{"id":219271,"date":"2026-08-10T08:21:30","date_gmt":"2026-08-10T01:21:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219271"},"modified":"2026-08-10T10:04:58","modified_gmt":"2026-08-10T03:04:58","slug":"nielsen-perkuat-digital-lewat-akuisisi-doubleverify","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/08\/10\/nielsen-perkuat-digital-lewat-akuisisi-doubleverify\/","title":{"rendered":"Nielsen Perkuat Digital Lewat Akuisisi DoubleVerify"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Nielsen mengambil langkah besar untuk memperluas bisnis pengukuran media digital dengan mengakuisisi DoubleVerify dalam transaksi tunai yang memiliki <em>enterprise value<\/em> sekitar US$2,15 miliar. Pemegang saham DoubleVerify akan menerima US$13,60 untuk setiap saham yang dimiliki. Nilai tersebut menunjukkan premi terhadap harga perdagangan perusahaan sebelum pengumuman, sekaligus membawa DoubleVerify keluar dari pasar saham publik setelah transaksi selesai. <em>The Wall Street Journal<\/em> melihat kesepakatan ini sebagai bagian dari perubahan strategi Nielsen yang semakin menempatkan pengukuran media digital sebagai pusat pertumbuhan bisnisnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transaksi tersebut mempertemukan dua perusahaan yang selama ini bekerja di sisi berbeda dalam ekosistem periklanan. Nielsen dikenal luas melalui pengukuran jumlah dan karakteristik audiens televisi serta media lintas layar, sementara DoubleVerify menyediakan teknologi untuk memeriksa kualitas dan efektivitas iklan digital. Dengan menggabungkan keduanya, Nielsen ingin memiliki kemampuan yang lebih lengkap: bukan hanya mengetahui siapa yang melihat iklan, tetapi juga apakah iklan tersebut muncul di lingkungan yang berkualitas dan benar-benar memenuhi standar yang diharapkan pengiklan. <em>Variety<\/em> menilai kombinasi ini dapat memperkuat posisi Nielsen dalam pasar pengukuran media yang semakin bergeser dari televisi tradisional menuju ekosistem digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai strategis DoubleVerify menjadi lebih jelas ketika melihat ukuran bisnisnya. Perusahaan tersebut membukukan pendapatan US$748,3 juta pada 2025, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan dari bisnis <em>activation<\/em> mencapai US$427,3 juta, naik 15%, sedangkan pendapatan <em>measurement<\/em> meningkat 10% menjadi US$249,7 juta. DoubleVerify juga menghasilkan <em>adjusted EBITDA<\/em> sebesar US$245,6 juta dengan margin 33%. Angka tersebut menunjukkan bahwa Nielsen tidak membeli perusahaan digital yang masih mencari model bisnis, melainkan perusahaan dengan pendapatan besar, pertumbuhan dua digit dan profitabilitas operasional yang sudah terbentuk. <em>DoubleVerify<\/em> mencatat kinerja tersebut dalam laporan keuangan tahun 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan DoubleVerify juga memperlihatkan perubahan cara pengiklan mengukur efektivitas kampanye. Pada 2025, jumlah <em>media transactions measured<\/em> atau MTM mencapai 9,5 triliun, meningkat 15% dalam setahun. Untuk <em>connected TV<\/em>, MTM bahkan tumbuh 33%. Perubahan tersebut penting karena televisi dan video digital semakin sulit dipisahkan dalam perilaku konsumsi media. Pengiklan membutuhkan ukuran yang dapat membandingkan audiens lintas perangkat, sementara platform digital menghasilkan data dalam jumlah sangat besar dengan karakteristik yang berbeda. <em>DoubleVerify<\/em> menunjukkan bahwa bisnisnya telah berkembang mengikuti kebutuhan tersebut, terutama melalui pengukuran CTV, media sosial dan transaksi programatik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sinilah akuisisi menjadi lebih dari sekadar pembelian perusahaan teknologi. Nielsen memiliki pengalaman panjang dalam mengukur audiens lintas layar, sementara DoubleVerify memiliki teknologi untuk menilai kualitas lingkungan tempat iklan ditampilkan. Penggabungan kedua kemampuan tersebut berpotensi menghasilkan sistem yang dapat menjawab dua pertanyaan sekaligus: berapa banyak orang yang dijangkau sebuah kampanye dan seberapa berkualitas eksposur tersebut. <em>TV Technology<\/em> menggambarkan perusahaan gabungan sebagai penyedia solusi dengan pendapatan lebih dari US$4 miliar dan cakupan layanan yang dapat digunakan oleh perusahaan dengan belanja media