menjual layanan tambahan kepada penumpang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bisnis liburan menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian karena memberikan sumber pendapatan yang berbeda dari tiket penerbangan. easyJet Holidays memungkinkan perusahaan menangkap nilai lebih besar dari perjalanan pelanggan melalui kombinasi penerbangan dan akomodasi. Apollo berencana mendukung pertumbuhan operasi komersial tersebut. <em>Reuters<\/em> melihat pengembangan bisnis liburan sebagai bagian dari strategi untuk memperluas sumber pendapatan easyJet, terutama ketika margin dari tiket penerbangan dapat tertekan oleh harga bahan bakar dan persaingan tarif di pasar Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akuisisi ini juga menunjukkan bagaimana perusahaan publik Inggris semakin menarik bagi modal private equity Amerika. easyJet diperdagangkan di London, sementara Apollo dan Castlelake sama-sama berasal dari Amerika Serikat. Ketertarikan dua investor tersebut dalam waktu berdekatan menunjukkan bahwa valuasi perusahaan Inggris dapat terlihat menarik dari sudut pandang investor global ketika harga saham tidak sepenuhnya mencerminkan nilai aset dan potensi operasional. <em>The Wall Street Journal<\/em> mengaitkan transaksi tersebut dengan meningkatnya minat private equity terhadap perusahaan Inggris yang dianggap memiliki ruang untuk meningkatkan nilai setelah keluar dari tekanan pasar publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Apollo tidak dapat mengabaikan persoalan regulasi. easyJet menjalankan penerbangan di dalam Uni Eropa, sementara aturan kepemilikan maskapai di kawasan tersebut mengharuskan hak penerbangan intra-EU tetap berada di bawah kendali mayoritas pemilik Uni Eropa. Struktur transaksi yang diusulkan mencakup penggunaan <em>EU management trusts<\/em> serta mempertahankan keterlibatan pemegang saham yang ada untuk memenuhi persyaratan tersebut. <em>Reuters<\/em> menempatkan aturan kepemilikan Eropa sebagai salah satu tantangan terbesar bagi Apollo karena akuisisi maskapai bukan hanya persoalan membayar pemegang saham, tetapi juga memastikan hak operasional tetap memenuhi ketentuan penerbangan regional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga pendiri easyJet juga mendukung transaksi tersebut. Stelios Haji-Ioannou, pendiri maskapai, bersama keluarganya memiliki sekitar 15,3% saham dan berencana tetap menjadi pemegang saham jangka panjang dalam struktur setelah transaksi. Dukungan tersebut memberi Apollo keuntungan penting karena easyJet bukan perusahaan yang sepenuhnya terpisah dari sejarah pendirinya. <em>The Wall Street Journal<\/em> mencatat bahwa keterlibatan keluarga pendiri dapat membantu memberikan stabilitas dalam proses perubahan kepemilikan, terutama karena merek easyJet telah menjadi salah satu nama besar dalam penerbangan bertarif rendah Eropa sejak didirikan pada 1995.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Castlelake, kekalahan tersebut menjadi akhir dari proses panjang yang sebelumnya hampir membawa easyJet ke tangan mereka. Castlelake telah mengajukan lima tawaran sebelum mencapai kesepakatan prinsip dengan easyJet, tetapi kemudian muncul Apollo dengan penawaran yang lebih tinggi. Ketika Apollo menawarkan \u00a37,15 per saham, easyJet menyatakan tawaran tersebut memberikan hasil yang lebih baik bagi pemegang saham dan tidak lagi merekomendasikan proposal Castlelake. <em>Euronews<\/em> menggambarkan perubahan tersebut sebagai salah satu contoh paling jelas bagaimana sebuah transaksi yang hampir selesai dapat berubah ketika pesaing baru masuk dengan harga lebih tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi easyJet juga memperlihatkan mengapa industri penerbangan Eropa tetap menarik sekaligus berisiko bagi investor. Maskapai bertarif rendah memiliki keunggulan berupa model operasi yang efisien dan jaringan rute yang luas, tetapi sangat sensitif terhadap harga bahan bakar, perubahan permintaan, biaya tenaga kerja dan persaingan tarif. Ketika faktor eksternal bergerak melawan perusahaan, keuntungan dapat tergerus dengan cepat. Sebaliknya, jika biaya turun dan tingkat keterisian meningkat, perusahaan dengan armada besar dapat memperoleh manfaat dari skala. <em>Axios<\/em> melihat transaksi Apollo sebagai pertaruhan terhadap kemampuan easyJet memanfaatkan posisi tersebut untuk tumbuh setelah tekanan biaya mereda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang membuat akuisisi ini penting bukan hanya ukurannya, tetapi perubahan kepemilikan dari perusahaan publik menjadi perusahaan privat. Sebagai perusahaan publik, easyJet harus menghadapi tekanan investor dan pasar setiap kali kinerja kuartalan mengalami perubahan. Di bawah Apollo, manajemen memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan investasi dengan horizon yang lebih panjang tanpa menghadapi respons pasar saham setiap hari. Namun, fleksibilitas tersebut juga datang dengan tuntutan pengembalian modal yang tinggi dari investor private equity. Kesuksesan transaksi akan bergantung pada kemampuan Apollo meningkatkan nilai perusahaan tanpa merusak model operasi yang membuat easyJet menjadi salah satu pemain penting penerbangan murah Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesepakatan senilai US$7,7 miliar itu akhirnya memperlihatkan bahwa easyJet bukan hanya sebuah maskapai yang sedang menghadapi tekanan biaya. Di mata investor, perusahaan tersebut merupakan kombinasi antara jaringan penerbangan besar, merek yang kuat, armada lebih dari 300 pesawat dan peluang memperluas bisnis perjalanan di luar tiket pesawat. Apollo memenangkan persaingan setelah menawarkan harga lebih tinggi daripada Castlelake, tetapi tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah transaksi selesai. <em>Reuters<\/em> menilai kemampuan Apollo menghadapi regulasi kepemilikan Eropa, tekanan bahan bakar dan kebutuhan investasi menjadi faktor penting yang akan menentukan apakah harga \u00a37,15 per saham tersebut nantinya terbukti sebagai pembelian strategis yang tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Apollo Global Management berhasil mengakhiri persaingan panjang untuk menguasai easyJet setelah perusahaan investasi asal Amerika Serikat itu menyepakati akuisisi maskapai penerbangan bertarif rendah asal Inggris tersebut senilai sekitar \u00a35,7 miliar atau US$7,7 miliar. Apollo menawarkan \u00a37,15 untuk setiap saham easyJet dalam transaksi tunai yang mendapat dukungan dewan direksi maskapai. Kesepakatan tersebut sekaligus menutup persaingan dengan Castlelake, perusahaan investasi Amerika lainnya yang sebelumnya lebih dahulu mencapai kesepakatan dengan easyJet. Reuters menyebut kemenangan Apollo sebagai hasil dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":211005,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[12829],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219274"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219274"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219275,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219274\/revisions\/219275"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/211005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}