{"id":218266,"date":"2026-07-02T14:18:39","date_gmt":"2026-07-02T07:18:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218266"},"modified":"2026-07-02T14:18:39","modified_gmt":"2026-07-02T07:18:39","slug":"apakah-chief-marketing-officer-akan-punah-di-era-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/02\/apakah-chief-marketing-officer-akan-punah-di-era-ai\/","title":{"rendered":"Apakah Chief Marketing Officer Akan Punah di Era AI?"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources)<\/p>\n<p>Ketika Meta mengumumkan bahwa Chief Marketing Officer mereka, Alex Schultz, akan menjadi Chief Data Officer pertama perusahaan, pertanyaan yang muncul bukan sekadar siapa yang menggantikan posisi CMO. Pertanyaan yang lebih menarik adalah: apakah jabatan Chief Marketing Officer sedang mengalami transformasi terbesar dalam sejarah bisnis modern?<\/p>\n<p>Selama puluhan tahun, Chief Marketing Officer merupakan salah satu posisi paling strategis dalam organisasi. Mereka bertanggung jawab membangun merek, memahami pelanggan, merancang strategi komunikasi, dan mendorong pertumbuhan bisnis. Namun, era kecerdasan buatan telah mengubah cara perusahaan memahami pasar dan mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Di masa lalu, pemasaran adalah kombinasi antara kreativitas, intuisi, dan pengalaman. Kini, pemasaran semakin bergantung pada data, eksperimen, machine learning, dan predictive analytics. Keputusan mengenai produk, harga, distribusi, hingga komunikasi tidak lagi hanya didasarkan pada insting, tetapi pada kemampuan organisasi dalam mengolah miliaran titik data secara real-time.<\/p>\n<p>Langkah Meta memindahkan Alex Schultz dari posisi Chief Marketing Officer menjadi Chief Data Officer sebenarnya menunjukkan perubahan paradigma yang lebih besar. Schultz bukanlah seorang marketer tradisional. Selama bertahun-tahun, ia juga memimpin fungsi analytics, user research, growth experimentation, hingga competitive intelligence. Dengan kata lain, ia telah lama beroperasi di persimpangan antara marketing, data, dan teknologi.<\/p>\n<p>Perubahan ini menimbulkan pertanyaan penting bagi dunia manajemen: apakah perusahaan di masa depan masih membutuhkan Chief Marketing Officer seperti yang kita kenal saat ini?<\/p>\n<p>Jawabannya kemungkinan adalah ya, tetapi dalam bentuk yang sangat berbeda.<\/p>\n<p>CMO masa depan tidak akan lagi sekadar menjadi penjaga merek atau pengelola kampanye pemasaran. Mereka harus menjadi ahli data, memahami AI, mampu mengelola eksperimen skala besar, dan menerjemahkan insight menjadi keputusan bisnis. Dengan kata lain, CMO masa depan harus berpikir seperti seorang Chief Data Officer.<\/p>\n<p>Fenomena ini sebenarnya sudah mulai terlihat di berbagai perusahaan global. Penggunaan AI generatif, customer analytics, predictive marketing, dan automated decision-making membuat batas antara fungsi marketing, data science, dan teknologi semakin kabur. Perusahaan tidak lagi mencari &#8220;orang pemasaran&#8221;, melainkan pemimpin yang mampu menggabungkan kreativitas manusia dengan kecerdasan mesin.<\/p>\n<p>Ironisnya, ancaman terbesar terhadap Chief Marketing Officer bukanlah AI itu sendiri, melainkan pemimpin lain yang lebih cepat memahami AI. Ketika Chief Data Officer, Chief Technology Officer, atau bahkan CEO mulai mengambil alih fungsi analitik pelanggan dan pengambilan keputusan berbasis data, maka peran CMO tradisional berpotensi kehilangan relevansinya.<\/p>\n<p>Bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, pelajaran dari Meta sangat jelas. Pertanyaannya bukan apakah AI akan mengubah fungsi pemasaran, tetapi apakah para pemimpin pemasaran mampu bertransformasi sebelum perubahan tersebut terjadi.<\/p>\n<p>Mungkin Chief Marketing Officer tidak akan punah. Namun, satu hal tampaknya pasti: Chief Marketing Officer yang hanya memahami marketing, tanpa memahami data dan AI, perlahan akan menjadi spesies yang terancam punah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Ketika Meta mengumumkan bahwa Chief Marketing Officer mereka, Alex Schultz, akan menjadi Chief Data Officer pertama perusahaan, pertanyaan yang muncul bukan sekadar siapa yang menggantikan posisi CMO. Pertanyaan yang lebih menarik adalah: apakah jabatan Chief Marketing Officer sedang mengalami transformasi terbesar dalam sejarah bisnis modern? Selama puluhan tahun, Chief Marketing Officer merupakan salah satu posisi paling strategis dalam organisasi. Mereka bertanggung jawab membangun merek, memahami pelanggan, merancang strategi komunikasi, dan mendorong pertumbuhan bisnis. Namun, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":218277,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,4],"tags":[13381],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218266"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218266"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218266\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":218278,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218266\/revisions\/218278"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}