{"id":218870,"date":"2026-07-24T17:54:58","date_gmt":"2026-07-24T10:54:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218870"},"modified":"2026-07-24T17:54:58","modified_gmt":"2026-07-24T10:54:58","slug":"fbi-kembalikan-artefak-budaya-indonesia-kepada-presiden-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/24\/fbi-kembalikan-artefak-budaya-indonesia-kepada-presiden-prabowo\/","title":{"rendered":"FBI Kembalikan Artefak Budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, secara resmi menyerahkan sejumlah artefak budaya dan sisa jenazah leluhur Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah seremoni di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta, pada 22 Juli.\u00a0Pengembalian tersebut merupakan bagian dari hasil investigasi FBI melalui Art Crime Team di Indianapolis dan New York yang menangani kasus pencurian, penjarahan, serta perdagangan ilegal benda-benda budaya dari berbagai negara, termasuk Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam prosesi repatriasi tersebut, FBI mengembalikan sisa jenazah leluhur yang diyakini telah dikeluarkan secara ilegal dari Indonesia beberapa dekade lalu oleh pihak yang tidak diketahui. Selain itu, sejumlah artefak etnografi milik Indonesia juga dikembalikan setelah ditemukan dari koleksi seorang kolektor asal Indiana yang telah meninggal dunia. Artefak-artefak tersebut disita FBI pada 2014 sebagai bagian dari penyelidikan yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur FBI Kash Patel menegaskan bahwa pengembalian benda-benda budaya kepada negara asal merupakan bagian penting dari komitmen lembaganya dalam melindungi warisan budaya dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cFBI Art Crime Team memimpin investigasi yang sangat khusus terkait kejahatan seni dan telah berhasil memulihkan lebih dari 20.000 artefak budaya yang tak ternilai sejak 2004. Kami sangat menghargai kemitraan internasional dan berkomitmen untuk mengembalikan artefak budaya kepada pemilik yang sah,\u201d ujar Patel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan bahwa pemulangan benda-benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi bagi Indonesia, termasuk sisa jenazah leluhur, hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang erat antara berbagai pihak. Patel juga menyampaikan apresiasinya kepada tim FBI yang menangani proses tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penyelidikannya, FBI bekerja sama dengan para ahli untuk memastikan asal-usul artefak dan sisa jenazah tersebut. Hasil investigasi menunjukkan bahwa seluruh benda tersebut berasal dari komunitas di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelidikan juga mengungkap bahwa pelaku penjarahan mencatat lokasi dan waktu pengambilan beberapa artefak. FBI kemudian menelusuri catatan perjalanan kolektor tersebut dan menemukan bukti bahwa ia pernah mengunjungi kawasan Indonesia pada dekade 1970-an. Para pemilik terakhir artefak dan sisa jenazah tersebut akhirnya menyerahkannya secara sukarela kepada FBI sebagai bagian dari investigasi yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan bahwa kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pemulangan benda budaya telah berlangsung dalam beberapa kesempatan. Menurutnya, FBI sebelumnya juga membantu proses pemulihan sejumlah artefak penting Indonesia, termasuk patung perunggu dan berbagai benda dari situs-situs warisan budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadli berharap kolaborasi di bidang repatriasi dan restitusi benda budaya dapat semakin diperkuat di masa mendatang dengan dukungan Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Luar Negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum proses pengiriman ke Indonesia, FBI memastikan seluruh sisa jenazah dan artefak dikemas secara profesional agar aman selama perjalanan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi benda-benda budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Repatriasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam pelestarian warisan budaya Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam memerangi pencurian dan perdagangan ilegal benda budaya. FBI menegaskan akan terus bekerja sama dengan berbagai negara untuk menyelidiki kejahatan terhadap warisan budaya serta mengembalikan benda-benda yang dicuri kepada komunitas asalnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News) Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, secara resmi menyerahkan sejumlah artefak budaya dan sisa jenazah leluhur Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah seremoni di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta, pada 22 Juli.\u00a0Pengembalian tersebut merupakan bagian dari hasil investigasi FBI melalui Art Crime Team di Indianapolis dan New York yang menangani kasus pencurian, penjarahan, serta perdagangan ilegal benda-benda budaya dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam prosesi repatriasi tersebut, FBI mengembalikan sisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":218871,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1049],"tags":[13485],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218870"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":218872,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218870\/revisions\/218872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}