{"id":217839,"date":"2026-06-19T08:21:43","date_gmt":"2026-06-19T01:21:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=217839"},"modified":"2026-06-19T08:23:35","modified_gmt":"2026-06-19T01:23:35","slug":"kunjungan-presiden-jerman-frank-walter-steinmeier-ke-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/06\/19\/kunjungan-presiden-jerman-frank-walter-steinmeier-ke-jakarta\/","title":{"rendered":"Kunjungan Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier ke Jakarta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menegaskan pentingnya Indonesia sebagai mitra strategis Jerman dalam kunjungan kenegaraannya ke Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Dalam pidatonya, Steinmeier menyampaikan bahwa kunjungan kali ini merupakan kunjungan keempatnya ke Indonesia, sebuah fakta yang menurutnya menunjukkan betapa penting posisi Indonesia bagi Jerman.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>Kunjungan Kenegaraan<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steinmeier tiba di Jakarta bersama istrinya, Elke B\u00fcdenbender, dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Pesawat yang membawanya mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pagi hari. Kedatangannya disambut oleh sejumlah pejabat Indonesia dan Jerman, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Abdul Kadir Jailani, serta Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah prosesi penyambutan di Halim, Steinmeier melanjutkan agenda ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengikuti rangkaian kunjungan kenegaraan. Di Istana, ia disambut melalui upacara resmi sebelum melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>Pesan Utama Steinmeier<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pidatonya, Steinmeier membuka dengan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dan keramahan yang diterimanya di Jakarta. Ia menyampaikan bahwa dirinya senang dapat kembali ke Indonesia. Menurut Steinmeier, ini adalah kunjungan keempatnya ke Indonesia, dan jumlah kunjungan tersebut menunjukkan betapa pentingnya Indonesia sebagai mitra bagi Jerman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steinmeier kemudian menempatkan kunjungan tersebut dalam konteks global yang sulit. Ia menyebut dunia saat ini sedang diguncang berbagai konflik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steinmeier menegaskan bahwa kepercayaan dan keandalan merupakan syarat utama dari kemitraan strategis Indonesia-Jerman. Ia menyebut kemitraan strategis tersebut telah menyatukan kedua negara setidaknya sejak tahun 2022.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyampaikan bahwa dirinya dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto sepakat bahwa kemitraan kedua negara perlu terus diperdalam. Bidang yang disebut Steinmeier mencakup politik, ekonomi, tenaga kerja terampil, iklim, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam aspek geopolitik, Steinmeier menekankan bahwa Indonesia dan Jerman disatukan oleh komitmen terhadap demokrasi, tatanan internasional berbasis aturan, serta multilateralisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steinmeier juga menegaskan bahwa keamanan di Eropa dan Indo-Pasifik saat ini tidak dapat dipisahkan lagi. Karena itu, menurutnya, Jerman dan Eropa memperhatikan dengan serius berbagai perkembangan yang muncul di kawasan Indo-Pasifik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steinmeier menyebut ASEAN sebagai aktor penting dalam membangun arsitektur keamanan regional yang stabil. Indonesia, menurutnya, merupakan faktor stabilitas penting di kawasan ASEAN.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>Ekonomi dan Energi<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bidang ekonomi menjadi salah satu bagian terpenting dari pidato Steinmeier. Ia menyampaikan bahwa Indonesia dan Jerman memiliki kepentingan bersama dalam perdagangan yang adil, jalur pelayaran bebas, dan berbagai kerangka kerja yang dapat diandalkan oleh semua pihak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steinmeier menyambut baik keberhasilan penyelesaian negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa dan Indonesia setelah proses panjang. Ia menilai arti penting perjanjian tersebut tidak dapat diremehkan, karena tarif untuk lebih dari 90 persen barang akan dihapuskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steinmeier menilai perjanjian itu memiliki potensi besar. Menurutnya, perjanjian tersebut akan mempermudah perdagangan, membuka investasi baru, dan terutama membuka jalan bagi usaha kecil dan menengah Jerman untuk masuk ke Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyebut bahwa kerja sama ekonomi tersebut dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memperkuat pertumbuhan ekonomi, dan mempererat kerja sama inovasi antara perusahaan Indonesia dan Jerman. Steinmeier menyebut hal ini sebagai situasi yang menguntungkan kedua pihak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pidatonya, Steinmeier juga menilai Indonesia menawarkan peluang besar bagi perusahaan Jerman. Ia menyebut sejumlah perusahaan Jerman yang telah lama hadir di Indonesia dengan fasilitas produksi sendiri, antara lain Siemens, Infineon, Schott, dan Daimler. Menurut Steinmeier, kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang menjanjikan, tetapi juga semakin menarik sebagai lokasi investasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara keseluruhan, pidato Steinmeier membawa pesan bahwa hubungan Indonesia-Jerman tidak hanya bertumpu pada diplomasi formal. Bagi Jerman, Indonesia adalah mitra politik, ekonomi, dan kawasan yang semakin penting di tengah dunia yang tidak stabil.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>Profil Steinmeier<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Frank-Walter Steinmeier lahir di Detmold, Jerman Barat, pada 5 Januari 1956. Ia merupakan politikus dari Partai Sosial Demokrat Jerman atau SPD. Sebelum menjadi Presiden Federal Jerman, Steinmeier pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman pada 2005\u20132009 dan 2013\u20132017. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kanselir Jerman pada 2007\u20132009.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steinmeier terpilih sebagai Presiden Federal Jerman pada 2017. Dalam sistem politik Jerman, Presiden Federal merupakan kepala negara, sementara pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh Kanselir Federal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan Steinmeier dengan Indonesia telah berlangsung sebelum masa kepresidenannya. Pada 2014, ketika masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman, ia pernah bertemu Presiden Joko Widodo di Jakarta dan menyampaikan pidato di Sekretariat ASEAN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Juni 2022, Steinmeier kembali mengunjungi Indonesia sebagai Presiden Federal Jerman. Saat itu, ia bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor dalam kunjungan yang berlangsung setelah ia terpilih kembali sebagai Presiden Jerman untuk masa jabatan kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan Steinmeier ke Jakarta pada 15 Juni 2026 menjadi kunjungan keempatnya ke Indonesia, sebagaimana ia sampaikan sendiri dalam pidatonya.<\/p>\n<p><em>Foto: BPMI Setpres<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menegaskan pentingnya Indonesia sebagai mitra strategis Jerman dalam kunjungan kenegaraannya ke Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Dalam pidatonya, Steinmeier menyampaikan bahwa kunjungan kali ini merupakan kunjungan keempatnya ke Indonesia, sebuah fakta yang menurutnya menunjukkan betapa penting posisi Indonesia bagi Jerman. Kunjungan Kenegaraan Steinmeier tiba di Jakarta bersama istrinya, Elke B\u00fcdenbender, dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Pesawat yang membawanya mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":217840,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,1050],"tags":[13336],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217839"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=217839"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":217843,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217839\/revisions\/217843"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/217840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=217839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=217839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=217839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}