{"id":219228,"date":"2026-08-06T23:48:10","date_gmt":"2026-08-06T16:48:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219228"},"modified":"2026-08-06T23:48:10","modified_gmt":"2026-08-06T16:48:10","slug":"softbank-raup-untung-intel-tetapi-laba-kuartalan-tetap-turun-18","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/08\/06\/softbank-raup-untung-intel-tetapi-laba-kuartalan-tetap-turun-18\/","title":{"rendered":"SoftBank Raup Untung Intel, tetapi Laba Kuartalan Tetap Turun 18%"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News)<\/p>\n<p>SoftBank Group kembali membuktikan bahwa portofolio investasinya mampu menghasilkan keuntungan besar di tengah dinamika industri teknologi global. Namun, lonjakan nilai investasi di Intel ternyata belum cukup untuk menjaga pertumbuhan laba perusahaan. Dalam laporan keuangan kuartalan terbaru, konglomerasi investasi asal Jepang tersebut mencatat penurunan laba bersih sebesar 18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun memperoleh keuntungan signifikan dari kenaikan harga saham Intel.<\/p>\n<p>Salah satu sorotan utama dalam laporan itu adalah investasi SoftBank di Intel yang nilainya melonjak setelah saham perusahaan semikonduktor Amerika Serikat tersebut mengalami kenaikan hampir tiga kali lipat selama kuartal April\u2013Juni. Chief Financial Officer (CFO) SoftBank bahkan menyebut lonjakan harga saham Intel sebagai sebuah &#8220;kejutan yang sangat positif&#8221;, mengingat pemulihan tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar.<\/p>\n<p>Kenaikan saham Intel menjadi angin segar bagi SoftBank yang selama beberapa tahun terakhir berupaya memperkuat eksposurnya terhadap industri kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Intel yang sebelumnya sempat tertinggal dalam persaingan chip AI mulai kembali menarik perhatian investor setelah menunjukkan kemajuan dalam strategi restrukturisasi bisnis dan pengembangan teknologi manufaktur chip generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, keuntungan investasi tersebut tidak mampu mengimbangi berbagai tekanan yang masih membayangi bisnis SoftBank secara keseluruhan. Penurunan laba mencerminkan tingginya volatilitas nilai portofolio investasi perusahaan, terutama pada Vision Fund yang berisi berbagai startup teknologi di seluruh dunia. Nilai sejumlah investasi masih berfluktuasi mengikuti kondisi pasar modal global yang belum sepenuhnya stabil.<\/p>\n<p>SoftBank selama ini dikenal sebagai investor yang agresif dalam memburu perusahaan teknologi dengan potensi pertumbuhan tinggi. Strategi tersebut memberikan peluang keuntungan besar ketika pasar sedang bullish, tetapi juga membuat kinerja keuangan perusahaan sangat sensitif terhadap perubahan valuasi aset.<\/p>\n<p>Di sisi lain, fokus SoftBank terhadap revolusi AI masih terus berlanjut. Perusahaan yang dipimpin Masayoshi Son itu semakin aktif mengalokasikan modal pada sektor semikonduktor dan infrastruktur AI. Setelah sukses membawa Arm Holdings kembali melantai di bursa saham Amerika Serikat, SoftBank kini berupaya memanfaatkan meningkatnya kebutuhan chip AI di berbagai industri.<\/p>\n<p>Intel sendiri menjadi salah satu perusahaan yang berusaha mengambil momentum tersebut. Meskipun masih menghadapi persaingan ketat dari Nvidia, AMD, dan TSMC, Intel terus meningkatkan investasi pada fasilitas produksi baru dan mengembangkan prosesor yang dirancang untuk mendukung beban kerja AI. Optimisme terhadap prospek tersebut ikut mendorong minat investor sehingga harga saham perusahaan melonjak tajam sepanjang kuartal.<\/p>\n<p>Bagi SoftBank, keuntungan dari Intel menjadi bukti bahwa investasi di sektor chip masih menawarkan potensi yang besar. Namun, laporan keuangan terbaru juga menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap keuntungan investasi belum cukup untuk menghasilkan pertumbuhan laba yang konsisten. Perusahaan masih harus menghadapi tantangan berupa fluktuasi valuasi startup, perubahan suku bunga global, serta ketidakpastian ekonomi yang memengaruhi pasar teknologi.<\/p>\n<p>Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada langkah berikutnya dari Masayoshi Son. Ia telah berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa era AI baru saja dimulai dan akan menciptakan peluang investasi terbesar dalam beberapa dekade mendatang. Karena itu, SoftBank diperkirakan akan terus memperbesar investasinya pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang chip, pusat data, robotika, dan teknologi AI.<\/p>\n<p>Meski laba kuartalan mengalami penurunan, kinerja SoftBank menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki kemampuan untuk memanfaatkan momentum di sektor teknologi yang berkembang pesat. Tantangan berikutnya adalah memastikan keuntungan dari investasi-investasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba yang lebih stabil dan berkelanjutan, bukan sekadar bergantung pada kenaikan nilai saham sesaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News) SoftBank Group kembali membuktikan bahwa portofolio investasinya mampu menghasilkan keuntungan besar di tengah dinamika industri teknologi global. Namun, lonjakan nilai investasi di Intel ternyata belum cukup untuk menjaga pertumbuhan laba perusahaan. Dalam laporan keuangan kuartalan terbaru, konglomerasi investasi asal Jepang tersebut mencatat penurunan laba bersih sebesar 18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun memperoleh keuntungan signifikan dari kenaikan harga saham Intel. Salah satu sorotan utama dalam laporan itu adalah investasi SoftBank di Intel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":205721,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219228"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219228"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219229,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219228\/revisions\/219229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}