{"id":217728,"date":"2026-06-05T22:08:09","date_gmt":"2026-06-05T15:08:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=217728"},"modified":"2026-06-16T22:18:10","modified_gmt":"2026-06-16T15:18:10","slug":"europe-on-screen-2026-resmi-dibuka-merayakan-kekuatan-kisah-manusia-dalam-sinema-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/06\/05\/europe-on-screen-2026-resmi-dibuka-merayakan-kekuatan-kisah-manusia-dalam-sinema-eropa\/","title":{"rendered":"Europe on Screen 2026 Resmi Dibuka, Merayakan Kekuatan Kisah Manusia dalam Sinema Eropa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Event)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Europe on Screen (EoS) 2026 resmi dibuka melalui seremoni dan pemutaran film di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (4\/6). Festival film Uni Eropa yang telah menjadi bagian dari lanskap budaya Indonesia selama lebih dari dua dekade ini kembali mengundang publik untuk menikmati sinema Eropa secara gratis.\u00a0Berlangsung hingga 14 Juni 2026, Europe on Screen tahun ini hadir di delapan kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Medan, Sidoarjo, dan Semarang. Sebanyak 55 film dari 28 negara Eropa diputar, menghadirkan beragam genre, tema, dan sudut pandang yang mencerminkan wajah Eropa kontemporer yang beragam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah dunia yang semakin terhubung sekaligus terpolarisasi, EoS mengajak penonton untuk kembali melihat kekuatan sederhana dari sebuah cerita: kemampuan memahami kehidupan orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama 26 tahun penyelenggaraannya, Europe on Screen telah berkembang menjadi salah satu festival film internasional paling dicintai di Indonesia. Festival ini tidak hanya menjadi tempat menikmati karya-karya sinema Eropa, tetapi juga ruang pertemuan bagi komunitas, mahasiswa, pegiat film, dan masyarakat umum yang ingin menemukan perspektif baru melalui layar lebar.\u00a0&#8220;Banyak penonton datang ke Europe on Screen bukan hanya untuk menikmati film-film Eropa, tetapi juga untuk menemukan kisah-kisah yang beresonansi dengan kehidupan mereka sendiri,&#8221; ujar St\u00e9phane Mechati, Charg\u00e9 d\u2019Affaires ad interim Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, film-film yang ditampilkan di EoS, termasuk film pembuka tahun ini, menunjukkan bagaimana sinema dapat menumbuhkan empati, memperdalam pemahaman terhadap orang lain, dan mempertemukan manusia melalui pengalaman yang universal.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Keberanian untuk Tetap Bermimpi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun ini, EoS dibuka dengan The Baronesses (Les Baronnes), film komedi-drama Belgia produksi 2025 karya duet ibu dan anak, Mokhtaria Badaoui dan Nabil Ben Yadir.\u00a0Film tersebut berkisah tentang sekelompok perempuan lanjut usia di Brussels yang memutuskan untuk mengejar kembali impian yang telah lama mereka tinggalkan dengan mementaskan sebuah pertunjukan teater.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di balik humor yang hangat, The Baronesses menawarkan refleksi mendalam tentang keberanian untuk memulai kembali, menemukan jati diri, dan membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus bermimpi.\u00a0Film ini sebelumnya telah mendapat perhatian internasional setelah diputar di Namur International Francophone Film Festival dan meraih penghargaan Best Film kategori <em>Rebels with a Cause<\/em> dalam Tallinn Black Nights Film Festival 2025 di Estonia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Frank Felix, mengatakan bahwa film tersebut dipilih karena pesan kemanusiaannya yang dekat dengan kehidupan banyak orang.\u00a0&#8220;The Baronesses menghadirkan kisah yang hangat, manusiawi, dan mudah dipahami tentang keberanian untuk terus bermimpi dan menemukan kembali diri sendiri, berapa pun usia kita,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap para penonton dapat tertawa bersama, pulang dengan harapan baru, serta membawa pulang kenangan indah sepanjang festival berlangsung.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-217732\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/HE-Frank-Felix-Duta-Besar-Belgia-untuk-Indonesia.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/HE-Frank-Felix-Duta-Besar-Belgia-untuk-Indonesia.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/HE-Frank-Felix-Duta-Besar-Belgia-untuk-Indonesia-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/HE-Frank-Felix-Duta-Besar-Belgia-untuk-Indonesia-360x240.jpg 360w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/HE-Frank-Felix-Duta-Besar-Belgia-untuk-Indonesia-480x320.jpg 480w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/HE-Frank-Felix-Duta-Besar-Belgia-untuk-Indonesia-720x480.jpg 720w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Mendukung Lahirnya Sineas Muda Indonesia<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menampilkan film-film terbaru dari Eropa, Europe on Screen juga kembali menunjukkan komitmennya terhadap perkembangan perfilman Indonesia melalui program Short Film Pitching Project (SFPP).\u00a0Program ini menjadi wadah bagi sineas muda Indonesia untuk mengembangkan ide film pendek, memperluas jejaring profesional, serta membuka peluang untuk terlibat lebih aktif dalam komunitas perfilman internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada EoS 2026, publik berkesempatan menyaksikan pemutaran perdana tiga film pendek pemenang SFPP 2025, yakni Echoes of The Unseen (Sang Penjaga) karya Sesarini dan Lyza Anggraheni dari Yogyakarta, Pool Party karya Aisyah Aulia dan Adrian Fauzi dari Sumedang, serta In the Name of Me karya Teresa Katarina dan Jonathan Gradiyan dari Jakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga film tersebut diproduksi berkat dukungan pendanaan dari Europe on Screen, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta SAE Institute.