{"id":218687,"date":"2026-07-13T20:58:46","date_gmt":"2026-07-13T13:58:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218687"},"modified":"2026-07-15T21:05:00","modified_gmt":"2026-07-15T14:05:00","slug":"mengenal-bastille-day-hari-nasional-prancis-dan-simbol-runtuhnya-absolutisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/13\/mengenal-bastille-day-hari-nasional-prancis-dan-simbol-runtuhnya-absolutisme\/","title":{"rendered":"Mengenal Bastille Day: Hari Nasional Prancis dan Simbol Runtuhnya Absolutisme"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Culture)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap tanggal 14 Juli, langit di atas Paris menyala dengan kembang api yang megah, sementara jalanan Champs-\u00c9lys\u00e9es dipenuhi oleh parade militer terbesar di Eropa. Bagi masyarakat dunia, perayaan ini dikenal sebagai Bastille Day, namun di Prancis sendiri, momen ini disebut sebagai La F\u00eate Nationale (Hari Nasional) atau secara singkat Le Quatorze Juillet (14 Juli).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bastille Day bukan sekadar pesta kembang api biasa. Ini adalah peringatan dari sebuah titik balik sejarah yang mengubah wajah Prancis\u2014dan dunia\u2014selamanya: Revolusi Prancis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Latar Belakang Sejarah: Mengapa Benteng Bastille?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memahami pentingnya hari ini, kita harus kembali ke musim panas tahun 1789. Saat itu, Prancis berada di ambang kebangkrutan akibat keterlibatan dalam Perang Kemerdekaan Amerika dan gaya hidup mewah kekaisaran. Rakyat biasa (dikenal sebagai <em>Third Estate<\/em>) menderita kelaparan, inflasi tinggi, dan beban pajak yang tidak adil, sementara kaum bangsawan dan klerus hidup dalam kenyamanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benteng Bastille (<em>La Bastille<\/em>) yang berdiri di Paris adalah sebuah kastel abad pertengahan yang berfungsi sebagai penjara politik. Bagi rakyat Paris, benteng dengan dinding batu setinggi 30 meter ini adalah simbol nyata dari tirani, kesewenang-wenangan, dan absolutisme monarki di bawah Raja Louis XVI. Siapa saja yang mengkritik raja bisa dijebloskan ke sana tanpa peradilan yang adil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kronologi Singkat Peristiwa 14 Juli 1789<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketegangan Memuncak &#8211;\u00a0Raja Louis XVI memecat Jacques Necker, Menteri Keuangan yang populer dan dianggap berpihak pada rakyat. Hal ini memicu kemarahan massa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pencarian Persenjataan &#8211;\u00a0Rakyat Paris menyadari mereka membutuhkan amunisi untuk mempertahankan diri dari pasukan kerajaan. Mereka berhasil menjarah ribuan senapan dari <em>H\u00f4tel des Invalides<\/em>, tetapi tidak memiliki bubuk mesiu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengepungan Bastille &#8211;\u00a0Mengetahui bahwa Bastille menyimpan persediaan bubuk mesiu yang besar, massa yang marah mengepung benteng tersebut pada pagi hari tanggal 14 Juli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejatuhan Benteng &#8211;\u00a0Setelah negosiasi yang gagal dan baku tembak yang menewaskan hampir 100 demonstran, benteng akhirnya jatuh ke tangan rakyat. Gubernur Bastille, Bernard-Ren\u00e9 de Launay, ditangkap dan dieksekusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fun Fact: Ketika benteng tersebut diserbu, sebenarnya hanya ada tujuh tahanan di dalamnya. Namun, makna simbolis dari runtuhnya Bastille jauh lebih besar daripada jumlah tahanan yang dibebaskan. Runtuhnya Bastille membuktikan bahwa kekuasaan raja tidak lagi mutlak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">F\u00eate de la F\u00e9d\u00e9ration (14 Juli 1790)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak orang mengira Bastille Day hanya memperingati pertumpahan darah pada tahun 1789. Faktanya, undang-undang yang menetapkan Hari Nasional Prancis (disahkan pada tahun 1880) juga merujuk pada F\u00eate de la F\u00e9d\u00e9ration yang diadakan pada 14 Juli 1790.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu tahun setelah runtuhnya Bastille, Prancis merayakan sebuah festival besar untuk merayakan persatuan nasional dan perdamaian. Diadakan di Champ de Mars, perayaan ini dihadiri oleh Raja Louis XVI dan perwakilan dari seluruh wilayah Prancis yang bersumpah setia pada konstitusi baru. Oleh karena itu, 14 Juli juga membawa pesan tentang persatuan dan rekonsiliasi bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tradisi Perayaan Bastille Day Modern &#8211;\u00a0Hari ini, Bastille Day dirayakan dengan penuh sukacita di seluruh penjuru Prancis dengan beberapa tradisi utama:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Parade Militer Champs-\u00c9lys\u00e9es<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini adalah parade militer tertua dan terbesar yang masih rutin diadakan di Eropa. Dipimpin oleh Presiden Prancis, parade ini menampilkan ribuan tentara, kendaraan lapis baja, dan pertunjukan udara (<em>Patrouille de France<\/em>) yang menyemburkan asap sewarna bendera Prancis: biru, putih, dan merah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Le Bal des Pompiers (Pesta Dansa Petugas Pemadam Kebakaran)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu tradisi unik yang paling dicintai adalah pesta dansa yang diadakan di stasiun-stasiun pemadam kebakaran (<em>casernes)<\/em> di seluruh Prancis. Tradisi ini dimulai sejak tahun 1937, di mana stasiun pemadam kebakaran membuka pintu mereka untuk umum guna berpesta, berdansa, dan minum bersama dari malam tanggal 13 hingga 14 Juli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembang Api di Menara Eiffel<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puncak acara di Paris adalah pertunjukan kembang api spektakuler di Menara Eiffel. Biasanya, kembang api ini bertema khusus setiap tahunnya dan diiringi oleh konser musik klasik gratis di Champ de Mars.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa Bastille Day Penting Bagi Dunia?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Revolusi Prancis yang dipicu oleh jatuhnya Bastille melahirkan deklarasi hak-hak kemanusiaan yang fundamental: <em>D\u00e9claration des droits de l&#8217;homme et du citoyen.<\/em> Melalui peristiwa ini pula, semboyan nasional Prancis lahir dan menjadi inspirasi bagi gerakan demokrasi di seluruh dunia:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Libert\u00e9 (Kebebasan)<\/li>\n<li>\u00c9galit\u00e9 (Kesetaraan)<\/li>\n<li>Fraternit\u00e9 (Persaudaraan)<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bastille Day bukan sekadar perayaan berdirinya sebuah republik, melainkan pengingat universal bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, dan bahwa kebebasan adalah sesuatu yang layak diperjuangkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Culture) Setiap tanggal 14 Juli, langit di atas Paris menyala dengan kembang api yang megah, sementara jalanan Champs-\u00c9lys\u00e9es dipenuhi oleh parade militer terbesar di Eropa. Bagi masyarakat dunia, perayaan ini dikenal sebagai Bastille Day, namun di Prancis sendiri, momen ini disebut sebagai La F\u00eate Nationale (Hari Nasional) atau secara singkat Le Quatorze Juillet (14 Juli). Bastille Day bukan sekadar pesta kembang api biasa. Ini adalah peringatan dari sebuah titik balik sejarah yang mengubah wajah Prancis\u2014dan dunia\u2014selamanya: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":218688,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1052],"tags":[676],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218687"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218687"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":218689,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218687\/revisions\/218689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}