{"id":218999,"date":"2026-07-30T12:30:54","date_gmt":"2026-07-30T05:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218999"},"modified":"2026-07-30T16:34:21","modified_gmt":"2026-07-30T09:34:21","slug":"grant-thornton-perkuat-posisi-lewat-akuisisi-cbiz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/30\/grant-thornton-perkuat-posisi-lewat-akuisisi-cbiz\/","title":{"rendered":"Grant Thornton Perkuat Posisi Lewat Akuisisi CBIZ"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"55\" data-end=\"296\"><em data-start=\"55\" data-end=\"296\">(Business Lounge &#8211; Global News) Akuisisi CBIZ senilai lebih dari US$3 miliar akan mengangkat Grant Thornton menjadi penyedia jasa audit, pajak, dan konsultasi terbesar kelima di Amerika Serikat, menandai semakin kuatnya gelombang konsolidasi di industri jasa profesional.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"298\" data-end=\"1044\">Grant Thornton Advisors mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi CBIZ dengan nilai lebih dari US$3 miliar dalam transaksi yang akan membawa perusahaan tersebut menjadi penyedia jasa profesional, perpajakan, dan konsultasi terbesar kelima di Amerika Serikat. Akuisisi ini sekaligus akan menjadikan CBIZ sebagai perusahaan tertutup (<em data-start=\"628\" data-end=\"645\">private company<\/em>), mengakhiri statusnya sebagai emiten di pasar saham. Transaksi tersebut mencerminkan semakin intensifnya konsolidasi di industri jasa profesional, di mana skala bisnis, kemampuan teknologi, dan cakupan layanan menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan. <em data-start=\"908\" data-end=\"917\">Reuters<\/em> melaporkan bahwa penggabungan kedua perusahaan akan memperkuat posisi Grant Thornton di pasar jasa konsultasi Amerika Serikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1046\" data-end=\"1570\">Mengulas perkembangan tersebut, <em data-start=\"1078\" data-end=\"1089\">Bloomberg<\/em> menjelaskan bahwa industri jasa profesional sedang mengalami perubahan besar seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap layanan audit, perpajakan, konsultasi bisnis, transformasi digital, hingga kepatuhan regulasi. Klien kini menginginkan penyedia jasa yang mampu menawarkan solusi terintegrasi dalam satu ekosistem layanan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan-perusahaan besar memperluas skala melalui akuisisi agar dapat melayani kebutuhan klien yang semakin kompleks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1572\" data-end=\"2030\">Sementara itu, <em data-start=\"1587\" data-end=\"1604\">Financial Times<\/em> menyoroti bahwa ukuran perusahaan menjadi faktor yang semakin penting dalam industri konsultasi modern. Perusahaan berskala besar memiliki kemampuan untuk berinvestasi lebih besar pada teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, jaringan internasional yang luas memungkinkan mereka melayani perusahaan multinasional dengan standar layanan yang konsisten di berbagai negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2032\" data-end=\"2440\">Menurut <em data-start=\"2040\" data-end=\"2058\">Accounting Today<\/em>, akuisisi seperti ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperluas keahlian profesional dan basis klien. Dengan menggabungkan tenaga ahli, portofolio layanan, dan pengalaman industri, perusahaan hasil merger dapat menawarkan solusi yang lebih komprehensif kepada pelanggan, mulai dari konsultasi strategi hingga transformasi teknologi dan manajemen risiko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2442\" data-end=\"2962\">Sorotan <em data-start=\"2450\" data-end=\"2474\">Journal of Accountancy<\/em> memperlihatkan bahwa profesi akuntansi dan konsultasi kini sedang mengalami transformasi besar akibat berkembangnya otomatisasi dan kecerdasan buatan. Banyak pekerjaan administratif mulai didukung teknologi, sehingga perusahaan jasa profesional semakin berfokus pada layanan bernilai tambah seperti analisis bisnis, konsultasi strategis, tata kelola perusahaan, dan pengelolaan risiko. Perubahan tersebut mendorong perusahaan untuk memperluas kompetensi melalui ekspansi maupun akuisisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2964\" data-end=\"3456\">Di sisi lain, <em data-start=\"2978\" data-end=\"2987\">Fortune<\/em> mencermati bahwa transaksi bernilai miliaran dolar menunjukkan tingginya nilai strategis perusahaan jasa profesional yang memiliki basis klien kuat. Berbeda dengan industri manufaktur yang bergantung pada aset fisik, perusahaan konsultasi memperoleh nilai utamanya dari reputasi, hubungan dengan klien, serta kualitas sumber daya manusia. Faktor-faktor tersebut menjadi aset yang sulit dibangun dalam waktu singkat sehingga akuisisi menjadi pilihan yang lebih efisien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3458\" data-end=\"3923\">Analisis <em data-start=\"3467\" data-end=\"3475\">Forbes<\/em> mengemukakan bahwa konsolidasi juga memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi teknologi, sistem informasi, serta jaringan kantor. Skala yang lebih besar memberikan peluang untuk menekan biaya operasional sekaligus mempercepat investasi pada inovasi digital yang semakin dibutuhkan oleh pelanggan korporasi. Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3925\" data-end=\"4395\"><em data-start=\"3935\" data-end=\"3960\">Harvard Business Review<\/em> menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah merger sangat ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan budaya organisasi dan mempertahankan talenta terbaik. Dalam industri jasa profesional, kualitas sumber daya manusia merupakan aset utama perusahaan. Oleh sebab itu, proses integrasi setelah akuisisi harus memastikan para profesional tetap memiliki motivasi tinggi dan mampu memberikan layanan berkualitas kepada klien selama masa transisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4397\" data-end=\"4850\"><em data-start=\"4408\" data-end=\"4423\">The Economist<\/em> menilai bahwa konsolidasi di industri jasa profesional akan terus berlanjut seiring meningkatnya kompleksitas regulasi global, digitalisasi bisnis, dan kebutuhan perusahaan terhadap layanan konsultasi yang semakin luas. Klien kini lebih memilih bekerja sama dengan penyedia jasa yang mampu menawarkan berbagai layanan dalam satu jaringan terpadu dibandingkan menggunakan banyak konsultan berbeda untuk setiap kebutuhan bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4852\" data-end=\"5506\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\"><em data-start=\"4860\" data-end=\"4869\">Reuters<\/em> memperlihatkan bahwa akuisisi CBIZ oleh Grant Thornton Advisors menjadi salah satu transaksi paling signifikan dalam industri jasa profesional Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan nilai lebih dari US$3 miliar dan posisi baru sebagai penyedia layanan profesional terbesar kelima di negara tersebut, Grant Thornton memperkuat kapasitasnya untuk bersaing di pasar yang semakin mengutamakan skala, teknologi, dan layanan terintegrasi. Perkembangan ini menegaskan bahwa konsolidasi akan terus menjadi strategi utama perusahaan jasa profesional dalam menghadapi perubahan kebutuhan klien dan transformasi dunia bisnis global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Akuisisi CBIZ senilai lebih dari US$3 miliar akan mengangkat Grant Thornton menjadi penyedia jasa audit, pajak, dan konsultasi terbesar kelima di Amerika Serikat, menandai semakin kuatnya gelombang konsolidasi di industri jasa profesional. Grant Thornton Advisors mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi CBIZ dengan nilai lebih dari US$3 miliar dalam transaksi yang akan membawa perusahaan tersebut menjadi penyedia jasa profesional, perpajakan, dan konsultasi terbesar kelima di Amerika Serikat. Akuisisi ini sekaligus akan menjadikan CBIZ sebagai perusahaan tertutup (private [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":199778,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[9764],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218999"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218999"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":219000,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218999\/revisions\/219000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}