{"id":218535,"date":"2026-07-10T10:28:21","date_gmt":"2026-07-10T03:28:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218535"},"modified":"2026-07-10T10:41:21","modified_gmt":"2026-07-10T03:41:21","slug":"goldman-sachs-larang-karyawan-ikut-prediction-market-mengapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/10\/goldman-sachs-larang-karyawan-ikut-prediction-market-mengapa\/","title":{"rendered":"Goldman Sachs Larang Karyawan Ikut Prediction Market, Mengapa?"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p>Dunia investasi terus berkembang. Jika dulu orang membeli saham atau obligasi untuk mencari keuntungan, kini semakin banyak yang ikut prediction market, yaitu platform yang memungkinkan orang memasang prediksi terhadap suatu peristiwa, mulai dari hasil pemilu, keputusan suku bunga bank sentral, hingga data inflasi. Jika prediksinya benar, mereka bisa memperoleh keuntungan.<\/p>\n<p>Namun, bagi perusahaan yang setiap hari berhadapan dengan informasi penting, tren ini justru memunculkan kekhawatiran baru.<\/p>\n<p>Baru-baru ini, Goldman Sachs memutuskan melarang karyawannya berpartisipasi dalam prediction market yang berkaitan dengan politik, ekonomi, maupun pasar keuangan. Alasannya sederhana tetapi penting: perusahaan ingin mencegah kemungkinan penyalahgunaan informasi yang belum diketahui publik atau yang lebih dikenal sebagai <em>insider information<\/em>.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut muncul ketika prediction market semakin populer di berbagai negara. Platform seperti Kalshi dan Polymarket menawarkan berbagai kontrak prediksi yang tidak lagi terbatas pada olahraga atau hiburan, tetapi juga mencakup berbagai isu ekonomi dan bisnis yang sensitif.<\/p>\n<h3>Ketika Informasi Menjadi Keuntungan<\/h3>\n<p>Selama ini, perusahaan keuangan memiliki aturan yang sangat ketat mengenai perdagangan saham oleh karyawannya. Seorang pegawai yang mengetahui informasi penting sebelum dipublikasikan tidak boleh memanfaatkannya untuk membeli atau menjual saham demi keuntungan pribadi.<\/p>\n<p>Kini, tantangannya berubah.<\/p>\n<p>Bayangkan seorang analis di bank investasi mengetahui lebih awal bahwa sebuah perusahaan akan melakukan akuisisi besar atau bahwa kondisi ekonomi akan berubah signifikan. Walaupun ia tidak membeli saham, informasi tersebut tetap bisa dimanfaatkan melalui prediction market dengan memasang prediksi terhadap suatu peristiwa yang hasilnya belum diumumkan kepada publik.<\/p>\n<p>Inilah yang ingin dihindari Goldman Sachs. Menurut laporan Reuters, larangan tersebut bertujuan menjaga integritas perusahaan sekaligus menghindari konflik kepentingan. Kebijakan ini berlaku untuk prediction market yang berkaitan dengan politik, ekonomi, maupun pasar keuangan, sementara kontrak yang berhubungan dengan olahraga atau hiburan tidak termasuk dalam larangan tersebut.<\/p>\n<p>Langkah Goldman Sachs juga menunjukkan bahwa perusahaan kini harus melihat risiko dari sudut yang lebih luas. Bukan hanya bagaimana karyawan memperdagangkan saham, tetapi juga bagaimana mereka memanfaatkan berbagai platform digital yang terus bermunculan.<\/p>\n<h3>Perlu Diperhatikan<\/h3>\n<p>Kasus ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi sering kali bergerak lebih cepat daripada aturan yang ada. Apa yang beberapa tahun lalu dianggap sekadar platform hiburan atau tempat menguji prediksi, kini mulai dipandang sebagai bagian dari risiko kepatuhan perusahaan.<\/p>\n<p>Bagi perusahaan, terutama yang memiliki akses terhadap informasi strategis, kebijakan mengenai etika dan konflik kepentingan perlu terus diperbarui mengikuti perubahan zaman. Prediction market hanyalah salah satu contoh bagaimana inovasi digital dapat menciptakan tantangan baru yang sebelumnya belum pernah dipikirkan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, kasus Goldman Sachs juga menjadi pengingat bahwa menjaga kepercayaan tidak hanya bergantung pada kepatuhan terhadap hukum, tetapi juga pada kemampuan perusahaan mengantisipasi risiko sebelum menjadi masalah.<\/p>\n<p>Bagi para pemimpin bisnis, pertanyaannya bukan lagi apakah teknologi akan mengubah cara orang mencari keuntungan, melainkan apakah perusahaan sudah memiliki aturan yang mampu mengikuti perubahan tersebut. Sebab pada akhirnya, aset terpenting sebuah organisasi tetaplah sama: kepercayaan. Dan menjaga kepercayaan sering kali dimulai dari hal-hal yang tampak sederhana, seperti memastikan informasi yang dimiliki perusahaan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Dunia investasi terus berkembang. Jika dulu orang membeli saham atau obligasi untuk mencari keuntungan, kini semakin banyak yang ikut prediction market, yaitu platform yang memungkinkan orang memasang prediksi terhadap suatu peristiwa, mulai dari hasil pemilu, keputusan suku bunga bank sentral, hingga data inflasi. Jika prediksinya benar, mereka bisa memperoleh keuntungan. Namun, bagi perusahaan yang setiap hari berhadapan dengan informasi penting, tren ini justru memunculkan kekhawatiran baru. Baru-baru ini, Goldman Sachs memutuskan melarang karyawannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":218538,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,1050],"tags":[1587,13418],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218535"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218535"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":218537,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218535\/revisions\/218537"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}