{"id":217820,"date":"2026-06-18T10:56:10","date_gmt":"2026-06-18T03:56:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=217820"},"modified":"2026-06-18T16:58:24","modified_gmt":"2026-06-18T09:58:24","slug":"la-z-boy-tuai-hasil-dari-ekspansi-toko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/06\/18\/la-z-boy-tuai-hasil-dari-ekspansi-toko\/","title":{"rendered":"La-Z-Boy Tuai Hasil dari Ekspansi Toko"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"44\" data-end=\"542\">(Business Lounge &#8211; Global News)Produsen furnitur La-Z-Boy membukukan kenaikan laba pada kuartal terbarunya, didorong oleh pertumbuhan penjualan di segmen ritel yang berasal dari ekspansi jaringan toko milik perusahaan. <em>The Wall Street Journal<\/em> menulis bahwa kinerja tersebut menunjukkan strategi memperbesar jumlah gerai yang dimiliki dan dioperasikan langsung mulai memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan di tengah kondisi pasar furnitur yang masih menghadapi berbagai tantangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam ulasannya, <em>The Wall Street Journal<\/em> menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan ritel menjadi faktor utama di balik peningkatan laba perusahaan. La-Z-Boy selama beberapa tahun terakhir berupaya memperkuat kendali atas pengalaman pelanggan dengan meningkatkan jumlah toko yang dimiliki sendiri. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan mengontrol presentasi produk, layanan pelanggan, serta pengelolaan inventaris secara lebih efektif dibandingkan mengandalkan jaringan distribusi pihak ketiga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data yang dihimpun <em>Reuters<\/em> menunjukkan bahwa industri furnitur rumah tangga masih berada dalam fase penyesuaian setelah lonjakan permintaan yang terjadi selama periode pandemi. Ketika masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, pembelian furnitur meningkat tajam. Namun setelah kondisi kembali normal, pertumbuhan permintaan mulai melambat sehingga perusahaan harus mencari cara baru untuk mempertahankan penjualan dan menjaga loyalitas pelanggan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Analisis <em>Bloomberg<\/em> memperlihatkan bahwa La-Z-Boy memilih memperkuat bisnis ritelnya sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Dengan memiliki lebih banyak toko sendiri, perusahaan memperoleh akses langsung kepada konsumen dan dapat mengumpulkan data yang lebih baik mengenai preferensi pelanggan. Informasi tersebut membantu perusahaan menyesuaikan desain produk, strategi pemasaran, serta pengelolaan stok secara lebih akurat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Financial Times<\/em> menyoroti bahwa model toko milik perusahaan menawarkan keuntungan yang berbeda dibandingkan sistem distribusi tradisional. Selain memperoleh margin yang lebih besar dari penjualan langsung, perusahaan juga dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan. Pendekatan tersebut semakin penting ketika konsumen mengharapkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan terintegrasi antara kanal fisik dan digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, <em>Reuters<\/em> mencatat bahwa pasar furnitur Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah beberapa tahun mengalami volatilitas. Meskipun suku bunga yang lebih tinggi sempat menekan aktivitas pembelian rumah baru, permintaan untuk penggantian furnitur dan renovasi rumah tetap menciptakan peluang bagi produsen yang memiliki merek kuat. La-Z-Boy termasuk perusahaan yang berupaya memanfaatkan kondisi tersebut melalui penguatan jaringan ritelnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, <em>Bloomberg<\/em> mengungkap bahwa merek La-Z-Boy memiliki posisi yang unik di pasar furnitur karena dikenal luas sebagai produsen kursi recliner dan produk kenyamanan rumah tangga. Reputasi yang dibangun selama puluhan tahun memberikan keuntungan kompetitif ketika perusahaan memperluas jaringan toko miliknya. Konsumen yang telah mengenal merek tersebut cenderung lebih mudah tertarik mengunjungi gerai resmi dibandingkan merek yang masih berupaya membangun pengenalan pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>CNBC<\/em> melihat bahwa banyak perusahaan ritel kini berupaya menciptakan pengalaman belanja yang lebih menarik untuk mendorong konsumen datang ke toko fisik. Dalam industri furnitur, pengalaman melihat dan mencoba produk secara langsung masih menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Karena alasan itu, investasi pada toko fisik tetap dianggap relevan meskipun penjualan daring terus berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Analisis <em>Forbes<\/em> menunjukkan bahwa strategi memperbesar kepemilikan toko memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam memperkenalkan produk baru. Perusahaan dapat mengatur tata letak toko, promosi, dan kampanye pemasaran secara lebih terkoordinasi. Kemampuan tersebut membantu mempercepat respons terhadap perubahan tren konsumen dan dinamika pasar.Pengamatan <em>Financial Times<\/em> menunjukkan bahwa perusahaan furnitur saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari pemain daring dan merek langsung ke konsumen. Untuk mempertahankan daya saing, perusahaan tidak cukup hanya menawarkan produk berkualitas. Pengalaman pelanggan, layanan pengiriman, konsultasi desain, dan kemudahan transaksi menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sorotan <em>The Wall Street Journal<\/em> memperlihatkan bahwa ekspansi toko milik perusahaan merupakan bagian dari upaya La-Z-Boy menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Selain meningkatkan pendapatan, pendekatan tersebut membantu perusahaan memperkuat identitas merek dan memperbesar kendali terhadap seluruh proses penjualan. Ketika pasar furnitur menghadapi ketidakpastian, kendali yang lebih besar atas saluran distribusi dapat menjadi keunggulan tersendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tinjauan <em>Bloomberg<\/em> menunjukkan bahwa investor semakin memperhatikan kemampuan perusahaan menghasilkan pertumbuhan laba melalui langkah operasional yang konkret. Kenaikan laba La-Z-Boy memberikan sinyal bahwa investasi pada jaringan ritel mulai menghasilkan manfaat finansial. Hal tersebut menjadi indikator bahwa strategi ekspansi yang dijalankan manajemen memiliki dasar ekonomi yang kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberhasilan La-Z-Boy meningkatkan laba melalui pertumbuhan toko milik sendiri menunjukkan bahwa penguasaan saluran distribusi semakin penting dalam industri furnitur modern. Dengan menggabungkan kekuatan merek, pengalaman pelanggan yang lebih terkontrol, dan akses langsung kepada konsumen, perusahaan berupaya membangun fondasi pertumbuhan yang lebih stabil. Di tengah persaingan yang terus berkembang, kemampuan menghubungkan produk berkualitas dengan pengalaman belanja yang efektif menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan jangka panjang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News)Produsen furnitur La-Z-Boy membukukan kenaikan laba pada kuartal terbarunya, didorong oleh pertumbuhan penjualan di segmen ritel yang berasal dari ekspansi jaringan toko milik perusahaan. The Wall Street Journal menulis bahwa kinerja tersebut menunjukkan strategi memperbesar jumlah gerai yang dimiliki dan dioperasikan langsung mulai memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan di tengah kondisi pasar furnitur yang masih menghadapi berbagai tantangan. Dalam ulasannya, The Wall Street Journal menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan ritel menjadi faktor utama di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":212567,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[13332],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217820"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=217820"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":217834,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217820\/revisions\/217834"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/212567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=217820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=217820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=217820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}