{"id":218494,"date":"2026-07-08T18:36:52","date_gmt":"2026-07-08T11:36:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218494"},"modified":"2026-07-08T18:37:50","modified_gmt":"2026-07-08T11:37:50","slug":"sepatu-air-max-terbaru-nike-belum-dirilis-sudah-digugat-7-eleven","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/08\/sepatu-air-max-terbaru-nike-belum-dirilis-sudah-digugat-7-eleven\/","title":{"rendered":"Sepatu Air Max Terbaru Nike Belum Dirilis, Sudah Digugat 7-Eleven"},"content":{"rendered":"<p>(Businesslounge Journal-Global News) Minggu lalu, <strong>7-Eleven<\/strong> mengajukan gugatan terhadap <strong>Nike<\/strong>, menuduh perusahaan perlengkapan olahraga tersebut menggunakan desain garis ikonik berwarna oranye, hijau, dan merah milik 7-Eleven untuk memasarkan koleksi sepatu bertema minimarket yang dijadwalkan dirilis pada <strong>11 Juli<\/strong>, yang dikenal sebagai <strong>&#8220;Free Slurpee Day.&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Ketika kabar mengenai koleksi <strong>Nike Air Max 95<\/strong> muncul pada awal Juni, <em>Women&#8217;s Wear Daily<\/em> melaporkan bahwa dua desain sepatu tersebut terinspirasi dari versi Jepang dari dua jaringan minimarket, yakni <strong>7-Eleven<\/strong> dan <strong>Lawson<\/strong>. Awalnya, banyak pihak mengira koleksi tersebut merupakan hasil kolaborasi resmi antara Nike dan kedua perusahaan, mengingat 7-Eleven sebelumnya telah beberapa kali bekerja sama dengan berbagai merek, termasuk <strong>Crocs<\/strong> pada 2022.<\/p>\n<p>Namun, ternyata desain tersebut bukan merupakan hasil kerja sama resmi. Menurut laporan <em>Complex<\/em>, Nike hanya menghadirkan varian warna baru yang menggunakan kombinasi warna khas kedua jaringan minimarket tersebut.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut rupanya tidak diterima dengan baik oleh 7-Eleven. Pada <strong>1 Juli<\/strong>, perusahaan yang berkantor pusat di Irving, Texas, resmi mengajukan gugatan terhadap Nike. Dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa 7-Eleven baru mengetahui rencana Nike merilis Air Max 95 dengan desain garis yang dinilai sangat mirip dengan identitas visual perusahaan kurang dari satu bulan sebelumnya.<\/p>\n<p>7-Eleven menyatakan telah menggunakan kombinasi warna oranye, hijau, dan merah pada logonya selama hampir <strong>60 tahun<\/strong>. Selain itu, perusahaan juga telah memakai motif garis tersebut selama hampir <strong>40 tahun<\/strong> untuk berbagai produk merchandise, seperti kaus, sandal, kaus kaki, polo shirt, hingga pakaian olahraga. Perusahaan juga tercatat memiliki sejumlah merek dagang yang melindungi desain tersebut.<\/p>\n<p>Dalam gugatan itu, 7-Eleven juga menegaskan bahwa mereka bukan tidak terbuka terhadap kolaborasi dengan merek fesyen atau olahraga. Sebagai contoh, perusahaan pernah bekerja sama dengan <strong>Crocs<\/strong>, <strong>Sunday Golf<\/strong>, <strong>Breezy Golf<\/strong>, hingga merek skateboard <strong>DGK<\/strong>.<\/p>\n<p>Setelah mengetahui desain Air Max 95 tersebut, 7-Eleven mengaku telah beberapa kali menghubungi Nike untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai. Meski kedua belah pihak sempat berkomunikasi, 7-Eleven menyatakan Nike tetap berencana melanjutkan promosi dan penjualan sepatu tersebut sesuai jadwal peluncuran pada 11 Juli.<\/p>\n<p>Berdasarkan hal tersebut, 7-Eleven menilai Nike secara sengaja berupaya membuat konsumen percaya bahwa koleksi Air Max 95 memiliki hubungan atau afiliasi resmi dengan 7-Eleven, sehingga dapat memanfaatkan reputasi dan nilai merek yang telah dibangun perusahaan selama puluhan tahun.<\/p>\n<p>Melalui gugatan tersebut, 7-Eleven meminta pengadilan memerintahkan Nike untuk menghentikan promosi dan penjualan sepatu, menarik kembali seluruh produk yang telah didistribusikan sebelum tanggal peluncuran, serta menyerahkan keuntungan yang diperoleh dari penjualan produk tersebut.<\/p>\n<p>Di kalangan penggemar sepatu, kabar ini memunculkan berbagai reaksi. Seorang pengguna Reddit berpendapat bahwa apabila 7-Eleven memenangkan gugatan, koleksi Air Max tersebut justru bisa menjadi barang yang sangat diburu kolektor. Pengguna lain bahkan menduga perselisihan ini mungkin hanya bagian dari strategi pemasaran. Namun, pendapat yang paling banyak muncul adalah bahwa Nike dianggap melewatkan peluang untuk melakukan kolaborasi resmi dengan 7-Eleven dibanding hanya mengadopsi identitas visualnya.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, koleksi sepatu tersebut tampaknya sudah tidak lagi tersedia di situs resmi Nike. Baik Nike maupun 7-Eleven belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait perkara tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Businesslounge Journal-Global News) Minggu lalu, 7-Eleven mengajukan gugatan terhadap Nike, menuduh perusahaan perlengkapan olahraga tersebut menggunakan desain garis ikonik berwarna oranye, hijau, dan merah milik 7-Eleven untuk memasarkan koleksi sepatu bertema minimarket yang dijadwalkan dirilis pada 11 Juli, yang dikenal sebagai &#8220;Free Slurpee Day.&#8221; Ketika kabar mengenai koleksi Nike Air Max 95 muncul pada awal Juni, Women&#8217;s Wear Daily melaporkan bahwa dua desain sepatu tersebut terinspirasi dari versi Jepang dari dua jaringan minimarket, yakni 7-Eleven dan Lawson. Awalnya, banyak pihak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101013,"featured_media":218495,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120,2725,1050],"tags":[9964,2840],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218494"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101013"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218494"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218494\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":218496,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218494\/revisions\/218496"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}