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Endah T.D. Retnoastuti, menyatakan bahwa pemerintah mendukung program-program seperti SFPP karena memiliki peran penting dalam membangun ekosistem perfilman nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, inisiatif semacam ini tidak hanya membantu para sineas muda mengembangkan gagasan, tetapi juga memperkuat pertukaran budaya antara Indonesia dan Eropa melalui bahasa universal bernama film.\u00a0Co-Festival Director EoS 2026, Nauval Yazid, menambahkan bahwa pemutaran perdana film-film SFPP selalu menjadi momen yang istimewa.\u00a0&#8220;Kita dapat melihat bagaimana sineas muda Indonesia terus bertumbuh dan menghadirkan cerita yang semakin berani dan personal. Ini menunjukkan bahwa Europe on Screen bukan sekadar memutar film, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem perfilman Indonesia,&#8221; katanya.<\/p>\n<div  class=\"lgc-column lgc-grid-parent lgc-grid-50 lgc-tablet-grid-50 lgc-mobile-grid-100 lgc-equal-heights \"><div  class=\"inside-grid-column\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-217729\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-3.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"433\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-3.jpg 650w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-3-360x240.jpg 360w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-3-480x320.jpg 480w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/div><\/div><div  class=\"lgc-column lgc-grid-parent lgc-grid-50 lgc-tablet-grid-50 lgc-mobile-grid-100 lgc-equal-heights \"><div  class=\"inside-grid-column\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-217730\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-4.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"433\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-4.jpg 650w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-4-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-4-360x240.jpg 360w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Suasana-Opening-Ceremony-EoS-2026-4-480x320.jpg 480w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/div><\/div><div class=\"lgc-clear\"><\/div>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Ruang Dialog Lintas Negara<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tradisi mempertemukan penonton dengan pelaku industri film internasional juga kembali dihadirkan dalam EoS 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Festival tahun ini menghadirkan Damian McCann, sutradara asal Irlandia yang dikenal melalui karya-karya dokumenter berbahasa Irlandia dan film drama pemenang penghargaan <em>Doineann (Hurricane)<\/em>, serta Zar Donato, aktris Filipina yang membintangi film produksi Siprus berjudul <em>Maricel<\/em>.\u00a0Keduanya dijadwalkan mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama penonton sepanjang festival berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Meninaputri Wismurti selaku Co-Festival Director EoS 2026, kehadiran para tamu internasional memberikan kesempatan langka bagi publik Indonesia untuk memahami proses kreatif serta isu-isu yang diangkat dalam berbagai karya sinema Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih dari sekadar festival, Europe on Screen telah berkembang menjadi ruang dialog lintas budaya. Di tengah beragam perbedaan bahasa, kebangsaan, dan latar belakang sosial, film membuktikan dirinya sebagai medium yang mampu menghubungkan manusia melalui cerita-cerita yang menyentuh pengalaman paling mendasar: harapan, kehilangan, impian, keluarga, dan keberanian untuk terus melangkah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh pemutaran Europe on Screen 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Tiket dapat diperoleh langsung di lokasi pemutaran mulai satu jam sebelum film ditayangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama sebelas hari ke depan, layar-layar bioskop di delapan kota Indonesia bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak penonton untuk melihat dunia melalui mata orang lain\u2014dan mungkin, menemukan kembali sisi kemanusiaan dalam diri mereka sendiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Event) Europe on Screen (EoS) 2026 resmi dibuka melalui seremoni dan pemutaran film di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (4\/6). Festival film Uni Eropa yang telah menjadi bagian dari lanskap budaya Indonesia selama lebih dari dua dekade ini kembali mengundang publik untuk menikmati sinema Eropa secara gratis.\u00a0Berlangsung hingga 14 Juni 2026, Europe on Screen tahun ini hadir di delapan kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Medan, Sidoarjo, dan Semarang. Sebanyak 55 film dari 28 negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":217731,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[8027],"tags":[13322,13223],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217728"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=217728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":217733,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217728\/revisions\/217733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/217731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=217728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=217728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=217728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}