{"id":215670,"date":"2026-03-25T08:10:25","date_gmt":"2026-03-25T01:10:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=215670"},"modified":"2026-03-27T08:55:39","modified_gmt":"2026-03-27T01:55:39","slug":"stade-de-france-sang-raksasa-beton-yang-menjadi-jantung-olahraga-prancis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/03\/25\/stade-de-france-sang-raksasa-beton-yang-menjadi-jantung-olahraga-prancis\/","title":{"rendered":"Stade de France, sang Raksasa Beton yang Menjadi Jantung Olahraga Prancis."},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Travel)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"98\" data-end=\"608\">Di pinggiran utara <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Paris<\/span><\/span>, tepatnya di distrik bersejarah <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Saint-Denis<\/span><\/span>, berdiri sebuah struktur elips raksasa yang mendominasi cakrawala. Stade de France bukan sekadar stadion; ia adalah &#8220;Katedral Olahraga&#8221; nasional, sebuah mahakarya teknik sipil, dan tempat di mana identitas modern <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Prancis<\/span><\/span> ditempa melalui keringat dan air mata kemenangan. Bangunan ini resmi dibuka pada 28 Januari 1998 oleh Presiden <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Jacques Chirac dan <\/span><\/span>dibangun dengan satu misi besar: menjadi panggung utama bagi <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Piala Dunia FIFA 1998<\/span><\/span>. Sejak saat itu, Stade de France telah bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi sepak bola, rugby, atletik, hingga konser musik kelas dunia.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>Arsitektur yang Menentang Gravitasi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"954\" data-end=\"1170\">Satu hal yang langsung memikat mata saat memandang Stade de France adalah atapnya yang ikonik. Dirancang oleh empat arsitek terkemuka (Macary, Zublena, Regembal, dan Costantini), atap ini memiliki karakteristik unik:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li data-start=\"1172\" data-end=\"1421\">Efek melayang<br data-start=\"1185\" data-end=\"1188\" \/>Atap seberat 13.000 ton (lebih berat dari <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Menara Eiffel<\/span><\/span>) ini dirancang untuk terlihat seolah-olah mengapung di atas tribun. Ia disangga oleh 18 tiang baja tipis yang memberikan kesan ringan namun sangat kokoh.<\/li>\n<li data-start=\"1423\" data-end=\"1614\">Perlindungan maksimal<br data-start=\"1444\" data-end=\"1447\" \/>Luasnya mencapai 6 hektar, cukup untuk melindungi 80.000 penonton dari hujan, namun bagian tengahnya tetap terbuka agar cahaya matahari bisa menyinari rumput lapangan.<\/li>\n<li>Penyaringan cahaya<br data-start=\"1634\" data-end=\"1637\" \/>Atap ini menggunakan kaca khusus yang menyaring sinar ultraviolet namun membiarkan spektrum cahaya yang dibutuhkan rumput untuk tumbuh tetap masuk.<\/li>\n<li>Inovasi Tribun &#8220;Bunglon&#8221;<br \/>\nStade de France adalah pionir dalam fleksibilitas stadion. Bagian tribun bawahnya bersifat retractable (dapat digerakkan).<\/li>\n<li data-start=\"1910\" data-end=\"2071\">Mode sepak bola &amp; rugby<br data-start=\"1933\" data-end=\"1936\" \/>Tribun ditarik mendekat ke lapangan untuk kapasitas maksimal 80.698 penonton, menciptakan atmosfer yang intim dan mengintimidasi lawan.<\/li>\n<li data-start=\"2074\" data-end=\"2273\">Mode atletik<br data-start=\"2086\" data-end=\"2089\" \/>Untuk ajang lari atau lompat jauh, tribun bawah dapat didorong ke belakang sejauh 15 meter menggunakan sistem hidrolik, memunculkan lintasan lari sintetis yang tersembunyi di bawahnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2275\" data-end=\"2451\"><strong>Tahukah Anda?