{"id":218231,"date":"2026-07-01T10:27:25","date_gmt":"2026-07-01T03:27:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=218231"},"modified":"2026-07-01T18:42:44","modified_gmt":"2026-07-01T11:42:44","slug":"ipsen-percepat-ekspansi-lewat-akuisisi-memo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/07\/01\/ipsen-percepat-ekspansi-lewat-akuisisi-memo\/","title":{"rendered":"Ipsen Percepat Ekspansi Lewat Akuisisi Memo"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"51\" data-end=\"840\">(Business Lounge &#8211; Global News) Perusahaan farmasi Prancis, Ipsen, kembali mempercepat strategi ekspansinya melalui akuisisi perusahaan bioteknologi asal Swiss, Memo Therapeutics, dalam transaksi yang nilainya dapat melampaui 800 juta dolar AS apabila seluruh target pengembangan dan komersialisasi tercapai. Kesepakatan tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Ipsen mengumumkan akuisisi Kartos Therapeutics, pengembang terapi untuk kanker darah langka. Rangkaian transaksi ini memperlihatkan perubahan strategi Ipsen yang semakin agresif memperkuat portofolio inovasi melalui akuisisi perusahaan bioteknologi dibanding hanya mengandalkan penelitian internal. <em data-start=\"688\" data-end=\"713\">The Wall Street Journal<\/em> melaporkan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas lini pengobatan berbasis teknologi mutakhir.<\/p>\n<p data-start=\"842\" data-end=\"1386\">Menurut laporan <em data-start=\"858\" data-end=\"867\">Reuters<\/em>, Memo Therapeutics dikenal sebagai perusahaan bioteknologi yang mengembangkan platform penemuan antibodi dengan memanfaatkan teknologi yang dirancang untuk mengidentifikasi kandidat terapi secara lebih presisi. Pendekatan tersebut memungkinkan pengembangan obat yang memiliki potensi efektivitas lebih tinggi terhadap berbagai penyakit, termasuk gangguan imunologi dan penyakit infeksi. Akuisisi ini memberikan Ipsen akses terhadap teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan terapi generasi baru.<\/p>\n<p data-start=\"1388\" data-end=\"1918\">Analisis <em data-start=\"1397\" data-end=\"1408\">Bloomberg<\/em> menjelaskan bahwa industri farmasi global sedang memasuki periode ketika perusahaan besar semakin aktif membeli perusahaan bioteknologi yang memiliki teknologi inovatif. Dibanding membangun seluruh riset dari awal, akuisisi memungkinkan perusahaan memperoleh kandidat obat, hak kekayaan intelektual, serta tim ilmuwan yang telah mengembangkan teknologi selama bertahun-tahun. Strategi tersebut dapat mempercepat masuknya produk baru ke dalam portofolio sekaligus memperluas peluang pertumbuhan jangka panjang.<\/p>\n<p data-start=\"1920\" data-end=\"2444\">Ulasan <em data-start=\"1927\" data-end=\"1944\">Financial Times<\/em> mengemukakan bahwa tekanan terbesar yang dihadapi perusahaan farmasi saat ini berasal dari berakhirnya masa perlindungan paten sejumlah obat unggulan. Ketika hak eksklusif berakhir, pendapatan perusahaan biasanya mengalami penurunan karena munculnya produk generik. Oleh sebab itu, perusahaan farmasi terus mencari inovasi baru yang mampu menggantikan sumber pendapatan lama. Akuisisi perusahaan bioteknologi menjadi salah satu strategi paling efektif untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan bisnis.<\/p>\n<p data-start=\"2446\" data-end=\"2966\">Pemberitaan <em data-start=\"2458\" data-end=\"2483\">The Wall Street Journal<\/em> menunjukkan bahwa akuisisi Memo Therapeutics merupakan transaksi kedua Ipsen dalam minggu yang sama setelah kesepakatan membeli Kartos Therapeutics. Kartos mengembangkan terapi bagi kanker darah langka, sedangkan Memo memiliki fokus pada teknologi antibodi. Kombinasi kedua akuisisi tersebut memperlihatkan bahwa Ipsen tidak hanya memperbesar jumlah aset penelitian, tetapi juga memperluas cakupan teknologi yang dimiliki untuk mendukung pengembangan berbagai jenis terapi inovatif.<\/p>\n<p data-start=\"2968\" data-end=\"3465\">Sorotan <em data-start=\"2976\" data-end=\"2985\">Reuters<\/em> menyebutkan bahwa pembayaran dalam transaksi seperti ini biasanya terdiri atas dana awal serta pembayaran tambahan yang bergantung pada pencapaian target penelitian, persetujuan regulator, maupun keberhasilan komersialisasi produk. Struktur tersebut telah menjadi praktik umum dalam industri farmasi karena membantu membagi risiko antara pembeli dan pemilik perusahaan bioteknologi. Nilai transaksi dapat meningkat secara signifikan apabila kandidat obat berhasil mencapai pasar.<\/p>\n<p data-start=\"3467\" data-end=\"3974\">Kajian <em data-start=\"3474\" data-end=\"3485\">Bloomberg<\/em> menilai bahwa teknologi antibodi tetap menjadi salah satu bidang penelitian paling menarik dalam industri farmasi modern. Antibodi mampu mengenali target biologis tertentu dengan tingkat presisi tinggi sehingga berpotensi menghasilkan terapi yang lebih efektif dan memiliki efek samping lebih rendah dibanding pendekatan konvensional pada sejumlah penyakit. Kemajuan dalam bidang tersebut mendorong meningkatnya investasi perusahaan farmasi terhadap platform penelitian berbasis antibodi.