sangat besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Nielsen, langkah tersebut juga mencerminkan perubahan besar sejak perusahaan keluar dari pasar publik. Nielsen diambil alih pada 2022 dalam transaksi sekitar US$16 miliar termasuk utang oleh konsorsium yang dipimpin Elliott Management dan Brookfield Asset Management. Status sebagai perusahaan privat memberikan ruang bagi manajemen untuk melakukan perubahan strategis tanpa tekanan yang sama seperti ketika masih menjadi perusahaan publik. <em>The Wall Street Journal<\/em> mencatat bahwa transformasi tersebut membuat Nielsen semakin berfokus pada teknologi dan pengukuran media digital, bidang yang menjadi semakin penting ketika konsumsi televisi tradisional terus terfragmentasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan perilaku audiens membuat model pengukuran lama semakin sulit berdiri sendiri. Seseorang dapat menonton program televisi melalui layar konvensional, layanan streaming, perangkat terhubung internet atau platform digital, sementara iklan yang menyertainya dapat berasal dari sistem teknologi yang berbeda. Pengiklan tetap membutuhkan satu ukuran untuk menentukan apakah investasi mereka menghasilkan jangkauan yang efektif. Karena itu, kemampuan menggabungkan data audiens dengan data kualitas media menjadi semakin berharga. <em>Axios<\/em> melihat akuisisi DoubleVerify sebagai upaya Nielsen untuk memperkuat posisinya di tengah perubahan tersebut sekaligus memperluas eksposurnya terhadap bisnis pengukuran digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harga US$13,60 per saham juga memberikan gambaran mengenai bagaimana pasar menilai DoubleVerify ketika transaksi diumumkan. Sebelum pengumuman, saham DoubleVerify ditutup di US$11,71 dan kemudian bergerak menuju US$13,19 dalam perdagangan setelah jam bursa. Premi tersebut memperlihatkan bahwa Nielsen bersedia membayar lebih untuk mendapatkan aset teknologi, hubungan pelanggan dan posisi DoubleVerify dalam industri periklanan digital. <em>The Wall Street Journal<\/em> mencatat bahwa Providence Equity Partners, yang memiliki sekitar 11,8% saham DoubleVerify, akan keluar setelah transaksi selesai, sehingga akuisisi tersebut sekaligus memberikan jalan keluar bagi salah satu pemegang saham besar perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada alasan lain mengapa DoubleVerify menarik bagi Nielsen: perusahaan tersebut telah membangun kemampuan di berbagai bagian rantai periklanan digital. Bisnisnya tidak hanya mengukur iklan, tetapi juga menyediakan layanan <em>activation<\/em> dan solusi bagi sisi pasokan media. Pendapatan <em>supply-side<\/em> pada 2025 mencapai US$71,3 juta, meningkat 25%. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa teknologi DoubleVerify tidak lagi terbatas pada fungsi pemeriksaan setelah iklan ditayangkan, melainkan semakin masuk ke proses bagaimana transaksi media dilakukan. <em>DoubleVerify<\/em> mencatat pertumbuhan tersebut sebagai salah satu pendorong utama ekspansi perusahaan sepanjang 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kinerja kuartal kedua 2026 juga memperlihatkan bahwa bisnis DoubleVerify tetap tumbuh menjelang akuisisi. Pendapatan mencapai US$193,8 juta, meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut memang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan tahunan 2025, tetapi tetap menunjukkan bahwa perusahaan memiliki basis pendapatan yang besar ketika Nielsen mengambil keputusan untuk membelinya. <em>The Wall Street Journal<\/em> menyoroti angka tersebut dalam konteks transaksi yang terjadi ketika valuasi perusahaan teknologi media sedang mengalami perubahan akibat perkembangan kecerdasan buatan dan perubahan pola belanja iklan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">AI menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam industri tersebut. Teknologi kecerdasan buatan semakin banyak digunakan untuk menentukan penempatan iklan, mengoptimalkan kampanye, membuat konten dan menganalisis perilaku konsumen. Pada saat yang sama, semakin banyak otomatisasi berarti semakin besar kebutuhan untuk memastikan bahwa iklan benar-benar muncul di lingkungan yang sesuai dan tidak terjebak dalam lalu lintas palsu atau aktivitas yang tidak memberikan nilai kepada pengiklan. DoubleVerify memiliki