<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2275\" data-end=\"2451\">Pembangunan Stade de France hanya memakan waktu 31 bulan, sebuah pencapaian konstruksi yang sangat cepat untuk bangunan sebesar dan sekompleks itu di era 90-an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2453\" data-end=\"2553\">Jika setiap sudut tribun bisa berbicara, mereka akan menceritakan momen-momen yang mengubah sejarah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li data-start=\"2555\" data-end=\"2998\">Malam keajaiban 1998<br data-start=\"2575\" data-end=\"2578\" \/>Pada 12 Juli 1998, seluruh dunia tertuju pada stadion ini. Prancis menghadapi juara bertahan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Brasil<\/span><\/span> di final Piala Dunia. Melalui dua sundulan legendaris <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Zinedine Zidane<\/span><\/span> dan satu gol <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Emmanuel Petit<\/span><\/span>, Prancis menang 3-0. Malam itu, Stade de France menjadi simbol persatuan bangsa yang dikenal dengan julukan &#8220;Black-Blanc-Beur&#8221; (Hitam-Putih-Arab).<\/li>\n<li data-start=\"3000\" data-end=\"3356\">Benteng rugby Eropa<br data-start=\"3019\" data-end=\"3022\" \/>Stadion ini adalah rumah spiritual bagi tim nasional rugby Prancis (Les Bleus). Turnamen <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Six Nations Championship<\/span><\/span> tahunan selalu menjadikan stadion ini sebagai medan tempur yang sangat emosional, di mana nyanyian <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">La Marseillaise<\/span><\/span> menggema dengan kekuatan yang mampu menggetarkan fondasi bangunan.<\/li>\n<li data-start=\"3358\" data-end=\"3663\">Panggung Olimpiade Paris 2024<br data-start=\"3387\" data-end=\"3390\" \/>Baru-baru ini, Stade de France kembali menjadi sorotan dunia sebagai pusat atletik untuk <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Olimpiade Paris 2024<\/span><\/span>. Lintasan larinya yang berwarna ungu (sebuah inovasi estetika baru) menjadi saksi pemecahan rekor dunia oleh atlet-atlet tercepat di planet ini.<\/li>\n<li>Lebih dari Sekadar Olahraga: Panggung Hiburan Global<br \/>\nStade de France juga merupakan arena musik terbesar di Prancis. Dengan kapasitas konser yang mencapai 97.000 orang, hanya artis-artis dengan kaliber &#8220;superstar&#8221; yang berani tampil di sini. Nama-nama seperti <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">The Rolling Stones<\/span><\/span>, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">U2<\/span><\/span>, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Madonna<\/span><\/span>, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Beyonc\u00e9<\/span><\/span>, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Lady Gaga<\/span><\/span>, hingga <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">BTS<\/span><\/span> telah mencatatkan nama mereka di dinding kehormatan stadion ini. Sistem akustiknya yang dirancang khusus memastikan suara musik tidak memantul secara liar, memberikan pengalaman audio yang luar biasa bagi puluhan ribu orang sekaligus.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>Transformasi Saint-Denis<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan stadion ini membawa dampak sosial yang besar. Sebelum tahun 1998, Saint-Denis adalah kawasan industri yang mulai meredup. Kehadiran Stade de France memicu regenerasi perkotaan:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pembangunan jalur transportasi massal (RER B dan RER D).<\/li>\n<li>Munculnya perkantoran baru, hotel, dan restoran di sekitarnya.<\/li>\n<li>Menjadikan Saint-Denis sebagai destinasi wisata global, bukan sekadar pinggiran Paris yang terlupakan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Fakta Cepat Stade de France<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fitur dan Detail:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kapasitas : 80.698 (Olahraga), 97.000 (Konser)<\/li>\n<li>Biaya Pembangunan : Sekitar \u20ac290 Juta (Tahun 1995 &#8211; 1998)<\/li>\n<li>Lokasi : Saint-Denis, 2km di utara Paris<\/li>\n<li>Event Utama : Piala Dunia 1998, UEFA Euro 2016, Olimpiade 2024<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana Jika Anda Berkunjung?