<\/p>\n<p data-start=\"3976\" data-end=\"4532\">Penjelasan <em data-start=\"3987\" data-end=\"4009\">Nature Biotechnology<\/em> menggarisbawahi bahwa perusahaan bioteknologi kecil sering menjadi sumber inovasi paling penting dalam pengembangan obat. Mereka biasanya berfokus pada satu teknologi tertentu dan bergerak lebih cepat dalam tahap penelitian awal. Sebaliknya, perusahaan farmasi besar memiliki sumber daya finansial, pengalaman uji klinis, serta jaringan distribusi global yang dibutuhkan untuk membawa kandidat obat menuju tahap komersialisasi. Hubungan tersebut menjadikan akuisisi sebagai pola yang semakin umum dalam industri kesehatan.<\/p>\n<p data-start=\"4534\" data-end=\"5041\">Pandangan <em data-start=\"4544\" data-end=\"4561\">Evaluate Pharma<\/em> memperlihatkan bahwa meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi di sektor farmasi juga dipengaruhi oleh membaiknya kondisi pendanaan perusahaan besar. Banyak produsen obat memiliki posisi kas yang kuat sehingga mampu melakukan investasi besar untuk memperoleh aset penelitian yang dinilai menjanjikan. Perusahaan lebih memilih mengalokasikan modal pada teknologi dengan prospek tinggi dibanding menanggung seluruh risiko penelitian internal yang membutuhkan waktu sangat panjang.<\/p>\n<p data-start=\"5043\" data-end=\"5555\">Uraian <em data-start=\"5050\" data-end=\"5067\">Financial Times<\/em> menyebutkan bahwa pengembangan terapi untuk penyakit langka dan penyakit dengan kebutuhan medis yang belum terpenuhi masih menjadi salah satu prioritas utama industri farmasi global. Segmen tersebut menawarkan peluang inovasi yang besar karena masih terdapat banyak kondisi medis yang belum memiliki pilihan terapi memadai. Perusahaan yang berhasil menghadirkan pengobatan baru berpotensi memperoleh posisi pasar yang kuat sekaligus memberikan manfaat klinis yang signifikan bagi pasien.<\/p>\n<p data-start=\"5557\" data-end=\"6035\">Laporan <em data-start=\"5565\" data-end=\"5581\">Endpoints News<\/em> mengamati bahwa persaingan memperoleh perusahaan bioteknologi berkualitas semakin ketat. Banyak perusahaan farmasi berlomba mengamankan akses terhadap teknologi baru sebelum memasuki tahap uji klinis lanjutan yang biasanya akan meningkatkan valuasi perusahaan secara tajam. Kondisi tersebut mendorong transaksi akuisisi dilakukan lebih awal ketika teknologi masih berada pada tahap pengembangan, tetapi telah menunjukkan potensi ilmiah yang menjanjikan.<\/p>\n<p data-start=\"6037\" data-end=\"6662\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Pemaparan <em data-start=\"6047\" data-end=\"6072\">The Wall Street Journal<\/em> menegaskan bahwa akuisisi Memo Therapeutics memperlihatkan strategi Ipsen untuk mempercepat transformasi menjadi perusahaan farmasi yang semakin berorientasi pada inovasi bioteknologi. Setelah menyelesaikan akuisisi Kartos Therapeutics pada pekan yang sama, Ipsen menunjukkan komitmen memperluas portofolio melalui teknologi dengan nilai tambah tinggi. Langkah tersebut mencerminkan arah industri farmasi global yang semakin mengandalkan kolaborasi dan akuisisi sebagai cara mempercepat lahirnya terapi baru sekaligus memperkuat daya saing di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Perusahaan farmasi Prancis, Ipsen, kembali mempercepat strategi ekspansinya melalui akuisisi perusahaan bioteknologi asal Swiss, Memo Therapeutics, dalam transaksi yang nilainya dapat melampaui 800 juta dolar AS apabila seluruh target pengembangan dan komersialisasi tercapai. Kesepakatan tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Ipsen mengumumkan akuisisi Kartos Therapeutics, pengembang terapi untuk kanker darah langka. Rangkaian transaksi ini memperlihatkan perubahan strategi Ipsen yang semakin agresif memperkuat portofolio inovasi melalui akuisisi perusahaan bioteknologi dibanding hanya mengandalkan penelitian internal. The Wall [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":218253,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[13377],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218231"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=218231"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":218254,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/218231\/revisions\/218254"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=218231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=218231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=218231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}