{"id":219240,"date":"2026-08-07T09:52:51","date_gmt":"2026-08-07T02:52:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219240"},"modified":"2026-08-07T09:52:51","modified_gmt":"2026-08-07T02:52:51","slug":"marketing-memasuki-babak-baru-brand-ai-dan-aeo-mulai-mengalahkan-sekadar-klik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/marketing-memasuki-babak-baru-brand-ai-dan-aeo-mulai-mengalahkan-sekadar-klik\/","title":{"rendered":"Marketing Memasuki Babak Baru: Brand, AI, dan AEO Mulai Mengalahkan Sekadar Klik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Marketing)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama bertahun-tahun, dunia digital marketing didominasi oleh satu ukuran keberhasilan: berapa banyak klik yang bisa dibeli dengan biaya serendah mungkin. Namun, laporan kinerja terbaru dari dua pemain besar industri perjalanan, Expedia Group dan Trivago, menunjukkan bahwa strategi tersebut mulai bergeser.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alih-alih terus meningkatkan anggaran iklan digital, keduanya justru berbicara tentang efisiensi, loyalitas pelanggan, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Meski mengambil pendekatan yang berbeda, pesan yang mereka sampaikan serupa: masa depan pemasaran tidak lagi hanya tentang mengakuisisi pelanggan, tetapi juga membangun hubungan yang membuat pelanggan kembali tanpa harus terus-menerus &#8220;dibeli.&#8221;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Dari SEO Menuju AEO: AI Mengubah Cara Konsumen Mencari Informasi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam paparan kinerja kuartalan, CEO Expedia Group Ariane Gorin mengungkapkan bahwa pemesanan konsumen meningkat 8%, sementara belanja pemasaran hanya naik 1%. Artinya, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi pemasaran secara signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu strategi yang kini menjadi fokus adalah Answer Engine Optimization (AEO). Jika selama ini perusahaan berlomba-lomba mengoptimalkan situs web agar muncul di hasil pencarian Google melalui Search Engine Optimization (SEO), kini mereka juga harus memastikan kontennya muncul sebagai jawaban dalam platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, maupun AI Overviews milik Google.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Banyak orang kini tidak lagi mengetik kata kunci seperti &#8220;hotel terbaik di Bali&#8221; di mesin pencari, melainkan bertanya langsung kepada AI, &#8220;Hotel terbaik di Bali untuk keluarga dengan anak kecil.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, perusahaan perlu mengoptimalkan konten agar dapat dipahami dan direkomendasikan oleh mesin AI, bukan hanya oleh algoritma pencarian tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Expedia juga memperbesar investasi pada media sosial serta mengembangkan sistem AI agentic yang mampu menghasilkan iklan yang dipersonalisasi dalam skala besar. AI tidak lagi sekadar membantu membuat konten, tetapi mulai mengambil peran dalam mengelola dan mengoptimalkan kampanye pemasaran secara otomatis.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Trivago: Brand Marketing Menjadi Mesin Profit Baru<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan Expedia yang berinvestasi pada AI dan kanal baru, Trivago justru memetik hasil dari investasi brand yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">CEO Johannes Thomas menjelaskan bahwa perusahaan sengaja memperlambat pertumbuhan belanja iklan menjadi sekitar 10% pada semester pertama tahun ini, turun dari sekitar 20% pada 2025.\u00a0Alasannya sederhana: pelanggan yang datang karena mengenal merek Trivago memiliki kualitas yang lebih baik dibanding pelanggan yang diperoleh melalui iklan performa.\u00a0Mereka lebih sering kembali menggunakan layanan, lebih mudah didorong untuk membuat akun, dan kemudian dapat dihubungi kembali melalui email maupun notifikasi aplikasi tanpa biaya akuisisi tambahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan ini secara langsung meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV), yaitu total nilai ekonomi yang dapat dihasilkan seorang pelanggan sepanjang hubungan mereka dengan perusahaan. Ketika pelanggan terus kembali tanpa harus dibayar ulang melalui iklan, biaya pemasaran per transaksi pun turun secara signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Strategi ini menunjukkan bahwa brand bukan sekadar aset komunikasi, tetapi juga aset finansial yang mampu menurunkan biaya akuisisi pelanggan sekaligus meningkatkan profitabilitas.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Era Baru Marketing Menggabungkan AI, Brand, dan Loyalitas<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang dilakukan Expedia dan Trivago menunjukkan bahwa digital marketing sedang memasuki fase yang lebih matang. Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan terlalu berfokus pada metrik jangka pendek seperti Cost per Click (CPC), Cost per Acquisition (CPA), atau Return on Ad Spend (ROAS). Metrik tersebut tetap penting, tetapi tidak lagi cukup sebagai satu-satunya indikator keberhasilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kini, perusahaan mulai mengukur keberhasilan pemasaran melalui kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. AI digunakan untuk membuat pemasaran lebih relevan dan efisien, sementara investasi pada brand menciptakan kepercayaan yang membuat pelanggan datang kembali tanpa biaya akuisisi yang terus meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan lain yang tak kalah penting adalah bergesernya fokus dari Search Engine Optimization (SEO) menuju Answer Engine Optimization (AEO). Jika SEO dirancang untuk memenangkan peringkat di halaman pencarian, AEO bertujuan memastikan sebuah merek menjadi jawaban yang dipilih oleh AI ketika konsumen mengajukan pertanyaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi para pemasar, perubahan ini membawa tiga pelajaran penting. Pertama, AI akan menjadi fondasi baru dalam strategi pemasaran, mulai dari personalisasi hingga distribusi konten. Kedua, brand equity kembali menjadi pembeda utama di tengah semakin mahalnya biaya iklan digital. Ketiga, keberhasilan pemasaran tidak lagi hanya diukur dari banyaknya pelanggan baru yang datang, tetapi dari seberapa lama mereka bertahan dan seberapa besar nilai yang mereka berikan sepanjang siklus hubungan dengan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam era AI, kompetisi pemasaran tidak lagi sekadar memenangkan klik. Kompetisi sesungguhnya adalah menjadi merek yang dipercaya manusia sekaligus direkomendasikan oleh mesin cerdas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Marketing) Selama bertahun-tahun, dunia digital marketing didominasi oleh satu ukuran keberhasilan: berapa banyak klik yang bisa dibeli dengan biaya serendah mungkin. Namun, laporan kinerja terbaru dari dua pemain besar industri perjalanan, Expedia Group dan Trivago, menunjukkan bahwa strategi tersebut mulai bergeser. Alih-alih terus meningkatkan anggaran iklan digital, keduanya justru berbicara tentang efisiensi, loyalitas pelanggan, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Meski mengambil pendekatan yang berbeda, pesan yang mereka sampaikan serupa: masa depan pemasaran tidak lagi hanya tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":219241,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,1050],"tags":[5703,13561],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219240"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219240"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219240\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219242,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219240\/revisions\/219242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}