<br \/>\nJika tidak ada pertandingan, Anda sangat disarankan mengambil Guided Tour. Anda bisa masuk ke ruang ganti pemain (tempat Jersey Mbappe atau Griezmann digantung), melewati terowongan pemain yang ikonik, hingga duduk di bangku cadangan pelatih. Ini adalah cara terbaik untuk merasakan &#8220;aura&#8221; kemenangan yang menyelimuti tempat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ruang Ganti Pemain (Locker Room)<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5445\" data-end=\"5709\">Saat Anda mengikuti tur resmi di Stade de France, pemandu akan membawa Anda masuk ke dalam ruang ganti yang digunakan oleh Tim Nasional Prancis (Les Bleus). Di sana, pihak pengelola stadion mengatur ruangan tersebut persis seperti saat akan ada pertandingan besar. Ini menjadi sebuah replika karena\u00a0di setiap loker atau bilik pemain, mereka menggantung jersey asli (sering kali lengkap dengan celana dan kaus kaki) milik pemain bintang seperti Kylian Mbapp\u00e9, Antoine Griezmann, atau kapten tim. Tujuannya adalah agar pengunjung bisa merasakan sensasi menjadi pemain profesional. Anda bisa berdiri di depan loker Mbapp\u00e9, melihat di mana ia duduk untuk memakai sepatunya, dan berfoto seolah-olah Anda adalah bagian dari tim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena Stade de France adalah &#8220;rumah&#8221; bagi tim nasional, mereka sangat menjaga detail ini. Nama-nama pemain biasanya tertera di atas loker. Menggantung jersey Mbapp\u00e9 atau Griezmann adalah cara stadion memberikan penghormatan kepada para pahlawan modern yang telah membawa Prancis meraih kesuksesan (seperti saat mereka mencapai final <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Piala Dunia FIFA 2022<\/span><\/span>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Spot Foto Terpopuler<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6527\" data-end=\"7205\">Bagi fans sepak bola, area ini adalah &#8220;tanah suci&#8221;. Melihat jersey nomor 10 (Mbapp\u00e9) atau nomor 7 (Griezmann) tergantung rapi di loker resmi mereka memberikan kesan magis. Ini adalah salah satu titik paling favorit bagi turis untuk berfoto sebelum mereka berjalan melewati terowongan pemain menuju lapangan. Singkatnya, itu adalah bagian dari pengalaman wisata. Anda tidak hanya melihat loker kosong, tetapi melihat &#8220;perlengkapan&#8221; para bintang tersebut seolah-olah mereka baru saja meninggalkan ruangan atau bersiap-siap untuk bertanding. Salah satu yang menjadi fakta menarik adalah ruang ganti di Stade de France sangat luas dan mewah, lengkap dengan area pemanasan dalam ruangan dan ruang pijat medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7207\" data-end=\"7262\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Foto: Herwin Nugroho<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Travel) Di pinggiran utara Paris, tepatnya di distrik bersejarah Saint-Denis, berdiri sebuah struktur elips raksasa yang mendominasi cakrawala. Stade de France bukan sekadar stadion; ia adalah &#8220;Katedral Olahraga&#8221; nasional, sebuah mahakarya teknik sipil, dan tempat di mana identitas modern Prancis ditempa melalui keringat dan air mata kemenangan. Bangunan ini resmi dibuka pada 28 Januari 1998 oleh Presiden Jacques Chirac dan dibangun dengan satu misi besar: menjadi panggung utama bagi Piala Dunia FIFA 1998. Sejak saat itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101059,"featured_media":215671,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,1057],"tags":[13038],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215670"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101059"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=215670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":215672,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215670\/revisions\/215672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/215671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=215670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=215670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=215670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}