{"id":218370,"date":"2026-07-06T09:39:02","date_gmt":"2026-07-06T02:39:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218370"},"modified":"2026-07-06T09:39:02","modified_gmt":"2026-07-06T02:39:02","slug":"mengapa-orang-kaya-dan-profesional-di-amerika-kini-justru-paling-takut-kehilangan-pekerjaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/06\/mengapa-orang-kaya-dan-profesional-di-amerika-kini-justru-paling-takut-kehilangan-pekerjaan\/","title":{"rendered":"Mengapa Orang Kaya dan Profesional di Amerika Kini Justru Paling Takut Kehilangan Pekerjaan?"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun, terdapat sebuah asumsi yang hampir tidak pernah dipertanyakan dalam pasar tenaga kerja Amerika Serikat: semakin tinggi pendidikan dan pendapatan seseorang, semakin aman pula posisinya dalam menghadapi gejolak ekonomi. Namun, survei terbaru dari Federal Reserve Bank of New York justru menunjukkan fenomena yang mengejutkan. Kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan berpendidikan tinggi kini menjadi kelompok yang paling khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka.<\/p>\n<p>Yang menarik, kekhawatiran ini bukan muncul karena mereka merupakan kelompok yang paling berisiko kehilangan pekerjaan. Justru sebaliknya, secara statistik, lulusan perguruan tinggi dan pekerja profesional masih memiliki tingkat keamanan kerja yang lebih baik dibandingkan kelompok lain. Namun, yang kini mulai memudar adalah keyakinan bahwa jika mereka kehilangan pekerjaan, mereka akan mampu mendapatkan kembali posisi, penghasilan, dan standar hidup yang sama seperti sebelumnya.<\/p>\n<p>Temuan ini berasal dari <em>Survey of Consumer Expectations<\/em> (SCE), survei bulanan yang dilakukan Federal Reserve Bank of New York terhadap sekitar 1.200 hingga 1.300 rumah tangga Amerika setiap bulan. Survei ini dirancang untuk merepresentasikan populasi nasional dan memungkinkan analisis berdasarkan tingkat pendapatan, pendidikan, usia, dan karakteristik demografis lainnya.<\/p>\n<p>Data terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Amerika untuk mendapatkan pekerjaan baru apabila kehilangan pekerjaan saat ini turun menjadi 43,7 persen pada Mei 2026, level terendah sejak akhir tahun lalu. Penurunan optimisme ini paling terasa di kalangan pekerja berpendidikan tinggi dan mereka yang memiliki pendapatan lebih besar.<\/p>\n<p>Fenomena ini muncul di tengah kondisi ekonomi Amerika yang sebenarnya masih menunjukkan ketahanan. Tingkat pengangguran nasional memang relatif stabil di kisaran 4,2 persen, namun laju penciptaan lapangan kerja mulai melambat. Pada Juni 2026, ekonomi Amerika hanya menambah sekitar 57.000 lapangan pekerjaan baru, jauh di bawah ekspektasi pasar. Selain itu, tingkat partisipasi angkatan kerja juga mulai menurun, menunjukkan semakin banyak orang yang memilih keluar dari pasar kerja.<\/p>\n<p>Yang menarik, rasa khawatir ini tidak serta-merta membuat pekerja menjadi lebih pasif. Sebaliknya, Federal Reserve menemukan bahwa persentase pekerja yang berencana meninggalkan pekerjaan secara sukarela justru meningkat menjadi 20,8 persen, tertinggi sejak awal 2023. Artinya, meskipun mereka merasa semakin sulit memperoleh pekerjaan baru, banyak pekerja tetap mempertimbangkan untuk berpindah kerja demi memperoleh kompensasi dan kondisi kerja yang lebih baik.<\/p>\n<h3>1. Pasar Kerja Profesional Tidak Lagi Sehangat Dulu<\/h3>\n<p>Salah satu penyebab utama meningkatnya kecemasan di kalangan profesional adalah perlambatan pasar kerja untuk posisi <em>white-collar<\/em>. Perekrutan di sektor teknologi, jasa profesional, konsultasi, media, dan keuangan mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode pascapandemi.