{"id":218780,"date":"2026-07-21T15:32:23","date_gmt":"2026-07-21T08:32:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218780"},"modified":"2026-07-22T15:32:49","modified_gmt":"2026-07-22T08:32:49","slug":"mengapa-patch-jersey-setiap-pemain-di-piala-dunia-2026-berbeda-beda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/21\/mengapa-patch-jersey-setiap-pemain-di-piala-dunia-2026-berbeda-beda\/","title":{"rendered":"Mengapa Patch Jersey Setiap Pemain di Piala Dunia 2026 Berbeda-beda?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda memperhatikan dengan saksama setiap pertandingan di Piala Dunia 2026, ada satu detail unik yang belum pernah terjadi di edisi-edisi sebelumnya. Di lengan baju para pemain, terdapat emblem atau <em>patch<\/em> yang berbeda-beda. Bahkan, pemain yang berada di dalam satu tim yang sama bisa memiliki <em>patch<\/em> yang tidak seragam. Mengapa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">FIFA secara resmi memperkenalkan sistem <em>patch<\/em> berbasis pencapaian (<em>milestone<\/em>) untuk Piala Dunia 2026. Bekerja sama dengan Fanatics dan Topps, langkah inovatif ini dirancang agar setiap jersey menceritakan kisah, dedikasi, serta pencapaian karier individu masing-masing pemain di atas lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah jenis-jenis <em>patch<\/em> khusus yang membuat jersey para pemain berbeda-beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Kasta Lencana Turnamen: Emas vs. Standar (Hitam\/Putih)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan paling mencolok pertama terletak pada warna logo resmi Piala Dunia 2026 di lengan kanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gold World Cup Patch: Hanya boleh dipakai oleh pemain dari negara yang pernah menjuarai Piala Dunia sepanjang sejarah. Pada edisi 2026, hanya ada tujuh negara yang berhak memakainya, yaitu Argentina, Brasil, Jerman, Prancis, Spanyol, Inggris, dan Uruguay.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Standard Patch (Hitam\/Putih): Digunakan oleh negara peserta yang belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia sepanjang sejarah mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Emblem Pencapaian Individu (<em>Milestone Patches<\/em>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain status negara, FIFA menempatkan <em>patch<\/em> tambahan di lengan kanan, tepat di bawah logo turnamen, berdasarkan riwayat karier pribadi sang pemain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Debut Patch: Diberikan khusus kepada pemain yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia. Pemain muda seperti Erling Haaland atau Endrick mengenakan lencana ini sebagai penanda momen bersejarah awal karier mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Legacy Patch: Lencana yang melambangkan loyalitas dan konsistensi tertinggi. <em>Patch<\/em> ini diberikan hanya kepada pemain legendaris yang telah berpartisipasi dalam lima edisi Piala Dunia atau lebih. Pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo termasuk yang mengenakan emblem terhormat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Golden Ball Patch: Eksklusif untuk pemain yang pernah menyabet penghargaan Pemain Terbaik (<em>Golden Ball<\/em>) pada edisi Piala Dunia sebelumnya, seperti Lionel Messi dan Luka Modri\u0107.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Golden Boot Patch: Diperuntukkan bagi para penyerang yang pernah menjadi pencetak gol terbanyak (<em>Top Scorer<\/em>) pada edisi terdahulu, contohnya Kylian Mbapp\u00e9 dan Harry Kane.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Golden Glove Patch: Dikhususkan untuk penjaga gawang yang pernah meraih penghargaan Kiper Terbaik, seperti Emiliano Mart\u00ednez dan Thibaut Courtois.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakta unik: Berkat sistem ini, pemain seperti Lionel Messi dan Luka Modri\u0107 memiliki kehormatan langka untuk mengenakan dua <em>patch<\/em> individu sekaligus, yaitu <em>Legacy Patch<\/em> dan <em>Golden Ball Patch<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Pesan Sosial yang Dinamis di Lengan Kiri<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan hanya lengan kanan yang mencuri perhatian. Lengan kiri jersey para pemain juga menyimpan keunikan tersendiri. FIFA menempatkan <em>patch<\/em> kampanye sosial\u2014seperti pesan perdamaian, persatuan, dan pendidikan\u2014yang logonya akan terus berubah dan diperbarui secara dinamis mengikuti setiap fase turnamen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui variasi <em>patch<\/em> yang sangat personal ini, FIFA tidak hanya meningkatkan kualitas visual tayangan pertandingan, tetapi juga memberikan penghargaan yang langsung terpampang di jersey bagi mereka yang baru memulai mimpi, mereka yang telah mencapai puncak prestasi, hingga para legenda yang terus bertahan di level tertinggi sepak bola dunia. Ditambah lagi, kabarnya jersey dengan <em>patch<\/em> asli yang digunakan dalam pertandingan ini nantinya akan diabadikan menjadi kartu koleksi bernilai tinggi di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News) Jika Anda memperhatikan dengan saksama setiap pertandingan di Piala Dunia 2026, ada satu detail unik yang belum pernah terjadi di edisi-edisi sebelumnya. Di lengan baju para pemain, terdapat emblem atau patch yang berbeda-beda. Bahkan, pemain yang berada di dalam satu tim yang sama bisa memiliki patch yang tidak seragam. Mengapa? FIFA secara resmi memperkenalkan sistem patch berbasis pencapaian (milestone) untuk Piala Dunia 2026. Bekerja sama dengan Fanatics dan Topps, langkah inovatif ini dirancang agar setiap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":218781,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1049],"tags":[13467],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218780"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218780"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":218783,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218780\/revisions\/218783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}