{"id":219057,"date":"2026-08-03T13:20:12","date_gmt":"2026-08-03T06:20:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=219057"},"modified":"2026-08-03T13:20:12","modified_gmt":"2026-08-03T06:20:12","slug":"kota-dinant-yang-selalu-menawan-di-belgia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/kota-dinant-yang-selalu-menawan-di-belgia\/","title":{"rendered":"Kota Dinant yang Selalu Menawan di Belgia"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"223\" data-end=\"712\">(Business Lounge Journal &#8211; Travel)<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"223\" data-end=\"712\">Terletak di wilayah Wallonia, Belgia bagian selatan, yang penduduknya berbahasa Prancis, Dinant merupakan salah satu kota kecil paling indah dan menawan di Eropa. Kota ini dibangun di sepanjang Sungai Meuse dan dikelilingi tebing batu kapur yang menjulang tinggi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang masa. Dengan jumlah penduduk sekitar 13.000 jiwa, Dinant selalu menarik ratusan ribu wisatawan setiap tahun berkat perpaduan sejarah, budaya, arsitektur, dan keindahan alamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"714\" data-end=\"1322\">Sejarah Kota Dinant telah dimulai sejak Abad Pertengahan. Lokasinya yang strategis di tepi Sungai Meuse menjadikan kota ini pusat perdagangan penting sekaligus benteng pertahanan yang membuat Belgia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan. Namun, sekitar abad ke-15, Dinant mengalami masa sulit setelah dikuasai oleh pasukan Charles the Bold dari Bourgogne. Kota ini kembali mengalami kesulitan selama Perang Dunia I ketika terjadi Pertempuran Dinant pada tahun 1914. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tragedi awal perang di Belgia dan hingga kini dikenang melalui berbagai monumen serta museum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1324\" data-end=\"1939\">Bangunan paling terkenal dan digandrungi wisatawan di Dinant adalah Citadel of Dinant, benteng megah khas Eropa abad pertengahan yang berdiri di atas tebing setinggi sekitar 100 meter. Dari puncak benteng, pengunjung dapat berlama-lama menikmati dan mengabadikan panorama kota yang sangat menakjubkan, Sungai Meuse yang legendaris, serta perbukitan hijau khas Belgia di sekitarnya. Benteng bersejarah ini dapat dicapai dengan menaiki sekitar 400 anak tangga atau menggunakan kereta gantung yang menawarkan pengalaman menarik dengan pemandangan spektakuler yang wajib dinikmati dan menjadi kenangan seumur hidup.<\/p>\n<p data-start=\"1324\" data-end=\"1939\"><div  class=\"lgc-column lgc-grid-parent lgc-grid-50 lgc-tablet-grid-50 lgc-mobile-grid-100 lgc-equal-heights \"><div  class=\"inside-grid-column\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-219067\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-1.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"488\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-1.jpg 1280w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-1-750x563.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-1-1200x900.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/div><\/div><div  class=\"lgc-column lgc-grid-parent lgc-grid-50 lgc-tablet-grid-50 lgc-mobile-grid-100 lgc-equal-heights \"><div  class=\"inside-grid-column\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-219063\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-5.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"488\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-5.jpg 1280w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-5-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-5-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-5-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-5-750x563.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-5-1200x900.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/div><\/div><div class=\"lgc-clear\"><\/div>\n<p data-start=\"1324\" data-end=\"1939\"><div  class=\"lgc-column lgc-grid-parent lgc-grid-50 lgc-tablet-grid-50 lgc-mobile-grid-100 lgc-equal-heights \"><div  class=\"inside-grid-column\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-219066\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-2.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"867\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-2.jpg 960w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-2-225x300.jpg 225w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-2-768x1024.