\u00a0Pada periode 2021 hingga 2023, pasar tenaga kerja Amerika mengalami apa yang oleh banyak analis disebut sebagai &#8220;golden age&#8221; bagi pekerja profesional. Perusahaan berlomba merekrut talenta, gaji meningkat pesat, dan banyak pekerja dapat berpindah pekerjaan dengan kenaikan kompensasi yang signifikan.<\/p>\n<p>Kini situasinya berubah. Banyak perusahaan tidak lagi melakukan ekspansi perekrutan secara agresif. Akibatnya, para profesional mulai menyadari bahwa apabila mereka kehilangan pekerjaan, mencari posisi baru dengan tingkat jabatan dan kompensasi yang setara akan jauh lebih sulit dibandingkan beberapa tahun lalu.<\/p>\n<h3>2. Munculnya Fenomena &#8220;White-Collar Recession&#8221;<\/h3>\n<p>Berbeda dengan resesi tradisional yang biasanya menghantam sektor manufaktur atau pekerjaan berupah rendah, perlambatan ekonomi kali ini justru mulai terasa di kalangan pekerja kantoran dan profesional. Fenomena ini bahkan mulai dikenal dengan istilah <em>white-collar recession<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi besar, perusahaan konsultan, lembaga keuangan, hingga industri media telah melakukan berbagai putaran PHK dan restrukturisasi. Namun, yang membuat banyak profesional semakin khawatir adalah kenyataan bahwa setelah melakukan PHK, banyak perusahaan ternyata tetap mampu mempertahankan produktivitas dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit.<\/p>\n<p>Akibatnya, banyak perusahaan memilih mempertahankan struktur organisasi yang lebih ramping dan tidak lagi kembali melakukan perekrutan besar-besaran seperti pada masa sebelum pandemi. Hal ini menciptakan kesadaran baru bahwa posisi profesional sekalipun tidak lagi memiliki jaminan keamanan seperti sebelumnya.<\/p>\n<h3>3. Kecerdasan Buatan Mengubah Definisi Keamanan Karier<\/h3>\n<p>Jika pada masa lalu otomatisasi terutama mengancam pekerjaan manual, perkembangan kecerdasan buatan kini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja berpendidikan tinggi.\u00a0Pekerjaan seperti analisis data dasar, administrasi, pemasaran, pembuatan konten, layanan pelanggan, hingga beberapa fungsi hukum dan konsultasi kini mulai dapat dilakukan dengan bantuan AI. Meskipun sebagian besar ekonom tidak memperkirakan AI akan langsung menggantikan jutaan pekerja profesional, ketidakpastian mengenai seberapa cepat perubahan ini akan terjadi telah menciptakan kecemasan baru.<\/p>\n<p>Bagi banyak pekerja profesional, ancaman terbesar bukanlah kehilangan pekerjaan hari ini, melainkan ketidakpastian apakah keterampilan yang mereka miliki saat ini masih akan relevan lima atau sepuluh tahun mendatang.<\/p>\n<h3>4. Gelar Universitas Tidak Lagi Dipandang sebagai Jaminan<\/h3>\n<p>Selama puluhan tahun, pendidikan tinggi dianggap sebagai salah satu jaminan utama keamanan ekonomi. Namun, keyakinan tersebut mulai dipertanyakan.\u00a0Data Federal Reserve menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan baru perguruan tinggi berada di sekitar 5,7 persen. Bahkan lebih mengejutkan lagi, sekitar 41,5 persen lulusan perguruan tinggi yang bekerja ternyata berada pada pekerjaan yang sebenarnya tidak membutuhkan gelar sarjana.<\/p>\n<p>Kondisi ini mulai menimbulkan pertanyaan di kalangan generasi muda dan profesional: apakah pendidikan tinggi masih memberikan perlindungan ekonomi yang sama seperti yang dinikmati generasi sebelumnya?<\/p>\n<p>Bagi banyak pekerja profesional, kekhawatiran terbesar bukan lagi sekadar kehilangan pekerjaan, tetapi kehilangan kepercayaan bahwa investasi pendidikan dan pengalaman kerja mereka akan selalu menghasilkan keamanan karier.