{"id":217076,"date":"2026-05-22T14:37:51","date_gmt":"2026-05-22T07:37:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=217076"},"modified":"2026-05-22T14:37:51","modified_gmt":"2026-05-22T07:37:51","slug":"kazakhstan-dorong-kebangkitan-warisan-great-steppe-lewat-simposium-internasional-golden-horde-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/05\/22\/kazakhstan-dorong-kebangkitan-warisan-great-steppe-lewat-simposium-internasional-golden-horde-2026\/","title":{"rendered":"Kazakhstan Dorong Kebangkitan Warisan Great Steppe Lewat Simposium Internasional Golden Horde 2026"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"0\" data-end=\"82\">(Business Lounge Journal &#8211; Global News)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"82\">Pembukaan di Astana, Kazakhstan, pada 19 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi negara tersebut untuk menegaskan kembali posisinya sebagai pewaris sejarah besar peradaban stepa Eurasia. Acara yang dihadiri langsung Presiden <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Kassym-Jomart Tokayev<\/span><\/span> itu mempertemukan lebih dari 350 delegasi dari berbagai negara, mulai dari sejarawan, arkeolog, akademisi, hingga perwakilan organisasi internasional yang memiliki perhatian terhadap sejarah Great Steppe dan Golden Horde.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"563\" data-end=\"996\">Dalam forum tersebut, Kazakhstan tidak hanya membahas sejarah masa lalu, tetapi juga mencoba membangun narasi baru tentang bagaimana peradaban stepa pernah menjadi pusat konektivitas dunia. Selama ini, Golden Horde sering kali dipersepsikan hanya sebagai kekuatan militer nomaden yang identik dengan peperangan. Namun menurut Presiden Tokayev, pandangan itu terlalu sempit dan tidak mencerminkan kompleksitas sejarah yang sebenarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"998\" data-end=\"1523\">Ia menegaskan bahwa Golden Horde merupakan salah satu entitas politik terbesar pada masanya yang menghubungkan Timur dan Barat melalui jalur perdagangan Eurasia. Kekaisaran itu bukan sekadar simbol ekspansi militer, tetapi juga contoh penting tentang tata kelola pemerintahan, diplomasi, perdagangan, dan toleransi budaya di kawasan Eurasia. Dalam pidatonya, Tokayev menekankan bahwa sejarah Golden Horde harus dilihat sebagai warisan bersama umat manusia, bukan dimonopoli oleh satu bangsa atau kepentingan politik tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1525\" data-end=\"2086\">Kazakhstan juga menyoroti bagaimana sejarah Great Steppe selama bertahun-tahun kerap dipandang dari perspektif kolonial yang menganggap peradaban nomaden tidak memiliki sistem kenegaraan atau kontribusi intelektual yang berarti. Melalui pendekatan akademik modern dan multidisipliner, Kazakhstan ingin mengubah cara dunia memahami peradaban stepa. Pemerintah menilai bahwa Golden Horde justru memiliki sistem hukum, administrasi, dan diplomasi yang maju untuk zamannya, termasuk kemampuan menjaga stabilitas di wilayah luas yang dihuni berbagai etnis dan agama.<\/p>\n<p data-start=\"1525\" data-end=\"2086\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-217078 size-large\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Internasional-Golden-Horde-2026-2-1024x675.jpeg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"494\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Internasional-Golden-Horde-2026-2-1024x675.jpeg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Internasional-Golden-Horde-2026-2-300x198.jpeg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Internasional-Golden-Horde-2026-2-768x506.jpeg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Internasional-Golden-Horde-2026-2-750x495.jpeg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Internasional-Golden-Horde-2026-2-1200x791.jpeg 1200w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Internasional-Golden-Horde-2026-2.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2088\" data-end=\"2638\">Aspek ekonomi menjadi salah satu sorotan penting dalam simposium tersebut. Golden Horde disebut berhasil membangun model peradaban berbasis mobilitas dan perdagangan yang menjadikan stepa Eurasia sebagai jalur transit aman antara Timur dan Barat. Jalur perdagangan besar berkembang di bawah kekuasaan mereka, lengkap dengan pusat komersial, sistem mata uang, hingga hubungan diplomatik dengan kekuatan besar Eurasia pada masa itu. Interaksi antara budaya nomaden dan kota-kota perdagangan dianggap menjadi fondasi utama kemajuan ekonomi Golden Horde.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2640\" data-end=\"3238\">Di sisi lain, Kazakhstan juga memanfaatkan momentum ini untuk memperlihatkan arah modernisasi negaranya. Tokayev menghubungkan semangat mobilitas masyarakat stepa masa lalu dengan konsep \u201cdigital nomads\u201d di era modern. Ia menegaskan bahwa Kazakhstan saat ini tengah berinvestasi besar dalam kecerdasan buatan, infrastruktur digital, pusat data, dan koridor transportasi internasional sebagai bagian dari agenda transformasi nasional. Bahkan Kazakhstan akan menjadi tuan rumah Olimpiade AI internasional di bawah naungan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">UNESCO<\/span><\/span> yang melibatkan peserta dari 100 negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3240\" data-end=\"3656\">Dalam bidang akademik, Kazakhstan telah mendirikan Institute for the Study of the Ulus of Jochi sebagai lembaga khusus pertama yang fokus meneliti Golden Horde. Pemerintah juga mengusulkan pembentukan pusat internasional untuk promosi peradaban stepa guna memperkuat kolaborasi riset global. Langkah ini menunjukkan bahwa Kazakhstan ingin menjadikan sejarah sebagai instrumen diplomasi budaya dan identitas nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3658\" data-end=\"4133\">Presiden Tokayev juga menegaskan bahwa Kazakhstan memandang dirinya sebagai penerus langsung tradisi kenegaraan Great Steppe dan Golden Horde. Konsep \u201cMangilik El\u201d atau \u201cBangsa Abadi\u201d disebut sebagai salah satu warisan ideologis penting dari era tersebut yang kini menjadi bagian dari identitas modern Kazakhstan. Karena itu, pemerintah terus mempromosikan warisan Golden Horde melalui penelitian akademik, film, publikasi, pameran budaya, hingga pembangunan monumen sejarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4135\" data-end=\"4631\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Simposium di Astana ini pada akhirnya bukan sekadar forum sejarah biasa. Bagi Kazakhstan, Golden Horde adalah simbol bagaimana peradaban stepa pernah menjadi pusat konektivitas dunia, tempat berbagai budaya hidup berdampingan dalam satu ruang politik dan ekonomi yang besar. Di tengah situasi geopolitik global yang semakin terfragmentasi, Kazakhstan ingin menghadirkan kembali semangat keterbukaan, dialog antarbudaya, dan kerja sama lintas kawasan yang dulu menjadi kekuatan utama Great Steppe.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Global News) Pembukaan di Astana, Kazakhstan, pada 19 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi negara tersebut untuk menegaskan kembali posisinya sebagai pewaris sejarah besar peradaban stepa Eurasia. Acara yang dihadiri langsung Presiden Kassym-Jomart Tokayev itu mempertemukan lebih dari 350 delegasi dari berbagai negara, mulai dari sejarawan, arkeolog, akademisi, hingga perwakilan organisasi internasional yang memiliki perhatian terhadap sejarah Great Steppe dan Golden Horde. Dalam forum tersebut, Kazakhstan tidak hanya membahas sejarah masa lalu, tetapi juga mencoba membangun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":217077,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120,2725],"tags":[13214],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217076"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=217076"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":217079,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217076\/revisions\/217079"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/217077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=217076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=217076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=217076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}