{"id":219185,"date":"2026-08-05T10:28:40","date_gmt":"2026-08-05T03:28:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219185"},"modified":"2026-08-05T19:35:57","modified_gmt":"2026-08-05T12:35:57","slug":"kota-gjirokastra-kardhiq-albania-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/08\/05\/kota-gjirokastra-kardhiq-albania-selatan\/","title":{"rendered":"Kota Gjirokastra, Kardhiq, Albania Selatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Travel) Di antara seluruh kota yang dikunjungi Johann Georg von Hahn, Gjirokastra menempati posisi yang sangat penting. Kota ini bukan hanya menjadi pusat pemerintahan di Albania bagian selatan, tetapi juga mencerminkan hubungan yang erat antara kondisi geografis, struktur sosial, dan dinamika politik pada pertengahan abad ke-19. Ketika Hahn tiba di kota tersebut pada tahun 1850, Gjirokastra masih memperlihatkan karakter sebagai kota benteng yang dibangun untuk menghadapi ketidakpastian keamanan. Rumah-rumah batu bertingkat berdiri rapat di lereng bukit, sementara benteng besar di puncak kota mengawasi seluruh Lembah Drino yang membentang hingga ke kaki pegunungan. Dari kejauhan, kota itu tampak megah, tetapi di balik kemegahannya tersimpan sejarah panjang mengenai perebutan kekuasaan, konflik antarkeluarga, dan perubahan politik yang membentuk Albania selama berabad-abad.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Hahn, Gjirokastra berkembang sebagai pusat kaum bangsawan Albania. Keluarga-keluarga berpengaruh menguasai lahan pertanian yang luas sekaligus memiliki kedudukan penting dalam pemerintahan Ottoman di wilayah selatan Albania. Kehidupan mereka tercermin melalui rumah-rumah besar yang lebih menyerupai benteng daripada tempat tinggal. Dinding batu yang sangat tebal, jendela kecil pada lantai bawah, halaman yang dikelilingi tembok tinggi, dan menara pengawas menunjukkan bahwa keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan rumah. Arsitektur tersebut lahir dari situasi politik yang tidak stabil, ketika perselisihan antarklan dapat berubah menjadi konflik bersenjata dalam waktu singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehidupan masyarakat kota juga memperlihatkan pembagian sosial yang cukup jelas. Kaum bangsawan menikmati kekuasaan politik dan ekonomi melalui kepemilikan tanah, sedangkan perdagangan, kerajinan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya lebih banyak dijalankan oleh masyarakat kota yang berasal dari kalangan pedagang maupun pengrajin. Hahn mencatat bahwa perdagangan tidak selalu dianggap sebagai pekerjaan bergengsi oleh kalangan aristokrat Muslim. Sebaliknya, mereka lebih banyak mengabdikan diri pada dunia militer atau administrasi pemerintahan. Akibatnya, aktivitas ekonomi perkotaan berkembang melalui peran komunitas pedagang dan kelompok Kristen yang telah lama menjalankan berbagai usaha perdagangan di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada masa Hahn berkunjung, Gjirokastra juga menjadi titik pertemuan berbagai jalur perdagangan yang menghubungkan pedalaman Albania dengan Yunani dan wilayah pesisir Adriatik. Para pedagang membawa hasil pertanian, minyak zaitun, wol, kulit ternak, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga dari satu wilayah ke wilayah lain. Aktivitas perdagangan tersebut memperlihatkan bahwa meskipun Albania sering dianggap sebagai daerah terpencil, hubungan ekonominya dengan kawasan Balkan sebenarnya telah berlangsung cukup lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih dari satu abad kemudian, wajah Gjirokast\u00ebr mengalami perubahan yang sangat besar. Kota yang dahulu dikenal sebagai pusat keluarga-keluarga bangsawan kini menjadi salah satu destinasi budaya paling penting di Albania. Rumah-rumah batu peninggalan era Ottoman dipugar dan dipelihara sebagai bagian dari warisan arsitektur nasional. Benteng Gjirokast\u00ebr yang dahulu berfungsi sebagai pusat pertahanan kini menjadi objek wisata sekaligus museum yang menceritakan perjalanan sejarah Albania. Kawasan bazar tua kembali hidup sebagai pusat perdagangan kerajinan tradisional, tempat para pengrajin memproduksi karpet tenun, ukiran kayu, perhiasan perak, hingga peralatan tembaga dengan teknik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa kota ini berhasil mengubah warisan sejarah menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak jauh dari Gjirokastra terdapat Kardhiq, sebuah kawasan yang mendapat perhatian khusus dalam catatan Hahn. Berbeda dengan kota yang berkembang sebagai pusat administrasi, Kardhiq dikenal sebagai wilayah pegunungan yang dihuni masyarakat dengan tradisi hidup yang keras dan mandiri. Bentang alamnya yang berbukit-bukit menyebabkan sebagian besar penduduk menggantungkan hidup pada peternakan dan pertanian sederhana. Keterbatasan lahan subur membuat banyak penduduk laki-laki memilih bekerja sebagai prajurit bayaran di berbagai wilayah Kesultanan Ottoman, sebuah tradisi yang cukup umum di Albania selatan pada masa itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Hahn, masyarakat Kardhiq memiliki karakter yang kuat, terbentuk oleh lingkungan alam yang keras dan sejarah konflik yang panjang. Kehidupan mereka sangat dipengaruhi oleh ikatan keluarga besar, solidaritas antarkelompok, serta tradisi mempertahankan kehormatan keluarga. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Albania pada abad ke-19 dan turut menjelaskan mengapa konflik antarklan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Albania mulai terlihat ketika Ali Pasha muncul sebagai penguasa paling berpengaruh di kawasan Epirus dan Albania selatan. Hahn menggambarkan bahwa sebelum munculnya Ali Pasha, banyak wilayah Albania hidup dalam kondisi yang nyaris tanpa kendali pemerintahan. Perselisihan berdarah antarkeluarga, perampokan, pemerasan, dan pencurian ternak menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok bersenjata mempertahankan wilayahnya sendiri, sementara kekuasaan pemerintah Ottoman hanya dirasakan secara terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ali Pasha mengubah keadaan tersebut melalui pendekatan yang sangat tegas. Ia berhasil menundukkan para kepala suku dan keluarga bangsawan yang sebelumnya memiliki kekuasaan sendiri-sendiri. Untuk pertama kalinya, sebagian besar wilayah Albania selatan berada di bawah satu pusat kendali politik. Langkah ini menciptakan stabilitas yang sebelumnya hampir tidak pernah dirasakan masyarakat. Jalur perdagangan menjadi lebih aman, administrasi pemerintahan mulai berjalan lebih teratur, dan aktivitas ekonomi memperoleh ruang untuk berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun Hahn menegaskan bahwa stabilitas tersebut tidak berarti mengubah watak dasar masyarakat Albania. Tradisi militer tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Ali Pasha sendiri mempertahankan puluhan ribu prajurit bayaran yang sebagian besar berasal dari Albania. Para prajurit tersebut kemudian ditempatkan di berbagai wilayah kekuasaannya maupun dikirim membantu kepentingan Kesultanan Ottoman. Dengan demikian, kemampuan militer tetap menjadi sumber prestise sekaligus mata pencaharian utama bagi banyak keluarga Albania.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Hahn, perubahan yang lebih mendasar baru terjadi setelah berakhirnya kekuasaan Ali Pasha dan dimulainya reformasi administrasi Ottoman. Pemerintah pusat di Istanbul mulai memisahkan pemerintahan sipil dari kekuasaan militer. Para gubernur daerah tidak lagi memiliki kewenangan mutlak sebagaimana sebelumnya, sementara pembentukan angkatan darat reguler secara perlahan mengurangi peran pasukan bayaran. Kebijakan tersebut membawa dampak besar bagi Albania karena ribuan laki-laki yang sebelumnya menggantungkan hidup sebagai tentara bayaran kehilangan sumber penghasilan tradisional mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan politik tersebut juga menggeser struktur ekonomi masyarakat. Jika sebelumnya kekayaan banyak diperoleh melalui aktivitas militer, setelah reformasi semakin banyak penduduk yang mulai mengembangkan perdagangan, pertanian, peternakan, dan kerajinan sebagai sumber penghidupan yang lebih stabil. Proses transisi itu berlangsung perlahan dan tidak selalu mudah, tetapi menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah sosial Albania.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari perspektif masa kini, perubahan yang dimulai pada abad ke-19 tersebut menjadi fondasi bagi Albania modern. Kota-kota seperti Gjirokast\u00ebr tidak lagi dikenal sebagai pusat konflik antarklan, melainkan sebagai simbol pelestarian budaya dan sejarah nasional. Benteng, rumah batu, bazar tua, serta jalan-jalan berbatu yang dahulu menjadi saksi persaingan keluarga bangsawan kini menjadi ruang publik yang mempertemukan masyarakat lokal dengan wisatawan dari berbagai negara. Di saat yang sama, kawasan pedesaan seperti Kardhiq tetap mempertahankan karakter tradisionalnya sebagai bagian dari lanskap budaya Albania.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan Johann Georg von Hahn memperlihatkan bahwa Gjirokastra dan Kardhiq bukan sekadar lokasi geografis, melainkan cermin perubahan Albania dari masyarakat yang didominasi kekuasaan lokal dan tradisi militer menuju negara yang perlahan membangun pemerintahan yang lebih terpusat dan stabil. Transformasi tersebut berlanjut hingga abad ke-21, ketika warisan sejarah yang dahulu lahir dari konflik justru menjadi aset budaya yang memperkuat identitas Albania di mata dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Travel) Di antara seluruh kota yang dikunjungi Johann Georg von Hahn, Gjirokastra menempati posisi yang sangat penting. Kota ini bukan hanya menjadi pusat pemerintahan di Albania bagian selatan, tetapi juga mencerminkan hubungan yang erat antara kondisi geografis, struktur sosial, dan dinamika politik pada pertengahan abad ke-19. Ketika Hahn tiba di kota tersebut pada tahun 1850, Gjirokastra masih memperlihatkan karakter sebagai kota benteng yang dibangun untuk menghadapi ketidakpastian keamanan. Rumah-rumah batu bertingkat berdiri rapat di lereng bukit, sementara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":219186,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1057],"tags":[13551],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219185"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219187,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219185\/revisions\/219187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}