<\/p>\n<h3>5. Ekspektasi Gaji yang Tinggi Menciptakan Paradoks<\/h3>\n<p>Federal Reserve juga menemukan fenomena menarik lainnya. Di tengah meningkatnya kecemasan terhadap pekerjaan, rata-rata <em>reservation wage<\/em>\u2014atau gaji minimum yang bersedia diterima seseorang untuk pekerjaan baru\u2014justru mencapai rekor tertinggi sebesar US$84.762 per tahun.\u00a0Peningkatan ekspektasi gaji ini paling besar terjadi pada laki-laki dan lulusan perguruan tinggi, kelompok yang sama dengan tingkat kecemasan pekerjaan tertinggi.<\/p>\n<p>Kondisi ini menciptakan sebuah paradoks. Banyak pekerja percaya bahwa peluang memperoleh pekerjaan semakin sulit, tetapi pada saat yang sama mereka juga tidak bersedia menerima pekerjaan dengan kompensasi yang lebih rendah. Situasi tersebut berpotensi memperpanjang proses pencarian kerja dan meningkatkan kecemasan terhadap masa depan finansial mereka.<\/p>\n<h3>Bukan Sekadar Soal Ekonomi, tetapi Juga Soal Psikologi<\/h3>\n<p>Meningkatnya kekhawatiran di kalangan pekerja berpenghasilan tinggi juga mencerminkan perubahan psikologis yang lebih luas.<\/p>\n<p>Selama beberapa tahun terakhir, kelompok profesional menikmati pertumbuhan pasar saham, kenaikan gaji, fleksibilitas kerja, dan peluang karier yang melimpah. Namun, perlambatan perekrutan, meningkatnya otomatisasi, tingginya suku bunga, serta ketidakpastian ekonomi global mulai mengubah persepsi mereka terhadap keamanan finansial.\u00a0Federal Reserve mencatat bahwa meskipun kekhawatiran terhadap inflasi mulai mereda, kecemasan mengenai pekerjaan justru terus meningkat. Sekitar 42 persen orang dewasa Amerika kini menganggap mencari atau mempertahankan pekerjaan sebagai salah satu sumber kekhawatiran utama mereka.<\/p>\n<p>Fenomena ini menunjukkan bahwa keamanan ekonomi tidak lagi hanya ditentukan oleh tingkat pendapatan. Di era transformasi teknologi dan ketidakpastian global, bahkan kelompok masyarakat yang paling mapan sekalipun mulai menyadari bahwa tidak ada pekerjaan yang benar-benar kebal terhadap perubahan.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, yang membuat para profesional Amerika cemas bukanlah keyakinan bahwa mereka pasti akan di-PHK. Kekhawatiran terbesar mereka adalah bahwa jika kehilangan pekerjaan, mereka mungkin tidak akan pernah lagi memperoleh posisi, pendapatan, dan standar hidup yang sama seperti yang selama ini mereka nikmati.\u00a0Dan mungkin, itulah perubahan terbesar dalam pasar tenaga kerja modern: keamanan karier tidak lagi ditentukan oleh gelar pendidikan, besarnya gaji, atau status profesional, melainkan oleh kemampuan seseorang untuk terus beradaptasi dalam dunia kerja yang berubah semakin cepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Selama bertahun-tahun, terdapat sebuah asumsi yang hampir tidak pernah dipertanyakan dalam pasar tenaga kerja Amerika Serikat: semakin tinggi pendidikan dan pendapatan seseorang, semakin aman pula posisinya dalam menghadapi gejolak ekonomi. Namun, survei terbaru dari Federal Reserve Bank of New York justru menunjukkan fenomena yang mengejutkan. Kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan berpendidikan tinggi kini menjadi kelompok yang paling khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka. Yang menarik, kekhawatiran ini bukan muncul karena mereka merupakan kelompok [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":203664,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725],"tags":[13392,13391],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218370"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218370"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218370\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":218373,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218370\/revisions\/218373"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/203664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}