posisi dalam persoalan tersebut karena teknologi perusahaan digunakan untuk mengidentifikasi kualitas media dan memerangi persoalan seperti <em>bot traffic<\/em>. <em>The Wall Street Journal<\/em> menempatkan kemampuan tersebut sebagai salah satu alasan strategis di balik ketertarikan Nielsen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi industri periklanan, penggabungan ini juga dapat mengubah persaingan di antara penyedia jasa pengukuran. Nielsen memiliki nama dan jaringan yang kuat dalam pengukuran audiens, sedangkan DoubleVerify membawa teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan kampanye digital dan programatik. Jika kedua aset tersebut berhasil diintegrasikan, perusahaan gabungan dapat menawarkan kepada pengiklan sebuah sistem yang lebih menyeluruh daripada layanan pengukuran yang hanya melihat jumlah penonton atau hanya memeriksa kualitas iklan. <em>TV Technology<\/em> melihat kombinasi tersebut sebagai upaya menciptakan pendekatan pengukuran yang menghubungkan jangkauan audiens dengan kualitas media.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantangannya adalah memastikan dua bisnis dengan sejarah dan karakter teknologi berbeda dapat benar-benar menghasilkan nilai tambahan. Akuisisi US$2,15 miliar membutuhkan lebih dari sekadar penggabungan produk. Nielsen harus mempertahankan pelanggan DoubleVerify, menjaga independensi dan kredibilitas pengukuran, sekaligus mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam jaringan produknya sendiri. Jika proses tersebut berjalan terlalu lambat, manfaat strategis yang menjadi dasar pembayaran premi dapat berkurang. Sebaliknya, integrasi yang berhasil dapat membuat Nielsen memiliki posisi yang lebih kuat dalam persaingan pengukuran media generasi berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transaksi ini juga memperlihatkan bahwa bisnis pengukuran media sedang mengalami pergeseran struktur. Perusahaan yang dahulu memperoleh kekuatan terutama dari pengukuran televisi kini harus mampu membaca perilaku audiens di berbagai platform sekaligus memberikan data yang relevan bagi transaksi iklan digital. Konsumen tidak lagi menggunakan satu layar, sementara pengiklan tidak lagi membeli satu jenis media. <em>Axios<\/em> menilai akuisisi DoubleVerify memperlihatkan bagaimana perusahaan pengukuran berusaha beradaptasi dengan realitas baru tersebut, termasuk menghadapi perubahan valuasi perusahaan teknologi yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan nilai transaksi sekitar US$2,15 miliar, Nielsen sebenarnya membeli lebih dari sekadar perusahaan dengan pendapatan hampir US$750 juta. Yang dibeli adalah kemampuan untuk menghubungkan pengukuran audiens dengan kualitas media, sebuah kombinasi yang semakin penting ketika batas antara televisi, streaming, media sosial dan iklan digital semakin tipis. DoubleVerify membawa teknologi, data dan hubungan dengan ekosistem periklanan, sementara Nielsen membawa skala dan pengalaman dalam pengukuran audiens. Jika keduanya dapat disatukan secara efektif, akuisisi ini dapat menjadi fondasi bagi Nielsen untuk membangun kembali keunggulannya dalam industri media yang kini bergerak semakin cepat ke arah digital.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Nielsen mengambil langkah besar untuk memperluas bisnis pengukuran media digital dengan mengakuisisi DoubleVerify dalam transaksi tunai yang memiliki enterprise value sekitar US$2,15 miliar. Pemegang saham DoubleVerify akan menerima US$13,60 untuk setiap saham yang dimiliki. Nilai tersebut menunjukkan premi terhadap harga perdagangan perusahaan sebelum pengumuman, sekaligus membawa DoubleVerify keluar dari pasar saham publik setelah transaksi selesai. The Wall Street Journal melihat kesepakatan ini sebagai bagian dari perubahan strategi Nielsen yang semakin menempatkan pengukuran media digital sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":219272,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[5835],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219271"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219271"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219273,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219271\/revisions\/219273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}