{"id":216674,"date":"2026-05-06T16:23:11","date_gmt":"2026-05-06T09:23:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=216674"},"modified":"2026-05-06T16:23:11","modified_gmt":"2026-05-06T09:23:11","slug":"ingin-anak-anda-pintar-rajinlah-bacakan-buku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/05\/06\/ingin-anak-anda-pintar-rajinlah-bacakan-buku\/","title":{"rendered":"Ingin Anak Anda Pintar? Rajinlah Bacakan Buku!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Medicine)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"333\">Di era teknologi saat ini, banyak orang tua yang memilih untuk membiarkan anak bermain dengan gadget. Kadang orang tua memberikan gadget agar \u201canak tenang dan kalem\u201d, tetapi justru hal itu bisa merusak masa depannya. Hal tersebut dapat menyebabkan tumbuh kembang anak terhambat, terutama dalam masalah bahasa dan kemampuan berbicara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"335\" data-end=\"507\">Orang tua kadang suka melewatkan waktu membacakan buku untuk anak. Padahal, momen tersebut sangat penting dalam hidupnya, yaitu untuk proses pengenalan bahasa yang efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"509\" data-end=\"677\">Perlu diketahui, urutan pengenalan bahasa yang efektif adalah sebagai berikut: mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"679\" data-end=\"877\">Sering kali, ketika kita melewatkan momen membacakan buku bagi anak, hal itu tanpa disadari bisa memberikan dampak buruk, salah satunya anak menjadi tidak mampu mengungkapkan apa yang dipikirkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"879\" data-end=\"1280\">Kenapa begitu? Karena agar anak bisa berbicara (speaking) dan mengungkapkan apa yang dipikirkannya, tentu harus melewati tahapan di mana ia banyak mendengarkan apa yang dibacakan atau dikatakan oleh orang tuanya. Jadi, tidak ada jalan pintas. Membacakan buku untuk anak sangat penting untuk membuatnya pintar, terutama dalam kemampuan berbicara dan mengungkapkan apa yang dirasakan atau dipikirkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1282\" data-end=\"1359\">Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika membacakan buku bagi anak:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1361\" data-end=\"1392\">\n<li data-section-id=\"1kchboz\" data-start=\"1361\" data-end=\"1392\">Menambah kemampuan berbahasa<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1394\" data-end=\"1581\">Jika Anda terbiasa membacakan buku untuk anak, hal itu akan membantu menambah kosakata yang dimiliki anak. Bukan hanya itu, kemampuan anak dalam berkomunikasi pun akan semakin berkembang.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\" data-start=\"1583\" data-end=\"1617\">\n<li data-section-id=\"lnemlb\" data-start=\"1583\" data-end=\"1617\">Meningkatkan kemampuan kognitif<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1619\" data-end=\"1928\">Kemampuan kognitif merupakan kecakapan mental yang mencakup kemampuan berpikir, memahami, belajar, mengingat, serta memecahkan masalah. Dengan rajin membacakan buku bagi anak, hal itu akan membantu anak dalam berpikir, memecahkan masalah, dan memberikan rangsangan awal yang penting bagi perkembangan otaknya.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\" data-start=\"1930\" data-end=\"1957\">\n<li data-section-id=\"mzcw8b\" data-start=\"1930\" data-end=\"1957\">Meningkatkan konsentrasi<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1959\" data-end=\"2107\">Mendengarkan cerita membuat anak menjadi lebih fokus dan memiliki kemampuan memperhatikan sesuatu lebih lama, sehingga tidak cepat bosan atau jenuh.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\" data-start=\"2109\" data-end=\"2167\">\n<li data-section-id=\"1q2k3y9\" data-start=\"2109\" data-end=\"2167\">Membangun bonding (kedekatan) antara orang tua dan anak<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2169\" data-end=\"2468\">Kedekatan antara orang tua dan anak sangatlah penting. Dari sekian banyak upaya untuk membangun hubungan yang dekat dengan anak, salah satu caranya adalah dengan membacakan cerita. Saat membacakan cerita, tentu akan terjadi interaksi, dan momen tersebut akan menjadi kenangan yang diingat oleh anak.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"5\" data-start=\"2470\" data-end=\"2537\">\n<li data-section-id=\"yd62p1\" data-start=\"2470\" data-end=\"2537\">Membantu anak mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikirkannya<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2539\" data-end=\"2903\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penting sekali bagi anak untuk bisa mengungkapkan dengan jelas apa yang dipikirkan atau dirasakannya. Untuk mencapai tahapan ini, mulailah dengan rutin membacakan buku kepadanya. Dengan banyak mendengar, anak akan mampu berbicara dan mengungkapkan apa yang dipikirkan atau dirasakannya. Ke depannya, anak Anda pun dapat tumbuh menjadi anak yang pintar dan kreatif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Medicine) Di era teknologi saat ini, banyak orang tua yang memilih untuk membiarkan anak bermain dengan gadget. Kadang orang tua memberikan gadget agar \u201canak tenang dan kalem\u201d, tetapi justru hal itu bisa merusak masa depannya. Hal tersebut dapat menyebabkan tumbuh kembang anak terhambat, terutama dalam masalah bahasa dan kemampuan berbicara. Orang tua kadang suka melewatkan waktu membacakan buku untuk anak. Padahal, momen tersebut sangat penting dalam hidupnya, yaitu untuk proses pengenalan bahasa yang efektif. Perlu diketahui, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":216675,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,1055],"tags":[13165],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216674"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=216674"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216674\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":216676,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/216674\/revisions\/216676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=216674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=216674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=216674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}