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-2-750x1000.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/div><\/div><div  class=\"lgc-column lgc-grid-parent lgc-grid-50 lgc-tablet-grid-50 lgc-mobile-grid-100 lgc-equal-heights \"><div  class=\"inside-grid-column\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-219065\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-3.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"867\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-3.jpg 960w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-3-225x300.jpg 225w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-3-768x1024.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Dinant-3-750x1000.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/div><\/div><div class=\"lgc-clear\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1941\" data-end=\"2236\">Tepat di bawah benteng berdiri Collegiate Church of Notre-Dame, gereja berarsitektur Gotik yang memiliki kubah berbentuk bawang berwarna hitam. Bangunan bersejarah ini menjadi simbol kota dan sering dicetak pada berbagai produk suvenir, seperti kartu pos maupun materi promosi wisata Belgia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2238\" data-end=\"2857\">Dinant juga dikenal sebagai kota kelahiran Antoine-Joseph &#8220;Adolphe Sax&#8221;, penemu alat musik saksofon pada dekade 1840-an yang secara resmi mematenkan temuannya pada 28 Juni 1846. Untuk mengenang dan menghormati jasanya, Pemerintah Belgia mendirikan Maison de Monsieur Sax, sebuah museum kecil yang menampilkan perjalanan hidup sang penemu beserta sejarah perkembangan saksofon menjadi instrumen musik yang dikenal di seluruh dunia. Di sepanjang jalan utama kota, wisatawan akan menemukan puluhan patung saksofon berwarna-warni yang dihiasi dengan motif dari berbagai negara, menjadikan suasana kota semakin artistik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2859\" data-end=\"3474\">Selain wisata sejarah, Dinant menawarkan berbagai aktivitas alam yang menarik. Sungai Meuse menjadi lokasi favorit untuk berlayar, berperahu kayak, maupun menikmati kapal wisata. Tidak jauh dari pusat kota terdapat sebuah gua bernama La Merveilleuse. Nama tersebut berarti &#8220;luar biasa&#8221;, dan memang gua ini merupakan salah satu gua terindah di Benua Biru. Gua ini dipenuhi stalaktit dan stalagmit dengan pencahayaan dramatis yang menciptakan suasana sangat memukau. Selain itu, para pecinta alam juga dapat menjelajahi lembah, mengikuti jalur pendakian, atau bersepeda di kawasan pedesaan yang mengelilingi kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3476\" data-end=\"3712\">Bagi para pencinta kuliner, Dinant memiliki makanan khas bernama Couque de Dinant, biskuit madu yang sangat keras dengan beragam bentuk unik, serta berbagai hidangan khas Belgia yang dapat dinikmati di restoran-restoran tepi sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3714\" data-end=\"4113\">Sejarah Belgia yang panjang berpadu dengan pemandangan alam yang memesona, warisan budaya yang kaya, serta suasana kota yang tenang menjadikan Dinant selalu menawarkan pengalaman wisata yang mengesankan. Kota kecil ini membuktikan bahwa pesona sebuah destinasi tidak selalu ditentukan oleh ukurannya, melainkan oleh cerita, keindahan, dan pengalaman yang mampu diberikannya kepada setiap pengunjung.<\/p>\n<p data-start=\"3714\" data-end=\"4113\"><em>Foto : Claudia McCain (Belgium)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Travel) Terletak di wilayah Wallonia, Belgia bagian selatan, yang penduduknya berbahasa Prancis, Dinant merupakan salah satu kota kecil paling indah dan menawan di Eropa. Kota ini dibangun di sepanjang Sungai Meuse dan dikelilingi tebing batu kapur yang menjulang tinggi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang masa. Dengan jumlah penduduk sekitar 13.000 jiwa, Dinant selalu menarik ratusan ribu wisatawan setiap tahun berkat perpaduan sejarah, budaya, arsitektur, dan keindahan alamnya. Sejarah Kota Dinant telah dimulai sejak Abad Pertengahan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":219064,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1057],"tags":[13532,13530,13529,13531],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219057"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219068,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219057\/revisions\/219068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219064"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}